Kan Ku Rebut Suami Mu

Kan Ku Rebut Suami Mu
Mengakhiri hubungan


__ADS_3

Diana nampak terdiam ketika Nina melontarkan pertanyaan tersebut.


"Emmm... Kenapa kau bertanya seperti itu?" Tanya Diana.


"Memang nya gak boleh?" Tanya Nina balik.


Tapi Diana enggan untuk menjawab pertanyaan yang Nina lontarkan kepadanya, Diana lalu berjalan seraya membawa piring-piring kotor untuk segera di cuci.


"Apa barang-barang Danu masih ada?" Tanya Nina.


"Sudah tidak ada, aku sudah lama membuang barang-barang pria itu." Jawab Diana..


"Baguslah,"


Tak beberapa lama terdengar lagi ponsel milik Diana terus berbunyi dengan keras tapi Diana hanya diam dan tak ada niatan untuk menjawab panggilan dari Leon.


***


Leon nampak kesal, matanya terus melihat ke ponsel miliknya yang tengah di pegang nya.


Leon dari tadi terus berusaha untuk menelpon Diana tapi wanita itu tak mengangkat panggilan nya sama sekali, bahkan satu pesan chat dari nya pun tak ada yang di baca.


"Kemana wanita itu?" Gumam Leon.


Lalu Leon teringat akan Reyhan, pria yang terakhir kali pergi bersama dengan Diana.


"Apa, Diana sedang bersama dengan pria itu?" Pikir Leon.


Kemudian Leon kembali menelpon Diana tapi tak ada jawaban dari wanita itu.


"Kemana dia pergi," Gumam Leon.


Tring..


Sebuah pesan masuk ke handphone milik Leon, pria itu dengan antusias langsung melihat isi pesan yang rupanya dari Diana.


"Kau tak perlu lagi menelpon ku."


Membaca isi pesan tersebut, Leon langsung mengerutkan keningnya.


Apa yang di maksud Diana?


Kemudian Leon langsung menelpon Diana dan kini panggilan dari nya di angkat oleh Diana.


"Sayang, kau dimana?"


"Itu bukan urusan mu."


"Apa maksud mu? Sekarang kau dimana, aku akan menjemputmu sekarang."

__ADS_1


"Tidak perlu.."


"Kenapa? Ada apa dengan mu?"


"Kenapa? Kau masih bertanya kenapa?"


"Katakan dengan jelas Diana, ada apa?"


"Kau pikir semua ini apa? Hubungan kita selama ini kau anggap apa sih?"


"Tentu saja kau kekasih ku."


"Kekasih? Hanya sebatas kekasih? Atau aku hanya sebatas wanita penghangat ranjang mu saja? Apa kau menganggap ku seorang p*lacur?"


"Tentu saja tidak, aku tak menganggap mu seperti itu."


"Tidak menganggap ku seperti itu? Lantas kau anggap aku apa? Ketika kau menginginkan hal itu kau datang pada ku, dan setelah puas kau pergi dengan istri mu itu."


"Apa yang kau katakan, Diana."


"Apa yang ku katakan? Kau pasti mengerti kan apa yang ku katakan. Aku sudah lelah.."


"Jangan ulangi kata-kata itu lagi, Diana."


"Tapi ini memang faktanya, aku cape.. Aku cape, Leon. Aku cape hanya di jadikan budak **** mu Saja. Aku juga punya hati.."


"Baiklah, kita bicarakan secara baik-baik. Kau dimana? aku akan menjemputmu, dan kita bicarakan semua masalah ini."


"Kita bicarakan semua nya, Diana. Kau jangan mengatakan hal seperti itu lagi, aku tak akan mengizinkan mu untuk pergi dari kehidupan ku."


"Tidak, aku juga ingin bahagia. Aku juga ingin bisa menikmati hidup yang indah bersama dengan pria yang hanya menjadi milik ku seorang, baik hatinya maupun status nya. Aku tak ingin menjadi wanita nomor 2, aku tak ingin.. Dan kau tak bisa memberikan ku hal itu, jadi aku lebih memilih untuk mengakhiri semua nya."


