
Karmila yang melihat mawar merah itu pun seketika langsung senang, kemudian tangannya segera memeluk Leon.
"Sayang.. Aku tak menyangka jika kau telah menyiapkan hadiah ini untuk ku, Terimakasih." Ucap Karmila.
Leon hanya bisa tersenyum hambar ketika mendapatkan pelukan dari Karmila karena pada awalnya mawar itu hadiah untuk Diana agar wanita itu tidak marah lagi dengannya.
Karmila dengan senang hati langsung mengambil mawar yang di bawah oleh asisten Leon.
Dengan lembut pun Karmila mencium wangi bunga mawar itu.
"Sayang, kamu romantis banget sih. Aku ga nyangka walaupun kamu suka cuek tapi di belakang aku, kamu udah nyiapin ini." Ucap Karmila yang senang.
Leon hanya bisa pasrah melihat wanita itu memegangi bunga yang dia belikan untuk Diana.
Tring..
Sebuah pesan masuk melalui WhatsApp, Leon langsung melihat isi pesan tersebut.
"Oh.."
Leon sedikit mengerutkan keningnya saat membaca isi pesan dari Diana.
"Apa dia tahu?" Pikir Leon.
Kemudian Leon langsung mencari alasan kepada Karmila. "Aku ada rapat dadakan, kau pulang saja."
"Emm.. Baiklah, kalau begitu aku pulang dulu yah." Sebelum pergi, Karmila mencium pipi Leon dan setelah itu Karmila pun pergi dengan rasa bahagia di hatinya.
Leon yang melihat Karmila pergi pun segera bergegas ke apartemen milik nya karena dia yakin jika Diana pasti akan berada di sana.
Dan benar saja wanita itu tengah duduk seraya melihat pemandangan luar, dengan langkah pelan Leon langsung memeluk Diana dari belakang.
Tapi wanita itu enggan untuk merespon sama sekali.
"Sayang.." Panggil Leon.
"Sayang? Mungkin kau salah orang," Jawab Diana.
"Tentu saja tidak, kau adalah wanita ku."
"Emm.. Bukan kah wanita mu itu adalah orang yang tadi menerima bunga," Jawab Diana seraya mengacuhkan Leon.
"Maaf, itu tadinya hadiah untuk mu tapi Karmila menyangka jika hadiah itu untuk nya dan aku tak bisa melakukan apa-apa, tapi kau tenang saja sayang. Aku akan membelikan mu mawar dengan jumlah yang banyak," Bujuk Leon.
"Enggak, kau anggap aku apa? Aku tak ingin mendapatkan barang yang di miliki oleh wanita lain." Jawab Diana kesal.
"Baiklah, jadi wanita kesayangan ku ingin hadiah apa?"
"Lepaskan, aku sedang tak ingin melihat wajah mu."
__ADS_1
Mendengar perkataan Diana, membuat Leon semakin gemas kepada wanita itu.
"Emm.. Tapi aku tak ingin pergi, bagaimana jika aku memuaskan mu untuk saat ini." Bisik Leon.
Tanpa menunggu jawaban dari Diana, Leon langsung mencium ganas wanita itu.
Diana hanya bisa memukul-mukul pelan dada Leon, perlahan ciuman itu langsung turun ke leher Diana.
Tring.. Tring.. Tring..
Suara ponsel milik Leon berbunyi, Diana yang menyadari itu langsung menyuruh Leon untuk melihat ponselnya.
"Biarkan saja, itu panggilan tak penting."
Setelah itu, Leon kembali melanjutkan aksinya, dia langsung memangku Diana ke atas sofa. Dia sana Leon secara perlahan membuka satu persatu kancing baju milik Diana.
"Em.... Leon," Gumam Diana saat Leon mulai memainkan aset berharga nya.
"Emm..."
"Aku sudah sangat merindukan mu, sayang." Bisik Leon.
Diana yang sudah bernafsu pun hanya bisa pasrah saat pria itu mulai menjamah seluruh tubuhnya, dan siang hari yang panas pun semakin panas hingga membuat Leon dan Diana di banjiri oleh keringat.
Diana terbangun dari tidurnya, dia mendapati tubuhnya sudah berselimut.
