Kampung Rentenir

Kampung Rentenir
Disuapi Makan


__ADS_3

Terpaksa aku tetap membuka mulut dan menerima suapan darinya, karena aku memang sangat lapar, belum mengisi perutku sejak kemarin, meski aku tahu bahwa aku membencinya dan sangat tidak menyukai dia sekarang ini, tapi aku tetap membutuhkan energi agar bisa melarikan diri nantinya, jadi mau tidak mau aku tetap menerima suapan demi suapan yang dia berikan kepadaku saat itu.


"Bahkan saat di sekap kau bisa makan dengan se lahap ini, apa kau sama sekali tidak takut padaku?" Ucap Ubay saat itu.


"Tidak, untuk apa aku takut padamu, aku kan sudah bilang kau adalah sahabat terbaikku, kau orang yang menyayangi aku bukan, mana mungkin kau tega memperlakukan aku dengan buruk, sekalipun begitu aku tidak masalah karena aku menyayangimu, meski hanya sebagai sahabat." Balasku kepadanya dia yang membuat Ubay langsung berhenti menyuapi aku.


Dia menatapku dengan erat lalu tiba-tiba saja dia memelukku begitu saja, aku tidak tahu mengapa dia tiba-tiba seperti itu, tapi saat itu ku pikir dia menjadi berubah pikiran dan mungkin saja akan memaafkan aku lalu melepaskan aku dari semua ini, namun nyatanya aku salah besar dari memeluk aku hanya untuk mengatakan hal konyol.


"Aku juga menyayangimu Tiktik, karena kau juga begitu lebih baik kita menjadi suami istri saja, kita bisa menjadi sahabat seumur hidup." Ucap dia kepadaku.


"Hei. Lepaskan aku, sudah ku bilang berkali-kali, kau sahabatku bukan calon suamiku!" Balasku menegaskan kepadanya.


Setelah aku menjawabnya dia langsung melepaskan pelukannya dariku, bahkan mendorong tubuhku dengan cukup keras sampai aku jatuh kembali ke ranjang, untung saja kepalaku tidak menghantam bagian dinding disana, jika tidak mungkin kepalaku akan benjol dan sakit.


"Kau begitu keras kepala aku tidak akan bersikap lembut denganmu!" Ucap dia sambil langsung pergi meninggalkan kamar itu.


Suara pintu yang dibanting sangat kencang oleh Ubay terdengar membuat telingaku sakit, dan aku hanya bisa meringkuk dengan pasrah di atas ranjang tanpa bisa melakukan apapun, karena kedua tangan dan kakiku yang di ikat sangat kencang.

__ADS_1


Hanya bisa menggerutu sendiri dengan menghembuskan nafas penuh dengan kekesalan yang tidak dapat aku salurkan sama sekali, ini benar-benar lebih menyedihkan dibandingkan para narapidana di dalam penjara sekalipun.


"Haduh..begini amat sih nasibku, lebih bagus aku di dorong ke jurang saja sebelumnya, kenapa juga malah jadi begini, sekarang siapa yang akan menyelamatkan aku, apa aku akan benar-benar menikah dengan Ubay?" Gerutuku merasa kebingungan sendiri.


...****************...


Sedangkan disisi lain Omi berhasil melarikan diri dan dia sengaja bersembunyi di rumah bang Arif dia tidak bisa keluar karena ada banyak anak buah Bu Yati yang terus berkeliaran di luar sana mencari keberadaan dirinya, bahkan semua warga di kampung ini tidak ada yang dapat dipercaya, mereka sudah di sogok dengan uang yang banyak oleh Bu Yati, agar bisa menangkap Omi dan menyerahkannya segera kepada Bu Yati, hanya bang Arif dan istrinya saja yang tetap mau melindungi dia.


Dan Omi sudah mengatakan semuanya kepada bang Arif, mereka tengah menyusun rencana untuk mencari keberadaan Tiktik, dan sudah mengumpulkan anak buahnya yang lain agar bisa ikut menyelesaikan semua permasalahan ini.


