
Nina berjalan dengan tangan yang memegang beberapa foto hasil pemotretan Diana, matanya terus melihat ke sekeliling.
Kemudian Nina tersenyum saat melihat Leon tengah berjalan, dengan langkah buru-buru Nina menabrak Leon hingga foto-foto di tangannya berjatuhan ke lantai.
"Maaf Pak Leon, saya tidak sengaja.." Ucap Nina meminta maaf seraya mengambil foto-foto yang berserakan di lantai.
Leon yang melihat itu langsung memungut salah satu foto, matanya menatap lebar foto di tangannya.
"Kapan ini di ambil?" Tanya Leon dingin.
"Foto itu, kemarin di ambil bersama dengan model pria kita."
"Kenapa tak ada yang memberitahu tentang ini?" Tanya Leon.
"Maaf Pak, saya kurang tahu tentang hal itu."
"Baiklah, kau boleh pergi sekarang."
"Baik Pak Leon, saya permisi."
Setelah mendengar perkataan Leon, Nina langsung bergegas pergi. Di dalam hatinya dia bersorak ria karena tugas yang di berikan Diana kepada nya telah berjalan dengan lancar.
Leon dengan kesal berjalan masuk ke ruangan miliknya, tangannya masih memegangi foto yang tadi dia pungut.
Foto itu berisikan adegan intim antara Diana dengan seorang pria, meski Leon tahu ini di lakukan karena pekerjaan tapi Leon tak suka melihat wanita miliknya di sentuh-sentuh oleh pria.
Kemudian Leon langsung menelpon fotografer yang melakukan pemotretan kepada Diana, setelah fotografer itu datang ke ruangan Leon.
Leon langsung memarahinya karena telah melakukan pemotretan yang bersikap intim seperti itu tanpa memberitahukan kepada nya.
"Maafkan saya Pak Leon, saya tidak akan mengulanginya lagi."
"Sebaiknya kau pegang kata-kata mu, dan sebaiknya kau segera pergi dari sini. Aku muak melihat wajah mu."
"Baik Pak Leon, saya permisi."
Setelah kepergian fotografer itu, Leon langsung mengambil ponselnya dan segera menghubungi Diana.
Tapi wanita itu tak menjawab telpon darinya, beberapa kali Leon mencoba menelpon Diana tapi wanita itu tetap tak mengangkat panggilan dari nya.
"Kemana wanita itu pergi, aku sudah menelpon nya beberapa kali tapi dia tak mengangkat panggilan ku satu pun."
Leon yang kesal karena Diana mengabaikan panggilan dari nya pun langsung menyuruh bawahannya untuk memanggil Diana ke ruangannya.
Tak lama menunggu, akhirnya Diana pun datang. Wanita itu dengan langkah malas masuk ke ruangan Leon.
"Ada apa Pak Leon memanggil saya?" Tanya Diana dengan bahasa formal.
Mendengar perkataan Diana langsung membuat Leon naik darah, dengan cepat Leon menarik tangan Diana.
__ADS_1
"Kenapa kau mengabaikan panggilan ku?" tanya Leon.
Dengan pelan Diana pun mendorong tubuh Leon agar menjauh darinya.
"Sebaiknya Pak Leon telpon istri anda saja, dan jika tak ada kepentingan lain saya permisi."
Leon yang kesal karena Diana mengabaikan nya langsung menarik wanita itu ke pelukannya.
"Ada apa dengan mu, sayang?" tanya Leon.
Mendengar rayuan Leon, Diana langsung memalingkan wajahnya.
"Apa kau kesal? Katakan jangan seperti ini." Rayu Leon.
"Untuk apa kau peduli, peduli kan saja istri mu. Bukan kah kemarin kau telah bersenang-senang bersama nya hingga melupakan ku? Memang yah omongan pria itu tak bisa di pegang." Jawab Diana dengan sinis.
Mendengar perkataan Diana membuat Leon langsung terkekeh, ternyata wanita di pelukannya itu tengah cemburu.
"Apa kekasih ku ini cemburu?" Goda Leon.
"Siapa yang cemburu, lepaskan.." Ucap Diana memberontak.
Tapi bukannya melepaskan, Leon malah memeluk Diana semakin erat.
