Kan Ku Rebut Suami Mu

Kan Ku Rebut Suami Mu
Berkeringat bersama


__ADS_3

Mendengar perkataan Leon, Diana hanya tersenyum tipis.


"Tapi bagaimana jika aku ingin pergi darimu?" Tanya Diana seraya memainkan jarinya di dada bidang Leon milik Leon.


Kemudian tangan Leon menggenggam tangan Diana, "Jika kau ingin pergi, maka aku akan merantai mu dan mengurung mu di dalam kamar agar kau tak bisa pergi."


Mendengar jawaban Leon, membuat Diana sedikit bergidik ngeri. "Mungkin pria itu hanya bercanda." Pikir Diana.


Kemudian Leon langsung mengangkat tubuh polos Diana dan membawanya ke depan cermin rias dengan lembut Leon mengelap seluruh tubuh Diana menggunakan handuk.


"Biar ku pakai saja," Ucap Diana.


Leon dan Diana sama-sama tertutupi oleh handuk, kemudian Diana meminta Leon untuk membelikan alat pengering rambut.


"Jadi selain itu apa kau ingin barang-barang yang lain?" Tanya Leon memastikan.


"Emm.. Sebentar, aku tulis semua keperluan yang harus kau belikan." Ucap Diana.


Kemudian Diana mengambil keras dan menuliskan barang-barang yang dia butuhkan untuk tinggal di apartemen milik Leon, dari mulai skincare, perlengkapan mandi, make up dan yang lain nya.


"Sudah, ini. Kau tinggal belikan yang aku tulis dan untuk merek nya aku sudah tulis."


"Baiklah, kalau begitu kau tunggu dulu. Aku akan menyuruh seseorang untuk membelikannya."


"Baiklah, tapi apa kau tak sayang dengan uang mu?"


"Aku lebih menyayangi mu dari pada uang ku."


Mendengar jawaban dari Leon, membuat Diana langsung memalingkan wajahnya.


"Apa kau lapar sayang? Aku lapar."


"Jadi?" Tanya Diana.


"Masaklah untuk ku, aku merindukan masakan mu."


"Baiklah, tapi kau pergi dulu. Aku ingin berpakaian," Usir Diana.


"Untuk apa pergi, biar aku bantu kau berpakaian. Lagi pula aku sudah melihat setiap inci tubuhmu, sayang."


Tanpa mendengarkan jawaban dari Diana, Leon langsung pergi ke lemari untuk mengambilkan pakaian yang cocok di gunakan Diana termasuk juga ****** ***** dan BH.


Perlahan Leon membuka handuk yang melilit tubuh Diana, dan setelah itu Leon pun membantu Diana untuk berpakaian.


Leon memilihkan pakaian santai berupa kaos berwarna hitam dengan celana jeans di atas lutut yang cocok untuk Diana.


"Baiklah, sekarang aku akan memasak. Kau ingin makan apa?" Tanya Diana.


"Apa saja, akan ku makan semua yang kau buat. Sayang."


"Oke, dan sebaik nya kau cepat pakai baju." Ucap Diana.

__ADS_1


Setelah mengatakan itu, Diana langsung bergegas pergi meninggalkan Leon.


Di dapur Diana tengah menyiapkan bahan-bahan makanan untuk di masak, untuk kali ini dia ingin membuat pokcoy dengan jamur, udah goreng, tumis kangkung, dan bakwan.


Karena hari juga belum sore jadi menurut Diana makanan itu lumayan cocok untuk di makan jam seperti ini.


Leon hanya melihat wanita di depannya itu seraya tersenyum manis, dia sangat beruntung bisa mengenal Diana karena wanita itu memberikannya sisi kenyamanan yang berbeda untuk nya.


"Sayang, jadi hari ini kau masak apa?" Tanya Leon seraya memeluk Diana.


"Lepaskan, aku sedang memasak. Sebaiknya kau tunggu di meja makan," Usir Diana.


"Baiklah."


Setelah itu Leon langsung bergegas pergi karena dia tahu jika Diana selalu marah jika di ganggu ketika memasak.


Tring.. Tring.. Tring..


Ponsel Leon terus berbunyi, Leon yang melihat nama di layar ponsel nya pun seketika enggan untuk mengangkat nya.