"Leon.." Gumam Diana dengan wajah yang memerah.
Tapi pria itu tak ada di sampingnya, kemudian Diana mengambil sebuah kertas yang mengatakan jika Leon sedang ada urusan dan setelah urusannya selesai dia akan kembali ke sini.
Diana yang membaca tulisan tangan Leon hanya bisa diam dengan wajah yang memerah.
"Sadar Diana, pria itu adalah play boy dan tujuan mu hanyalah untuk menghancurkan wanita j*lang itu. Kau tak boleh sampai memiliki perasaan terhadap pria itu.." Ucap Diana pada dirinya sendiri.
Lalu Diana mulai bangkit dari tempat tidur, kaki mungil pun mulai berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Di dalam kamar mandi, Diana berendam di dalam bathtub dengan suhu air yang hangat.
"Nyaman nya.." Gumam Diana.
Untuk pertama kalinya, Diana merasakan hidup yang sangat nyaman seperti ini.
Dulu ketika dia bersama dengan Danu, dia harus hidup susah bersama dengan pria itu. Memulai semua bisnis mereka dari awal hingga sukses dan ketika Danu sudah sukses pria itu malah berpaling darinya dan berselingkuh dengan Karmila yang membuat bisnis mereka bangkrut.
"Setidaknya Leon kaya raya, jadi aku tak rugi juga untuk menggoda nya." Gumam Diana.
Kret..
Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka sendiri, Diana yang kaget pun langsung melihat ke arah pintu dan rupanya Leon sudah berdiri seraya melihat ke arahnya.
__ADS_1
"Apa tadi dia mendengar kata-kata ku?" Pikir Diana khawatir.
"Kau sudah bangun? aku kira kau belum bangun." Ucap Leon seraya berjalan ke arah Diana.
Diana pun tersenyum lega setidaknya Leon tidak mengetahui jika dirinya hanya memanfaatkan nya saja.
"Iya aku sudah bangun, kemari lah.." Ucap Diana seraya merentangkan tangannya.
Leon pun membuka pakaian nya dan membuangnya ke sembarang tempat, lalu kaki nya mulai masuk ke dalam bathtub dan memeluk Diana dari belakang.
"Tubuhmu harum, aku menyukainya." Ucap Leon seraya mencium leher Diana.
"Sungguh? Ku kira kau hanya menyukai bau tubuh istri mu." Jawab Diana sinis.
"Jangan bahas dia ketika sedang bersama ku, sekarang yang ada hanyalah kau dan aku." Ucap Leon.
Kemudian tangan Leon mulai meraba-raba gunung kembar milik Diana, wanita itu hanya menikmati seraya mengelus pipi Leon.
"Uh.. Geli.." Gumam Diana saat tangan Leon memainkan puncaknya.
Tapi bukannya berhenti Leon malah semakin menjadi, Diana hanya bisa mengelus pipi Leon seraya mengeluarkan suara - suara yang sangat merdu.
"Sayang.." Panggil Leon.
"Emm.. Iya?"
"Bagaimana jika kita liburan, apa kau mau?" Tanya Leon.
"Liburan? Emm.. Mau, tapi kemana?" Tanya Diana.
"Kau ingin berlibur ke mana?"
Kemudian Diana ingat tempat impian yang sangat ingin dia kunjungi yaitu Jepang, karena dulu Danu malah membawa Karmila berlibur ke Jepang.
"Aku ingin pergi berlibur ke Jepang."
"Sungguh? Baiklah, aku akan atur waktu nya."
"Kau serius?" Tanya Diana seraya membalikkan badannya menghadap Leon.
"Tentu, aku serius. Memang nya kapan aku bercanda?"
"Emm.. Tapi Jepang itu negara yang maju dan biaya berwisata di sana sangat mahal." Ucap Diana karena mengingat kondisi ekonomi nya dulu yang tak sanggup untuk pergi ke Jepang.
"Sayang, apa kau lupa siapa aku? Apa yang kau inginkan akan ku kabulkan. Kecuali.."
"kecuali apa?"
"Kecuali jika kau ingin pergi dari ku, aku tak akan mengabulkan nya."
__ADS_1