Kan Ku Rebut Suami Mu

Kan Ku Rebut Suami Mu
Pertemuan dengan Diana


__ADS_3

Yumna merasa sangat di hina, untuk pertama kali nya seorang pelayan rendahan berani berbicara lancang seperti itu kepada dirinya.


"Kau..." Tunjuk Yumna tapi sebelum wanita itu ingin menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba pintu kamar terbuka dan menampilkan sosok Leon yang menatap Yumna dengan tatapan tajam.


"Sayang.." Panggil Yumna manja, dia ingin sekali membuat Leon segera memecat pelayan yang berani berbicara tidak sopan dengannya.


"Sayang, kau harus segera pecat wanita tua itu. Dia tadi berbicara tidak sopan kepada ku dan dia malah terus berusaha mengusir ku dari sini." Rengek nya.


Mendengar perkataan Yumna, Leon langsung menatap tajam ke arah wanita itu.


"Apa kau tuli?" Tanya Leon.


"Hah? Maksud mu apa, sayang?" Tanya Yumna seakan tak mengerti apa yang di katakan Leon.


"Emm.. Para pelayan ku sudah menjelaskan kepada mu dari tadi, apa kau masih tidak mengerti?"


"Maksud mu, kau menyuruhku untuk pulang? Di tengah malam seperti ini?"


"Iya."


"Aku gak mau, kamu tega yah.. Ini tengah malam, kau tak bisa membiarkan ku pulang sendirian, apa kau ingin ada orang yang berbuat jahat kepada ku?"


"Aku tak peduli, lagi pula dari awal aku tak pernah menyuruh mu untuk datang ke rumah ku."


"Iya aku tahu, tapi aku datang ke sini itu semua demi kamu... Aku kangen sama kamu, sayang."


"Aku tak peduli, sebaiknya kau segera pulang. Supir ku akan mengantarkan mu pulang tepat ke depan rumah mu."


"Aku gak mau, biarkan aku menginap di sini. Ku mohon..."


"Tidak, apa kau memilih pulang di antar supir atau kau pulang sendirian jalan kaki?"


Mendengar perkataan Leon, Yumna hanya bisa memejamkan mata seraya memasang wajah kesal.


"Baiklah, aku pulang."


Setelah mendengar perkataan Yumna, Leon segera kembali masuk ke dalam kamar.


Yumna hanya bisa marah-marah dan segera bergegas pulang di antar oleh supir serta pelayan wanita untuk menemani Yumna.


"Leon sialan, beraninya kau mengacuhkan ku seperti ini." Gumam Yumna yang mengingat saat awal pertemuan pria itu adalah pria yang baik dan juga hangat, tapi setelah cukup lama bertunangan sikap Leon semakin hari semakin dingin kepadanya.


"Sebenarnya pria itu kenapa sih?" Lirih Yumna dengan nada sendu.

__ADS_1


Dia sangat mencintai Leon karena baginya pria itu adalah gambaran dari sosok pria yang sempurna, hidung yang mancung, rahang yang tegas, wajah yang tampan dan sikapnya yang cool membuat Yumna langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.


Tak terasa mobil pun sampai di kediaman Yumna, Yumna dengan kesal langsung keluar dari mobil dan membanting pintu mobil dengan sangat keras.


"Dari mana kau?"


Terdengar suara pria, Yumna pun segera melihat ke arah sumber suara.


"Aku dari rumah Leon." Jawab Yumna kepada ayahnya.


"Jam segini? Apa kau tak punya rasa malu, datang jam segini ke tempat pria?" Tanya Subagyo kesal melihat kelakuan putri nya.


"Terserah aku lah, mau pergi kemana pun. Lagi pula Leon adalah calon suami ku dan itu hal yang wajar jika aku pergi ke rumah nya."


"Ayah tahu itu adalah hal yang wajar, tapi kau juga harus liat waktu. Ini sudah malam, bagaimana jika terjadi hal yang tak di inginkan kepada mu? Ayah mengatakan ini karena ayah khawatir."


"Iya iya.."


"Lalu dimana Leon?"


"Iya di rumah nya."


