
Diana terdiam dengan tangan yang memeluk kedua lututnya, tetesan air terus membasahi seluruh tubuhnya.
Tapi tak terdengar suara gerbang di buka, Diana hanya bisa diam seraya memejamkan mata, yang hanya bisa dia lakukan sekarang adalah menunggu dan meminta bantuan kepada Leon karena pria itulah satu-satunya yang bisa menjadi penyelamat hidup putranya.
Lalu mata Diana menatap ke arah pintu gerbang, pintu nya masih tertutup rapat dan tidak ada tanda-tanda akan di buka.
"Leon.. Ku mohon.." Gumam Diana.
Lalu mata Diana menatap silau pantulan cahaya mobil yang menyinari dirinya, kemudian sosok pria langsung keluar dari dalam mobil.
"Apa yang sedang kau lakukan di sini?" Tanya Reyhan seraya menutupi tubuh Diana dengan jas miliknya.
Lalu Reyhan langsung membawa Diana untuk segera masuk ke dalam mobil.
Sekilas Reyhan melihat cctv yang terpasang di gerbang, dengan tatapan kesal Reyhan langsung pergi meninggalkan rumah Leon.
"Apa kau gila, lihat dirimu... Kau basah kuyup seperti ini." Ucap Reyhan seraya memberikan handuk kepada Diana.
Diana hanya bisa diam, lalu Reyhan mulai melajukan mobilnya dan pergi meninggalkan rumah Leon.
"Aku tahu kau sangat ingin membuat Luis sembuh, tapi tidak seperti itu caranya Diana. Percuma kau melakukan hal itu, pria itu tak akan pernah melirik mu ataupun mengabulkan permohonan mu." Ucap Reyhan kesal saat melihat kondisi Diana seperti ini.
"Tapi Leon satu-satunya orang yang bisa membantu Luis."
"Iya aku tahu, tapi bukan hanya Leon yang bisa membantu Luis. Masih banyak orang yang tulang sumsum nya cocok dengan Luis, dan yang kau lakukan hanyalah sabar.. Kita pasti akan bisa menemukan pendonor yang cocok untuk Luis."
Perlahan air mata Diana mulai mengalir, Reyhan yang melihat hal itu merasa tak tega. Dia mungkin terlalu keras memarahi Diana.
"Hiks... Hiks... Hiks.. Aku merasa menjadi ibu yang gagal untuk Luis... Aku tak bisa menjaga nya dengan baik, hiks... Sungguh aku adalah ibu yang gagal untuk putra ku.." Ucap Diana seraya menangis.
"Sudah Diana jangan menangis, kau bukan ibu yang gagal untuk Luis.. Ini semua sudah takdir, dan ini bukan salah mu."
Mendengar perkataan Reyhan, Diana hanya bisa diam seraya menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Dia masih memikirkan kondisi Luis yang semakin hari semakin parah.
"Sekarang lebih baik, aku mengantar mu pulang."
"Tapi aku harus menjaga Luis."
"Diana! Di rumah sakit juga ada perawat yang menjaga Luis, dan ingat kau masih ada Lucas yang juga harus kau jaga.. Jangan sampai karena Luis sakit, kau jadi mengabaikan Lucas. Dia juga putra mu, dia juga membutuhkan perhatian mu." Ucap Reyhan.
Mendengar perawatan Reyhan, Diana baru tersadar jika dia masih memiliki Lucas. Salah satu putranya yang sudah beberapa hari tidak di beri perhatian oleh nya.
Lalu mobil Reyhan melaju ke arah rumah Nina untuk menjemput Lucas, sesampainya di sana. Nina terkejut melihat keadaan Diana yang basah kuyup.
"Kenapa kau bisa basa kuyup seperti ini?" Tanya Nina.
Tapi Diana hanya diam dan enggan untuk menjawab pertanyaan Nina.
"Nina sebaiknya kau pinjamkan pakaian mu untuk Diana, nanti dia masuk angin." Ucap Reyhan.
"Baik, ayo." Ajak Nina kepada Diana.
"Aku minta maaf yah sudah merepotkan mu," Ucap Diana menyesal.
"Enggak papa kok, lagi pula Lucas anak yang lucu dan aku senang menjaga nya." Ucap Nina.
"Aku ucapkan terimakasih yah,"
"Iya sama-sama," Jawab Nina.
Lalu Diana langsung membawa Lucas untuk pulang ke rumah nya, Reyhan pun segera berpamitan kepada Nina karena dia akan mengantarkan Diana untuk pulang ke rumah.
Di dalam mobil..
Lucas nampak tengah tertidur pulas di pangkuan Diana, wanita itu hanya tersenyum seraya mengelus punggung putranya.
__ADS_1
"Sekarang kau jaga kesehatan mu, jangan pernah melakukan hal seperti itu lagi." Ucap Reyhan mengingatkan Diana agar tidak mengemis kepada pria itu.
"Iya Kak," Jawab Diana.
"Baguslah jika kau tak akan melakukan hal itu lagi, karena aku tak ingin melihat mu suatu saat di permalukan oleh pria itu." Ucap Reyhan.
"Iya.."
Mendengar jawaban singkat Diana, Reyhan hanya bisa tersenyum tipis.
Sesampainya di Villa milik Diana, Reyhan langsung keluar dari dalam mobil seraya membawa payung.
Kemudian dia membantu Diana membuka pintu dan langsung memayungi tubuh Diana agar tidak terkena air hujan.
"Terimakasih Kak."
"Sama-sama, lebih baik sekarang kau baringkan dulu Lucas. Kasihan, dia dari tadi tertidur dengan posisi kurang nyaman." Ucap Reyhan.
"Iya, kak Reyhan duduk saja dulu. Aku akan segera kembali," Ucap Diana.
"Baik."
Kemudian Diana langsung bergegas pergi ke kamar untuk menidurkan Lucas, tak beberapa lama Diana kembali ke ruang tamu untuk menemui Reyhan.
"Apa Kak Reyhan ingin minum?"
"Emm.. Aku ingin teh hangat saja."
"Baiklah, tunggu sebentar yah."
Tak beberapa lama Diana pun kembali dengan secangkir teh hangat untuk Reyhan.
"Terimakasih yah." Ucap Reyhan seraya meminum minuman buatan Diana.
__ADS_1
"Sama-sama Kak."
Setelah itu hanya ada keheningan antara Diana dan juga Reyhan.