Kan Ku Rebut Suami Mu

Kan Ku Rebut Suami Mu
Memutuskan hubungan


__ADS_3

Leon yang berada di rumah langsung di buat kesal saat melihat Yumna yang tengah duduk di ruang tamu.


"Untuk apa lagi kau datang ke sini?"


"Untuk apa kau bilang? kau mengatakan kata putus dengan gampangnya. Ingat Leon, kita bukan sekedar pacaran, kita sudah bertunangan dan kau tidak bisa memutuskan begitu saja."


"Bagi ku bertunangan dan berpacaran sama saja, tidak ada bedanya."


"Kau.. Bertunangan itu hampir seperti menikah dan jika kau masih ingin memutuskan hubungan ini.. Kau harus membayar denda." Ucap Yumna.


"Denda apa?" Tanya Leon.


"Tentu saja denda kerugian, dan aku mengingat 30% dari saham yang ada di perusahaan mu." Ucap Yumna.


Mendengar perkataan Yumna, Leon hanya tersenyum tipis.


"Kau ingin memeras ku?" Tanya Leon.


"Tidak, tapi aku hanya ingin mengambil hak ku."


"Hak mu? Sejak kapan, saham di perusahaan milik ku menjadi hak mu? Apa kau pernah menanam modal di perusahaan ku? Atau kau pernah berkontribusi langsung terhadap perusahaan ku? Dan dengan enteng nya kau meminta saham 30%."


"Iya, aku memang tidak pernah melakukan apa yang kau katakan. Tapi aku sudah menghabiskan waktu bertahun-tahun bersama mu dan itu telah membuang waktu ku. Dan aku sangat rugi.."


"Jadi kau tetap ingin mendapatkan saham itu?"


"Iya, jika kau tidak ingin memberikan nya maka kau tidak bisa memutuskan hubungan ini."


"Baiklah jika kau memaksa."


"Kau ingin memberikan saham itu?"


"Tentu saja tidak, orang bodoh mana yang ingin memberikan saham nya hanya untuk ancaman seperti ini."


"Jadi kau ingin tetap bersama ku."

__ADS_1


"Tentu saja tidak, tapi aku akan mengambil jalur hukum dan ku pastikan kau akan menangis di bawah kaki ku dan mengemis meminta permohonan ampun kepada ku." Bisik Leon.


Mendengar perkataan Leon, Yumna serasa merinding. Setelah mengatakan itu, Leon langsung menyuruh Yumna untuk segera pulang karena dia tidak ingin bertemu dengan wanita itu lagi.


Yumna yang kesal hanya bisa menggigit jari, tidak mungkin kan Leon sampai berani membawa hal ini ke pengadilan.


Yumna pun segera pulang ke rumah, tapi sesampainya di rumah dia langsung di marahi perihal masalah Leon.


Yumna yang kesal pun hanya bisa mengurung dirinya di kamar.


Sementara itu...


Leon yang berada di rumah masih memikirkan Diana, lalu mata Leon tertuju pada sebuah cincin yang sudah dia siapkan untuk Diana.


Leon masih tidak bisa membayangkan bagaimana ekspresi Diana saat dirinya memberikan cincin ini.


"Bagaimana aku mengatakan nya kepada Diana?"


Di saat Leon tengah memikirkan Diana, tiba-tiba ponselnya berdering dan itu panggilan dari ayah Yumna.


Leon pun langsung menerima panggilan dari pria itu, saat Leon mendengarkan ucapan ayah Yumna.


"Baiklah karena kau orang baik, aku juga tidak akan memutuskan kerja sama dengan perusahaan mu."


Setelah perbincangan singkat itu, Leon hanya tersenyum singkat.


"Apa sekarang aku harus pergi ke rumah Diana? Atau besok?" Pikir Leon.


"Mungkin besok saja,"


Lalu Leon langsung memanggil kepala pelayan untuk membeli pakaian anak-anak dan juga pakaian wanita.


Leon ingin saat Diana datang ke sini, perempuan itu terkejut dengan hadiah yang sudah dia siapkan untuk nya.


Keesokan harinya...

__ADS_1


Leon tengah bersiap untuk pergi ke rumah Diana, setelah selesai Leon segera pergi ke rumah Diana.


Sesampainya di sana, Leon melihat Diana tengah membaca buku di teras rumah.


"Leon?" Tanya Diana heran saat melihat pria itu datang ke rumah nya pagi-pagi seperti ini.


"Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Diana.


"Memang nya tak boleh aku datang?" Tanya Leon.


"Tentu saja boleh." Jawab Diana, nampak Diana melihat ke atas dan ke bawah.


"Ada acara apa? Tampilan mu sangat rapih, apa kau akan menikah?" Tanya Diana yang tahu jika Leon sudah memiliki tunangan.


"Iya, aku akan menikah." Jawab Leon.


Nampak Diana terdiam dengan mata yang sedikit terkejut. Tapi dia langsung tersenyum berusaha untuk menyembunyikan rasa keterkejutan nya.


"Oh.. Selamat yah." Jawab Diana.


"Kau tidak bertanya, aku menikah dengan siapa?" Tanya Leon.


"Bukan kah dengan Yumna, atau kau sudah dapat wanita lain."


"Iya, aku sudah punya calon lain yang lebih sempurna dari Yumna."


"Oh.. Sungguh, beruntung sekali wanita itu." Ucap Diana seakan kecewa.


"Iya."


"Ya sudah, mari masuk. Anak-anak pasti senang melihat mu datang."


"Tunggu..."


"Ada apa?"

__ADS_1


Lalu Leon pun mengambil sebuah benda dari saku jas nya, perlahan Leon berlutut di hadapan Diana.


"Diana... Will you marry me."


__ADS_2