"Sayang, aku bukan mengabaikan mu tapi itu kepentingan bisnis jadi aku harus pergi dengannya." Ucap Leon.
"Ya sudah, sekarang kau habiskan waktu saja dengan nya. Lagi pula kau suaminya dan dia istri mu, apa urusannya dengan ku." Jawab Diana.
Leon yang melihat kepergian Diana hanya bisa tersenyum tipis, biasa nya tak ada wanita yang ingin pergi ketika berada di dalam pelukannya.
Kemudian Leon langsung menelpon asistennya untuk membelikan nya bunga mawar sebanyak 99 tangkai.
"Baiklah sayang." Gumam Leon.
Diana yang baru keluar dari ruangan Leon pun hanya bisa tersenyum tipis, kini rencananya telah berhasil.
"Kita lihat saja, apa yang akan terjadi selanjutnya." Gumam Diana.
Kemudian dengan langkah pelan Diana langsung keluar dari perusahaan, tapi tak sengaja Diana berpapasan dengan wanita yang menjadi tujuan hidup nya.
"Kau..." Tunjuk Karmila saat melihat Diana baru keluar dari perusahaan suaminya.
Diana hanya tersenyum seraya mengejek Karmila.
"Apa yang kau lakukan di perusahaan suami ku?" Tanya Karmila dengan nada yang tinggi.
"Tentu saja. Emm.. Kau bisa pikirkan sendiri," Jawab Diana seraya pergi meninggalkan Karmila yang tengah di landa kemarahan.
"Apa yang sedang wanita itu lakukan di sini?" Gumam Karmila.
__ADS_1
Kemudian Karmila langsung berjalan mengejar Diana, tangan Diana langsung di tarik oleh Karmila.
Diana hanya diam seraya menarik tangannya dari cengkraman Karmila.
"Apa yang sedang kau lakukan di sini?"
"Aku sedang melakukan apa? Emm.. Apa yah? Mungkin aku sedang melakukan apa yang dulu kau lakukan." Jawab Diana seraya tersenyum mengejek.
"Kau.." Tunjuk Karmila marah.
"Apa?"
"Sebaiknya kau jangan macam-macam Diana, aku bisa menghancurkan hidup mu sama seperti dulu."
"Ah.. Aku takut, baiklah kamu tenang saja aku tak akan melakukan suatu hal. Lagi pula untuk apa kau takut, tenang saja aku tak memiliki bakat j*lang seperti mu."
"Kau.."
"Sebaiknya kau cepat pergi menemui suami mu, nanti dia di ambil wanita lain."
Mendengar ucapan Diana, Karmila langsung pergi meninggalkan Diana.
"Apa sekarang kau takut?" Gumam Diana seraya tersenyum puas.
Karmila berjalan cepat menuju ke ruangan suaminya, perlahan Karmila langsung membuka pintu ruangan itu.
Leon yang melihat Karmila datang hanya menatap heran wanita itu.
"Ada apa?" Tanya Leon.
"Emm.. tidak ada, aku hanya ingin mengajak makan siang."
"Kau tunggu dulu, aku masih memiliki beberapa urusan."
"Baik sayang."
Mendengar jawaban Leon, Karmila bisa menghela nafas. Suaminya masih tetap sama seperti biasanya.
"Dasar wanita gila, beraninya dia menakuti ku dengan perkataannya yang tak masuk akal itu. Dan bodohnya aku, kenapa harus percaya dengan ucapannya.."
Karmila pun mulai duduk seraya menunggu Leon selesai mengerjakan pekerjaannya, "Bagaimana jika kita memesan makanan saja, aku takut kau akan kelelahan karena pekerjaan mu yang seperti nya sangat banyak." Usul Karmila.
"Baiklah, aku akan menelpon seseorang untuk mengantarkan makanan. Kau ingin makan apa?" Tanya Leon.
Setelah itu Karmila langsung memesan beberapa makanan untuk dirinya dan juga Leon.
Setelah menunggu cukup lama, terdengar suara ketukan pintu. Karmila yang mendengar nya langsung menyuruh orang yang ada di luar untuk masuk ke dalam.
"Maaf Tuan, mawar nya akan di simpan dimana?"
__ADS_1
"Hah? Mawar?" Tanya Karmila seraya melihat ke arah Leon.