
2 Minggu kemudian...
Nina dan Reyhan berjalan dengan sangat cepat, wajah mereka memancarkan rasa keterkejutan.
Nampak Nina tak kuasa menahan tangis, lalu tangannya langsung membuka pintu kamar rawat Diana.
"Diana.." Panggil Nina.
Wanita yang di panggil pun langsung menoleh dengan senyuman hangat di wajahnya.
Nina yang melihat sahabatnya sudah siuman pun langsung memeluk nya.
Diana nampak tersenyum senang saat melihat orang-orang terdekatnya sangat menghawatirkan dirinya.
"Aku sangat senang saat mendengar jika kau sudah sadar, kau tahu.. Hiks.. Hiks..." Ucap Nina seraya menangis.
"Terimakasih sudah mengkhawatirkan ku, aku sangat bahagia." Ucap Diana.
"Iya, apa kau sudah melihat kedua putra mu?" Tanya Nina.
"Belum, aku belum melihat mereka." Jawab Diana seraya menggelengkan kepalanya.
Lalu Nina langsung meminta perawat untuk membawa kedua bayi Diana.
Diana yang melihat kedua bayi nya langsung tersenyum senang, mata Diana mulai berkaca-kaca.
"Sayang..." Ucap Diana seraya memeluk buah hatinya.
Reyhan dan Nina hanya tersenyum senang saat melihat kebahagiaan Diana ketika bertemu dengan kedua putra nya.
"Apa kau sudah memiliki nama untuk kedua anak mu?" Tanya Nina.
"Belum, aku belum memiliki nama yang cocok untuk kedua putra ku. Menurut mu apa nama yang cocok untuk kedua putra ku?" Tanya Diana.
"Aku juga belum tahu, kau bisa memikirkan nama yang cocok untuk nya dulu." Ucap Nina.
"Iya kau benar," Jawab Diana.
Nampak mata Diana memandang kedua putranya yang tengah tertidur, dia sangat bahagia ketika melihat kedua putranya.
Tapi ada rasa sedih di hati Diana, bagaimana masa depan putranya nanti. Hidup tanpa seorang ayah, dan mungkin kedua anaknya akan kesulitan untuk masuk ke sekolah dasar karena mereka tidak memiliki akta kelahiran.
"Ada apa?" Tanya Nina saat melihat wajah sedih sahabatnya.
"Aku memikirkan masa depan putra ku, aku takut mereka tidak bisa pergi ke sekolah karena mereka tidak memiliki seorang ayah. Apa yang harus ku lakukan? Aku tak ingin melihat masa depan kedua anak ku menjadi suram." Ucap Diana.
"Hal itu aku akan membantu mu, kau tenang saja. Lagi pula masih cukup lama untuk kedua putra mu masuk ke sekolah." Ucap Reyhan.
"Yang di katakan Kak Reyhan benar, sekarang kau harus lebih fokus merawat kedua bayi mu. Untuk masalah akta kelahiran, itu urusan belakangan." Ucap Nina.
"Baiklah. Terimakasih yah." Jawab Diana.
__ADS_1
Setelah perbincangan singkat itu, Diana langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
Di sampingnya ada Nina yang tengah menyiapkan makanan untuk Diana.
"Aku sedang tak lapar, lain kali saja yah." Ucap Diana yang enggan untuk makan.
"Kau ini..! Kau harus makan agar cepat pulih, ayo cepat." Ucap Nina seraya menyuapi Diana.
"Baiklah." Jawab Diana.
Kemudian Diana langsung memakan makanan tersebut secara perlahan karena mulut nya masih terasa pahit sehingga membuat nya kurang bernafsu untuk makan.
"Diana.." Panggil Nina.
"Iya?" Tanya Diana.
"Bagaimana jika Leon tahu kau hamil?" Tanya Nina.
"Emm.. Jika dia tahu pun aku tak peduli karena ini adalah anak ku, dan tak ada urusan dengan nya." Jawab Diana.
"Tapi dia kan ayah dari kedua putra mu." Ucap Nina.
"Semua pria bisa menanam benih tapi tidak semuanya bisa di anggap sebagai ayah," Jawab Diana.
"Lalu bagaimana jika kedua anak mu bertanya tentang ayah mereka?" Tanya Nina.