"Dia tidak mengantar mu pulang?"


"Tidak, supir yang mengantarkan ku."


Tak ingin berdebat lama dengan ayahnya, Yumna langsung bergegas pergi masuk ke dalam kamar.


Subagyo hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat kepergian putri nya begitu saja tanpa mendengarkan ucapannya.


***


Leon nampak tengah bersiap untuk pergi ke kantor, tapi tiba-tiba Natalia menelponnya dan mengatakan jika Yenita kembali masuk rumah sakit.


Leon hanya bisa menggelengkan kepalanya, wanita tua itu sangat sering keluar masuk rumah sakit akhir-akhir ini.


Tapi Leon memilih untuk pergi ke kantor terlebih dahulu karena masih banyak pekerjaan yang harus di kerjakan.


Di perusahaan, Leon di sambut hangat oleh para karyawan nya tapi dia hanya memasang wajah dingin dan berjalan tanpa menghiraukan sapaan dari para bawahannya.


"Bagaimana jadwal saya kali ini?" Tanya Leon kepada sekretaris nya.


"Lusa anda akan ada pertemuan dengan Perusahaan X," Jawabnya.

__ADS_1


"Baik, lalu bagaimana proyek hotel itu?" Tanya Leon.


"Pengerjaannya sudah 70%, Pak."


"Bagus, lalu apa Subagyo ada datang ke sini?"


"Kemarin beliau datang untuk membahas tentang proyek restoran yang menurutnya keuntungan yang dia dapat tidak sesuai."


"Baik, kau boleh pergi."


"Baik, Pak."


Kini Leon hanya sendirian di ruangan miliknya, dia mulai memejamkan mata. Hari-hari nya terus di lalu dengan bekerja dan bekerja.


Brak...


Tiba-tiba pintu di buka dengan sangat keras, Leon yang tengah menutup mata pun langsung kaget dan melihat ke arah pintu.


Sosok wanita tiba-tiba masuk ke dalam ruangan Leon, seketika ekspresi Leon langsung tidak bersahabat.


"Leon..." Panggil Diana seraya berjalan mendekati.


Leon menatap wanita itu dari atas sampai bawah, tampilan dan wajahnya sama sekali tidak berubah. Hanya saja sekarang, Diana lebih menggunakan pakaian yang tertutup, tidak seperti dulu.


"Siapa yang mengizinkan mu untuk masuk ke ruangan ku!" Teriak Leon marah seraya bangkit dari tempat duduknya.


"Aku minta maaf, tapi ku mohon.. Sekali saja, aku minta pertolongan mu." Ucap Diana.


Mendengar perkataan Diana yang datang kepada nya hanya untuk meminta pertolongan, Leon seketika langsung memandang rendah wanita di hadapannya itu.


"Ternyata kau tidak punya malu yah? Kenapa, aku kau tidak punya uang? Dan kau ingin kembali memainkan trik yang dulu untuk naik ke ranjang ku lagi?" Tanya Leon.


Mendengar perkataan Leon, Diana nampak terdiam. Tapi dia tidak peduli dengan penghinaan pria itu, yang di butuhkan adalah penolong untuk Luis.


Dia tidak bisa lagi menunggu, meski Reyhan mengatakan untuk bersabar tapi dia tidak ingin terus melihat putranya hidup dalam penderitaan.


Brak...


Diana meletakkan sebuah koper di atas meja Leon, Leon yang melihat hal itu hanya terdiam dan tak mengerti.


"Aku ke sini tidak menginginkan uang mu." Ucap Diana.


Lalu dia langsung membuka koper berisikan uang banyak, semua uang itu adalah uang yang selama ini dia tabung dari hasil jualan nya dan ada beberapa uang yang di dapatkan setelah menjual tanah rumah nya dulu saat masih bersama dengan Danu.

__ADS_1


"Apa kau kira aku adalah pria yang kekurangan uang?" Tanya Leon yang merasa telah di rendahkan oleh Diana untuk kedua kalinya.


"Ku mohon.. Donor kan tulang sumsum mu.. Aku akan membayar berapa pun untuk itu, ku mohon."


__ADS_2