Kan Ku Rebut Suami Mu

Kan Ku Rebut Suami Mu
Kedatangan Yumna


__ADS_3

Leon masih menatap layar laptop miliknya, beberapa menit yang lalu layar itu masih menampilkan sosok Diana yang sedang berjongkok seraya menunggu, meski tubuhnya di guyur hujan tapi Diana masih menunggu Leon untuk datang tapi kini sosok Diana sudah pergi bersama pria yang Leon tahu adalah teman Diana.


"Apa yang sebenarnya kau inginkan? Apa kau ingin kembali menghancurkan hubungan ku? Lalu kau meninggalkanku lagi? Atau kau sedang kesulitan karena tidak memiliki uang dan ingin mendekati ku agar bisa mendapatkan uang?"


Kemudian Leon langsung menutup laptopnya, dia mulai memejamkan matanya. Dia masih mengingat penghinaan yang Diana berikan kepadanya, untuk pertama kalinya Leon di tipu oleh seorang wanita.


Perasaan nya yang tulus, telah di permainan begitu saja dan Leon tak akan pernah memaafkan penghinaan yang Diana berikan kepadanya. Meski sudah berlalu beberapa tahun, tapi perasaan terhina dan sakit nya masih tetap terasa sampai sekarang.


Bahkan bagi Leon, Diana tak pernah sekalipun meminta maaf kepada nya yang ada adalah ucapan kebanggaan atas apa yang telah di lakukan kepada nya.


"Diana sialan.." Maki Leon.


Leon mulai mengusap wajahnya secara kasar, rasa marah dan kesal mulai menyelimuti seluruh hatinya.


Tring.. Tring.. Tring..


Bunyi ponsel Leon mulai terdengar menggema di seluruh ruangan, dengan rasa bosan Leon mengambil handphone nya dan melihat sosok yang menelpon nya.


"Cih.." Tanpa pikir panjang, Leon langsung menutup panggilan dari Tunangan nya itu.


Hubungan mereka layaknya seperti kertas putih yang kosong tanpa adanya goresan sedikitpun, tak ada niatan di hati Leon untuk memberikan hal indah kepada Yumna.


Pada dasarnya Leon tidak mencintai wanita itu, pertunangan hanyalah sebuah alat untuk mendapatkan keuntungan bisnis.


Walaupun rengekan dan tangisan Yumna selalu menggema hampir setiap hari tapi Leon seakan tuli dan tak peduli kepada wanita itu.


Hatinya telah pernah hancur oleh satu wanita dan kini sudah tidak ada lagi hati untuk mencintai sosok wanita lain.


Baginya rasa cinta di kehidupan nya sudah mati bersama dengan penghinaan dari Diana.


Tangan Leon merasakan handphone nya bergetar, di lihatnya ribuan pesan dari Yumna terus berdatangan.


Tapi Leon tetap lah Leon, pria itu tidak tertarik untuk membalas satu pun pesan dari Tunangannya.


Jika boleh jujur, Leon sudah bosan berhubungan dengan Yumna. Dia ingin segera mengakhiri pertunangan ini tapi Leon hanya perlu menunggu waktu yang tepat agar bisnis nya tidak mengalami kerugian akibat pemutusan hubungan dengan Yumna.


Tok.. Tok.. Tok..


"Masuk."


"Tuan, Nona Yumna sedang menunggu di ruang tamu." Ucap seorang pelayan yang memberitahukan jika Yumna sudah datang ke rumah nya.

__ADS_1


"Di ruang tamu? kenapa kalian mengizinkan wanita itu untuk masuk?"


"Tapi hari sudah malam dan Nona Yumna datang sendirian, dan kami tak tega jika tidak membiarkan dia masuk."


"Sebenarnya kalian bekerja kepada ku atau dia?"


Pelayan itu hanya diam dan tak berani menjawab perkataan Leon.


"Suruh supir untuk mengantarkan pulang dan katakan aku sedang sibuk."


"Baik Tuan."


Setelah mengetahui itu, Pelayan langsung pergi untuk menemui Yumna.


"Maaf Nona, Tuan Leon sedang sibuk dan supir akan mengantar anda pulang."


"Siapa kau berani mengusir ku." Maki Yumna dengan nada tinggi.