Dan Leon hanya membiarkan panggilan itu dan tak berniat untuk menjawabnya.


Tak beberapa lama, Diana langsung memanggil Leon untuk memintanya membawakan beberapa hidangan yang ada di dapur untuk di bawa ke meja makan.


Leon sedikit terdiam saat melihat masakan yang di masak oleh Diana, selama hidup nya dia belum pernah memakan makanan seperti itu.


"Kenapa? apa kau tak suka?" Tanya Diana.


"Itu bakwan, dan itu kangkung."


"Oke."


"Kenapa? Jika kau tak suka, jangan di makan."


"Tentu aku suka, kalau begitu ayo kita makan."


Kemudian Diana langsung mengambil piring dan mengisinya dengan nasi.


Leon pun meminta semua makanan yang di masak oleh Diana.


Setelah mengambilkan lauk pauknya, Diana langsung memberikan nya kepada Leon. Pria itu dengan lahap memakan masakan Diana karena masakan wanita itu sangatlah enak.


"Bagaimana? Apa kau suka? atau tidak."


"Tentu saja aku suka karena rasanya juga enak."


"Emm.. Kau bisa saja."


"Aku sangat beruntung bisa bertemu denganmu."


"Sungguh? Tapi sayang nya aku tidak beruntung."

__ADS_1


Leon langsung mengurutkan keningnya saat mendengar jawaban Diana. "Apa maksud mu?"


"Tentu saja aku tidak beruntung, karena kau sudah memiliki istri. Dan aku tak bisa memiliki mu sepenuhnya karena kau adalah milik istri mu."


Mendengar jawaban dari Diana membuat Leon tersenyum hambar.


Setelah selesai makan, Diana langsung bergegas masuk ke dalam kamar.


Leon pun dengan perlahan berjalan menyusul wanita itu.


"Ada apa?" Tanya Leon yang melihat jika Diana tengah marah.


"Kau sebaiknya pulang kepada istri mu," Usir Diana.


"Tidak, aku akan menemanimu."


"Lalu bagaimana dengan istri mu? Aku tak ingin menjadi perusak hubungan kalian berdua."


"Sudah, kau jangan mengatakan itu lagi. Sekarang aku akan menemanimu, jadi yang perlu kau lakukan sekarang adalah melebarkan kaki mu."


"Ah, aku tak mau. Lagi kita baru saja melakukan nya."


"Tapi aku sudah menginginkan mu, emm.. Biarkan aku menjamah tubuh mu sayang."


Mendengar perkataan Leon, Diana hanya bisa diam saat pria itu mulai kembali melepaskan pakaiannya satu persatu.


"Uh.. Leon," .


Tak beberapa lama telpon Leon kembali berdering, "Sayang, Telpon mu berbunyi.. Uh.. itu pasti dari istri tercinta mu.. Uh.."


Tapi Leon tak menggubris perkataan dari Diana, pria itu tetap melakukan hubungan intim dengan Diana tanpa memperdulikan telpon dari Karmila.


Diana yang berada di bawah tubuh Leon pun hanya bisa tersenyum puas, dia sangat ingin melihat ekspresi Karmila ketika suaminya tidak ada kabar untuk nya.


"Ada apa sayang? Apa kau puas?" Tanya Leon yang masih berada di atas tubuh Diana.


"Aku belum puas, aku masih menginginkan gaya yang lain."


"Baiklah,"


Kemudian Leon langsung menyuruh Diana untuk membelakangi dirinya, dengan perlahan Leon langsung kembali melanjutkan aksinya.


Terdengar suara-suara indah yang keluar dari mulut kecil Diana. Dan Leon pun sesekali memegangi bongkahan benda kenya milik Diana dan memegangi pinggang wanita itu.


Kemudian Leon langsung memaju mundurkan pinggang Diana agar pergerakan nya semakin cepat.


Diana nampak tak kuat untuk menahan sesuatu yang ingin keluar dari tubuhnya, dan begitu juga dengan Leon.


Pria itu langsung menyemburkan bibit unggul milik nya tepat ke dalam tubuh Diana hingga wanita itu lemas dan tak kuat untuk bergerak lagi.


"Sekarang tidur lah, sayang."

__ADS_1


__ADS_2