Sedangkan Aldi dia akhirnya berhasil meloloskan diri setelah sempat tertangkap sekali oleh kedua anak buah Bu Yati, dia langsung pergi dengan tergesa-gesa juga wajah yang sudah babak belur karena sempat di p*kuli oleh anak buah Bu Yati sebelumnya.


"Tok....tok...tok.. umi tolong.....umi...." Teriak Aldi terus mengetuk pintunya dengan kuat dan dia terus saja menatap kesana kemari karena merasa cemas bodyguard itu akan segera menyusul dia.


Untungnya umi Salma tengah berada di rumah dan bisa membukakan pintu saat itu, setelah pintu dibuka kan oleh umi Salma dengan segera Aldi menerobos masuk dan langsung menutup kembali pintunya dengan rapat, sampai membuat umi Salma mengerutkan kedua alisnya sambil berbicara dengan lantang pada Aldi.


"Hei...kamu ini, ada apa seenaknya masuk ke dalam rumah orang dan mendorong saya begitu?" Bentak umi Salma kepada Aldi.

__ADS_1


Dengan cepat Aldi langsung menunduk dan dia segera bersujud di depan kaki umi Salma sambil terus memohon perlindungan kepadanya.


"Eeh....eh, ada apa denganmu, hei Aldi ayo bangkit kenapa begini?" ucap umi Salma yang merasa kaget dan kebingungan sebab Aldi tiba-tiba menunduk di bawah kakinya.


"Umi saya mohon umi, tolong lindungi saya, ada dua orang yang tengah mengejar saya dan mereka adalah anak buah Bu Yati mereka semua orang jahat tolong lindungi saya umi." Ucap Aldi saat itu.


Umi Salma yang merasa kaget sekaligus heran dia hanya bisa menatap ke luar dan memang ada dua orang dengan perawakan tinggi dan kekar tengah berlalu lalang disana seperti tengah mencari sesuatu.


"Aldi ayo bangun nak, kamu tidak perlu takut kamu bisa tinggal di sini untuk sementara sampai mereka pergi." Ucap umi Salma kepada Aldi sambil membatunya untuk segera berdiri dengan cepat.


Aldi bisa sedikit merasa tenang, dan Umi Salma segera membawanya untuk duduk di sofa lalu memberikan minum kepadanya agar Aldi bisa jauh lebih tenang.


"Ini minum dulu dan ceritakan apa yang sebenarnya terjadi, sampai kamu bisa dikejar-kejar oleh mereka, apa kamu memiliki banyak hutang dan tidak bisa membayarnya?" Tanya umi Salma saat itu.


"Tidak umi, semua ini lebih rumit dari pada hutang dan uang, semua ini ada sangkutannya dengan Tiktik dan dokter yang dari kota itu umi." Balas Aldi dengan kedua mata terbuka lebar, dia sudah tidak bisa menunggu lama lagi, dan langsung menceritakan semuanya.


"Maksudmu dokter Sendi? Memangnya ada apa dengan dia dan Bu Yati, bukankah mereka sama sekali tidak pernah terlibat apapun? Bahkan dokter Sendi mungkin tidak mengenalnya sama sekali?" Balas umi Salma merasa sangat heran dengan kedua alis yang dia kerutkan dengan kuat.

__ADS_1


Pasalnya Aldi ini terus menatapnya dengan wajah yang penuh kecemasan, dia juga terengah-engah tanpa henti, pakaian yang robek juga kotor, wajahnya sedikit pucat dan terus saja meminta pertolongan ke rumahnya. Hal itu membuat umi Salma semakin cemas, terlebih dia mengatakan bahwa semua ini ada hubungannya dengan Tiktik juga dokter Sendi yang tinggal dengannya selama ini.


Sedangkan Aldi masih berusaha untuk mengatur nafasnya sendiri agar dia bisa bercerita dengan jelas kepada umi Salma, meski dirinya masih dihantui banyak ketakutan di tambah anak buah Bu Yati masih saja berkeliaran di luar sana.


__ADS_2