"Maaf Nona, bukan saya tapi Tuan yang menyuruh Anda untuk pulang."


"Aku tidak percaya, aku tunangannya dan Leon tidak mungkin mengusir ku. Sebaiknya kau minggir."


"Ku bilang minggir, dasar bodoh.."


"Maaf Nona, ini sudah perintah Tuan. Dan saya tidak bisa membiarkan Anda untuk menemui Tuan."


"Kau tuli yah, ku bilang minggir."


"Maaf Nona, anda sebaiknya pulang dan supir akan mengantarkan anda untuk pulang."


Tanpa banyak bicara lagi, Yumna langsung mendorong tubuh pelayan itu hingga dia tersungkur ke lantai.


"Dasar pelayan rendahan, kau harusnya ingat derajat mu itu. Beraninya kau menghalangi jalan ku untuk bertemu dengan calon suami ku, awas saja yah. Ku pastikan kau akan di pecat."


Setelah memaki, Yumna langsung bergegas untuk menemui Leon.


Di saat Yumna hendak membuka pintu kamar Leon, raut wajahnya semakin kesal saat mengetahui jika pintu kamar Leon di kunci dari dalam.


Tok... Tok... Tok...


Yumna terus mengetuk pintu kamar Leon tapi tak ada sautan sama sekali dari Leon, bahkan pintu kamarnya masih tetap tertutup rapat.

__ADS_1


"Sayang.. Ini aku Yumna, cepat buka pintu nya. Aku kangen.."


Cukup lama Yumna memanggil-manggil Leon tapi pria itu seakan tidak ada di kamar nya, "Sayang..." Panggil Yumna sekali lagi dengan nada tinggi dan ketukan di pintu yang semakin keras.


"Nona sebaiknya anda segera pulang, Tuan sedang sibuk dan tidak bisa di ganggu."


"Apaan sih? Kau itu hanya pelayan jadi jangan banyak ngomong, kau ingat yah. Aku di sini majikan mu dan kau harus sopan jika berbicara dengan ku."


"Maaf Nona dan supir sudah menunggu untuk mengantarkan anda pulang."


"Gak, aku gak mau pulang. Lagi pula ini rumah calon suami ku, atas dasar apa kau berani menyuruh ku pulang."


"Maaf Nona tapi ini perintah Tuan."


"Alah.. Banyak bac*t."


Mendengar pertengkaran antara Yumna dengan seorang pelayan muda, Seorang wanita tua dengan pakaian pelayan pun datang menghampiri Yumna.


Wajahnya menunjukkan ketidak adanya rasa takut terhadap Yumna.


"Nona Yumna, sebaiknya anda segera pulang dan jangan buat Tuan Leon marah." Ucap Kepala pelayan.


"Siapa kau? Beraninya menyuruh ku untuk pulang, apa kau lupa siapa aku? Aku calon istri Leon."


"Maaf Nona, ini adalah permintaan Tuan Leon sendiri dan anda harus cepat pergi dari sini."


"Beraninya kau yah, dasar pelayan rendahan."


"Mari saya antar."


Mendengar pelayan itu seakan menghiraukan ucapannya, Yumna semakin marah.


"Aku bilang aku gak mau pergi.. Ini rumah calon suami ku, dan aku adalah calon istri nya. Jadi kalian tidak berhak mengusir ku dan harusnya kalian mengikuti perintah ku karena aku adalah majikan kalian. Cepat buka pintu kau Leon, SEKARANG.."


"Maaf Nona, anda bukan majikan saya. Majikan saya hanyalah Tuan Leon dan saya tidak memiliki hak untuk mengikuti permintaan anda, meski anda calon istri Tuan Leon. Tapi anda belum menjadi Nyonya rumah di kediaman ini."


"Kau... Beraninya kau mengatakan hal itu, aku pastikan kau akan di pecat. Pelayan.. Cepat usir wanita tua menyebalkan itu dari rumah ini." Ucap Yumna kepada Pelayan yang lain agar mengusir kepala pelayan.


Tapi tak ada pelayan yang berani melakukan hal itu.


"Maaf Nona, di rumah ini perintah anda tidak akan berlaku sama sekali karena perintah yang layak kamu lakukan hanyalah perintah dari Tuan Leon, orang yang menjadi majikan kami."

__ADS_1


__ADS_2