"Tidak, aku tak mengizinkan mu, kau dimana? Kita bertemu sekarang!"


Tut.. Tut.. Tut..


Diana langsung mematikan panggilan dari Leon, Leon seketika langsung marah.


Tring..


Tak beberapa lama sebelum pesan chat masuk ke handphone milik Leon, dan rupanya itu adalah pesan dari Diana yang menentukan tempat mereka bertemu nanti.


***


Diana dan Nina tengah tertawa bersama, kini mereka berdua sudah berhasil memancing Leon dan untungnya Leon bisa menggigit umpan tersebut dengan sangat baik.


"Sekarang yang harus ku lakukan adalah membuat Leon bertekuk lutut dan menceraikan Karmila dengan cepat." Ucap Diana dengan tatapan mata yang serius.


"Iya, kau harus cepat-cepat membuat Leon segera meninggalkan wanita hina itu."

__ADS_1


"Iya, tapi sebenarnya aku masih belum puas jika hanya melihat Karmila sekedar di tinggalkan oleh Leon."


"Lalu, kau ingin bagaimana?" Tanya Nina.


"Entahlah, aku akan memikirkan nya nanti. Tapi sekarang, kau harus siap-siap untuk bertemu dengan Leon."


"Baguslah, ingat kau harus jual mahal.. Jangan buat seperti dirimu yang menginginkan nya tapi buatlah, dia yang menginginkan mu." Ucap Nina mengingatkan.


"Tenang, sekarang aku tak akan salah langkah lagi." Jawab Diana.


***


Nampak Leon tengah duduk seraya menunggu Diana, di tangan nya sudah ada buket bunga mawar untuk Diana.


Kali ini mereka bertemu di salah satu restoran dan Leon pun dengan sengaja menyewa restoran itu hanya untuk mereka berdua.


Tak beberapa lama, wanita yang dia tunggu pun tiba.


Diana dengan gaun berwarna navy berjalan mendekati Leon, tatapan matanya nampak acuh dan seakan tak peduli dengan keberadaan Leon.


"Sayang." Panggil Leon seraya mendekati Diana hendak memeluk nya tapi Diana langsung menghentikan hal itu.


"Kita langsung saja pada intinya." Ucap Diana seraya duduk.


Leon pun hanya tersenyum tipis, lalu dia duduk berhadapan dengan Diana.


"Aku tak ingin mengakhiri hubungan kita." Ucap Leon langsung pada intinya pembicaraan nya.


"Tapi bagaimana jika aku menginginkan hubungan ini berakhir?" Tanya Diana.


"Beri aku alasan." Jawab Leon.


"Alasan? Kau ingin alasan nya? Kau pria yang sudah memiliki istri dan tak akan pernah ada kesempatan untuk ku bisa menjadi istri mu, yang ada ku hanyalah sebagai kekasih gelap mu. Dan aku tak menginginkan hal itu," Ucap Diana.


"Tapi apa kau mencintai ku?" Tanya Leon dengan tatapan serius.


Diana terdiam, "Ini saat nya.." Pikir Diana.


"Tentu saja tidak, aku tidak mencintaimu.." Ucap Diana seraya menundukkan kepalanya, lalu terdengar suara Isak tangis dari mulut kecil Diana.


Leon yang mendengar suara Isak tangis Diana, langsung bangkit dan duduk di samping wanita itu.


"Diana, kau menangis?" Tanya Leon seraya hendak melihat wajah Diana.


"Tidak.. hiks.. aku tidak menangis." Jawab Diana seraya memalingkan wajahnya agar Leon tak melihat wajah nya.


Lalu Leon langsung memeluk Diana, tapi Diana segera melepaskan pelukan pria itu.


"Aku tahu sayang, kau sangat mencintai ku.. Aku berjanji aku segera memberikan status yang pasti untuk mu, dan aku tak akan lagi memaksa mu untuk melakukan hal yang tak ingin kau lakukan. Jadi sekarang, kembali kepada Ku.."

__ADS_1


Mendengar perkataan Leon, Diana yang tengah menangis sambil menundukkan kepalanya. Nampak tersenyum tipis.


__ADS_2