"Emm... Entahlah, tapi yang jelas aku tidak akan menyebut jika pria itu adalah ayah dari kedua anak ku." Jawab Diana.
"Iya aku tahu, soalnya pertunangan pria itu di siarkan di televisi." Jawab Diana.
"Oh.. Ku kira kau tak tahu."
"Tapi apa kau mengenal wanita yang menjadi tunangan Leon?" Tanya Diana.
"Kalau aku tak salah dengar sih, dia adalah mitra bisnis perusahaan Leon. Dan Leon bertunangan dengan anak dari mitra bisnisnya untuk membuat perusahaan nya semakin maju." Jawab Nina.
Mendengar penjelasan dari Nina, Diana hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Setelah selesai makan, Diana langsung memejamkan matanya.
Nina yang melihat Diana tertidur pun langsung tersenyum dan bergegas untuk pergi.
"Ett... Mau kemana?" Tanya Nina yang melihat Reyhan hendak masuk ke dalam ruang rawat Diana.
"Tentu saja aku mau masuk dan melihat Diana." Jawab Reyhan.
"Diana sedang tidur dan sebaiknya kau jangan masuk, biarkan dia istirahat." Jawab Nina.
"Baiklah jika Diana sedang beristirahat." Jawab Reyhan dengan wajah yang kecewa karena tidak bisa melihat Diana.
Sementara itu.
__ADS_1
Leon tengah duduk, matanya menatap layar laptop milik nya.
Brak..
Pintu ruangan miliknya tiba-tiba di buka dengan sangat keras, mata tajam Leon menatap sosok wanita yang datang menghampiri diri nya.
"Kamu kemana aja sih? Kok chat sama telpon dari ku gak di balas sama sekali." Ucap Yumna kesal kepada tunangannya itu.
"Aku sibuk." Jawab Leon.
"Sibuk? Memang nya sesibuk apa sih sampai chat dan Telpon dari ku di abaikan seperti itu." Ucap Yumna kesal.
Mendengar perkataan Yumna yang terus menyalahkan nya, Leon langsung menatap tajam wanita itu.
Brak...
Tiba-tiba Leon menggebrak meja, wanita di depannya langsung terdiam seraya menatap ke arah Leon.
"Sebaiknya kau jaga bicara mu itu Yumna, apa kau lupa dengan siapa kau sedang berbicara?" Ucap Leon.
"Maafkan aku, aku hanya ingin kau lebih perhatian terhadap ku." Ucap Yumna.
"Jika kau masih mempertahankan sikap mu yang seperti itu, aku jamin pertunangan ini tak akan sampai ke pelaminan." Ucap Leon.
"Ku mohon jangan lakukan itu, aku sangat mencintaimu." Ucap Yumna.
"Jadi sebaiknya kau jaga sikap mu karena aku tak suka dengan wanita seperti itu." Jawab Leon.
"Baik." Jawab Yumna seraya menundukkan kepalanya.
"Sebaiknya kau pergi dari sini, aku sedang sibuk." Usir Leon kepada wanita itu.
"Tapi aku baru sampai dan perjalanan dari rumah ku ke sini cukup jauh, apa kau tega?" Tanya Yumna.
Mendengar ocehan Yumna, Leon langsung menatap wanita itu dengan tatapan dingin.
"Memang nya siapa yang menyuruh mu datang ke sini? Aku tidak pernah menyuruh mu datang ke sini, jadi jika kau kelelahan. Itu bukan urusan ku, dan sebaiknya kau segera pergi atau aku panggil scurity untuk membawa keluar dari ruangan ku." Maki Leon dengan nada yang cukup tinggi.
"Emm.. Baik, aku pergi sekarang."
Setelah mengatakan itu, Yumna segera pergi meninggalkan Leon.
Wanita itu nampak pergi dengan mata yang berkaca-kaca, tapi meski Yumna menangis sekali pun Leon tak akan pernah menatapnya dengan tatapan kasihan.
Lalu Leon kembali melihat laptop miliknya, nampak matanya menatap ke sebuah file dokumen.
"Wanita ku." Gumam Leon saat membaca nama file tersebut.
...****************...
Terimakasih sudah menjadi pembaca setia, di sini Author ingin meminta masukan teman-teman untuk nama kedua anak Diana. Jika ada yang cocok Author akan jadikan nama untuk kedua ada Diana.
__ADS_1
Terimakasih.