
Diana terdiam dengan wajah yang masih bingung, "Apa maksud mu? Leon?" Tanya Diana.
"Will you marry me?" Ucap Leon sekali lagi.
"Kau sedang melamar ku?"
"Iya."
"Jangan bercanda Leon, ini tidak lucu." Ucap Diana.
"Apa menurutmu wajah ku sedang bercanda?" Tanya Leon dengan ekspresi yang serius.
Diana nampak terdiam, dia tidak bisa menyembunyikan rasa keterkejutan di wajahnya.
"Tapi bagaimana dengan Tunangan mu? Bukan kah kau akan menikah dengan nya?"
"Aku sudah tidak memiliki hubungan dengan nya."
Diana pun terdiam, ada perasaan senang di hatinya saat mendengar lamaran Leon.
"Diana... Will you marry me?" Tanya Leon sekali lagi dengan penuh harap.
"Yes.. I Will..." Ucap Diana.
Leon yang senang hanya bisa tersenyum, lalu dia langsung memasukkan cincin tersebut tepat di jari Diana.
Diana memandang takjub pada cincin yang di berikan Leon kepadanya.
"Ukurannya sangat pas.." Ucap Diana heran.
"Iya, aku masih mengingat urutan jari mu."
"Sungguh?"
"Iya, lalu kapan kita akan menikah? Aku yakin anak-anak pasti senang melihat kita menikah."
"Emm.. Aku terserah pada mu tapi bagaimana dengan yang lain.. Maksud ku keluarga mu." Ucap Diana.
__ADS_1
"Semua akan setuju..."
Lalu Leon langsung menarik Diana ke dalam pelukannya, Diana hanya bisa terdiam dengan mata yang berkaca-kaca.
Apa mungkin sekarang dia bisa bersama dengan Leon? Lalu bagaimana dengan keluarga Leon, apa mereka akan menerima Diana sebagai anggota keluarga.
"Ada apa?" Tanya Leon saat melihat raut wajah Diana yang seakan bimbang.
"Tidak ada hanya saja, bagaimana kata orang nanti. Kau memutuskan Yumna dan langsung melamar ku, lalu bagaimana dengan Yumna. Pasti gadis itu sangat sedih."
"Kau jangan pedulikan gadis itu, lagi pula aku sama sekali tidak mencintai nya. Yang ku cintai hanya dirimu..."
"Sungguh?"
"Iya, aku sangat mencintaimu."
"Terimakasih.."
Lalu Diana langsung mengajak Leon untuk masuk ke dalam rumah, di sana Luis dan Lucas tengah bermain bersama.
Leon dengan senang langsung memeluk kedua putra kecilnya, kini dia akan menjadi seorang ayah yang baik.
"Iya, tapi mungkin mereka senang karena tahu jika ayah dan ibunya akan kembali bersama." Jawab Leon.
Perkataan Leon pun di dengar oleh seseorang yang berada di luar, "Kalian bersama?" Tanya Reyhan.
Diana yang mendengar suara Reyhan pun langsung membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah Reyhan.
Dengan senyuman hangat Diana langsung mengatakan jika Leon telah melamarnya.
"Oh.. Selamat yah.." Ucap Reyhan dengan senyuman pahit.
"Iya, kak Reyhan bunga itu?" Tanya Diana saat melihat sebuah buket bunga berada di tangan Reyhan.
"Ah.. Ini, tadi aku ingin menjenguk Luis tapi rupanya dia sudah di bawa pulang lalu aku bawa bunga nya." Ucap Reyhan bohong sebenarnya ini adalah bunga untuk Diana.
Reyhan berencana untuk melamar Diana hari ini juga tapi tak di sangka jika dia telah di dahului oleh Leon.
__ADS_1
Dan untuk kesekian kalinya, Reyhan tidak bisa mendapatkan Diana.
"Kak Reyhan, aku ucapkan terimakasih karena kau selalu membantu ku di saat aku sedang kesulitan... Terimakasih." Ucap Diana.
"Ah.. Iya, sama-sama. Dan ku harap kau hidup bahagia bersama dengan pria pilihan mu, dan Leon ku harap kau tidak menyakiti Diana." Ucap Reyhan seraya melihat ke arah Leon.
"Tentu, aku akan menjaganya dengan sangat baik."
Mendengar perkataan itu hati Reyhan seperti di iris pisau, tapi dia tetap berusaha tersenyum karena baginya mencintai yang sesungguhnya adalah berusaha mengikhlaskan orang yang kita cintai untuk bersama dengan orang pilihannya.
"Kalau begitu.. Aku pamit dulu, jangan lupa kau undang aku nanti di saat kalian menikah." Ucap Reyhan dengan tawa ringan.
"Tentu.. Aku pasti aku mengundang mu."
Lalu tak beberapa lama datang Nina, nampak Nina terkejut saat melihat Leon berada di rumah Diana.
"Ada apa ini?" Tanya Nina yang tadi tengah menyiapkan cincin yang Reyhan siapkan untuk melamar Diana.
Nampak Reyhan melihat ke arah Nina, lalu Reyhan langsung tersenyum dan menggelengkan kepalanya kepada Nina.
"Diana dan Leon akan menikah." Ucap Reyhan tersenyum seakan ikut senang dengan pernikahan Diana.
Nina yang mendengarnya pun langsung terdiam, lalu matanya melirik ke arah Reyhan.
Nina tahu pasti sangat sakit rasanya melihat orang yang kita cintai bersama dengan pria lain.
"Kau akan menikah? Selamat yah." Ucap Nina memberikan selamat kepada Diana.
"Terimakasih.."
"Lalu kapan kalian akan menikah?" Tanya Nina.
"Secepatnya." Jawab Leon.
"Oh.. Semoga kalian menjadi keluarga yang bahagia." Ucap Nina dengan senyuman pahit.
Lalu Nina dan Reyhan pun langsung pamit pergi, nampak Nina berusaha menenangkan Reyhan yang tengah melamun.
__ADS_1
"Untuk kesekian kalinya.. Aku terlambat, mungkin ini takdir yang sudah di tentukan bahwa aku tidak akan pernah bisa bersama dengannya..."