Kan Ku Rebut Suami Mu

Kan Ku Rebut Suami Mu
Perpisahan yang menyakitkan


__ADS_3

Karmila nampak sangat senang hari ini, dia berjalan dengan langkah cepat memasuki perusahaan milik Leon.


Meski banyak yang menghadang Karmila tapi wanita itu tetap menerobos masuk.


"Ada apa?" Tanya Leon yang melihat kedatangan Karmila.


Karmila dengan senyuman milik nya berjalan mendekati Leon.


"Aku ada sesuatu yang ingin ku berikan kepada mu." Jawab Karmila.


"Apa itu? Apakah penting? atau ini hanya akal busuk mu untuk menemui ku?" Tanya Leon.


Mendengar perkataan Leon, Karmila langsung tertawa ringan.


"Leon.. Leon, kau sangat narsis. Tapi aku yakin kau akan sangat terkejut saat melihat ini." Ucap Karmila seraya menunjukkan ponsel milik nya.


"Terkejut? Sebaiknya kau katakan langsung, jangan bertele-tele seperti ini. Aku tidak suka," Jawab Leon.


"Baiklah.." Jawab Karmila.


Kemudian Karmila menyerahkan ponsel miliknya, dan saat Leon melihat video yang Karmila tunjukkan kepada nya. Matanya nampak menunjukkan rasa terkejut.


"Bagaimana? Apa sekarang kau tahu bagaimana wajah asli wanita itu?" Tanya Karmila.


"Apa kau ingin menipu ku?" Tanya Leon.


"Menipu mu? Untuk apa aku menipu mu, aku hanya ingin kau tahu bahwa wanita itu hanya memanfaatkan mu untuk balas dendam kepada ku." Jawab Karmila.


Mendengar perkataan Karmila ada perasaan tak percaya di hati Leon, wanita yang sangat lembut kepada nya tidak mungkin memanfaatkan perasannya hanya untuk balas dendam kepada Karmila.


"Sadarlah Leon, kau hanya di manfaatkan oleh Diana. Jika kau tak percaya, kau bisa tanyakan langsung pada wanita itu sambil menunjukkan video ini." Ucap Karmila seraya mengirimkan video tersebut kepada Leon.


Setelah mengatakan itu, Karmila segera pergi meninggalkan Leon sendirian.

__ADS_1


"Jika aku tak bisa mendapatkan Leon, jangan harap kau juga bisa mendapatkan pria itu." Ucap Karmila seraya tersenyum puas.


Melihat kepergian Karmila, Leon langsung mengambil handphone nya.


Dia melihat pesan chat dari Karmila yang berisikan video tersebut, Leon nampak memejamkan matanya lalu sedetik kemudian dia langsung bangkit untuk segera pulang ke apartemen untuk menemui Diana.


Sesampainya di apartemen, Leon nampak melihat Diana tengah menyiapkan makan siang untuk Leon.


"Sayang, kamu sudah pulang?" Tanya Diana seraya berjalan ke arah Leon.


Tapi Diana langsung terdiam saat melihat tatapan Leon yang aneh kepada nya.


"Ada apa?" Tanya Diana.


Kemudian Leon tanpa berbicara langsung memberikan ponselnya kepada Diana untuk melihat video yang Karmila kirim.


Seketika Diana langsung terdiam, bagaimana bisa percakapan nya dengan Nina tempo lalu bisa di rekam dan siapa yang telah merekam percakapan mereka.


"Apa itu benar?" Tanya Leon.


"Apa itu benar, Diana?" Tanya Leon dengan tatapan dingin.


"Dari mana kau mendapatkan video ini?" Tanya Diana.


"Jangan mengalihkan pertanyaan ku, apa itu benar?" Tanya Leon sekali lagi.


Tapi Diana tetap diam dan tak ingin menjawab pertanyaan Leon.


"Aku paling benci jika di manfaatkan hanya untuk kepentingan pribadi mu, kau boleh memaafkan harta ku tapi tidak perasaan ku, Diana. Jawab pertanyaan ku, apa itu benar..." Teriak Leon seraya mencengkeram bahu Diana.


Diana yang tak bisa mengelak pun langsung mengakui semuanya.


"Iya itu semua benar, aku hanya memanfaatkan mu agar kau menceraikan Karmila. Aku melakukan itu karena Karmila...." Sebelum Diana menyelesaikan perkataannya Leon langsung memotong ucapan wanita itu.

__ADS_1


"Aku tak ingin mendengar alasan kenapa kau melakukan hal itu, tapi aku paling tak suka kepada wanita yang telah memanfaatkan perasaan ku.. Dan kau ingin meninggalkan ku setelah berhasil menghancurkan rumah tangga ku?" Tanya Leon.


Tapi Diana tetap hanya diam, dia tak mampu untuk menjawab perkataan Leon.


"Aku tak menyangka jika selama ini palsu, semua ucapan cinta mu itu hanya palsu? Dan aku memberikan selamat untuk mu Diana karena kau bukan hanya telah menghancurkan Karmila, tapi kau juga sudah menghancurkan hati ku.. Kau menghancurkan cinta ku untuk mu.. Kau telah menghancurkan semua nya." Ucap Leon.


Diana tak bisa menjawab tapi dia merasa sangat emosi kepada Leon karena pria itu tak memberikan nya waktu untuk menjelaskan.


"Iya, dan sekarang kau sudah tahu bahwa aku hanya bermain-main dengan mu, dan sebaiknya kita akhiri permainan ini karena aku sudah muak untuk melayani pria seperti mu." Ucap Diana dengan mata yang berkaca-kaca.


Nampak Leon berjalan mendekati Diana, dan wanita itu nampak mundur hingga punggung nya menabrak cermin.


Terlihat tangan Leon hendak meninju Diana, wanita itu secara refleks langsung menutup matanya.


Brak...


Diana terdiam, lalu matanya perlahan terbuka nampak tangan Leon meninju cermin yang ada di belakang punggung Diana hingga cermin itu retak dan tangan Leon mengeluarkan darah.


"Aku harap kita tak akan pernah bertemu lagi, dan jangan pernah menunjukkan wajah mu di depan ku karena aku sungguh sangat membencimu." Ucap Leon.


Setelah mengatakan hal itu, Leon langsung bergegas pergi meninggalkan Diana seorang diri.


Melihat kepergian Leon yang menghilang di balik pintu, kaki Diana langsung lemas seketika tubuhnya mulai ambruk ke lantai.


Matanya menatap ke arah depan, perlahan butiran air mata mulai membanjiri kedua pipi nya.


Dada nya terasa sesak, Diana tak bisa menahan rasa sakit dan sedih di hatinya.


Ini memang rencananya dari awal tapi dia tak menyangka jika perpisahan nya dengan Leon akan membuat hatinya sesakit ini.


Nampak Diana mengeluarkan sebuah benda kecil dari saku celananya, tadinya dia ingin memberikan Leon kejutan karena dirinya tengah mengandung benih milik Leon.


Tapi nyatanya Diana lah yang di buat terkejut dengan kejadian saat ini.

__ADS_1


Di sela-sela keheningan apartemen, Diana terus menangis.


__ADS_2