Kan Ku Rebut Suami Mu

Kan Ku Rebut Suami Mu
Pemblokiran


__ADS_3

Karmila tengah berada di salah satu mall yang ada di Jakarta, nampak di sampingnya ada teman-teman nya.


"Wah.. Tas ini bagus yah." Ucap Liona.


"Jika kau mau ambil saja, biar aku yang bayar." Jawab Karmila dengan senyuman manis.


"Sungguh? Apa boleh?" Tanya Liona.


"Tentu boleh, dan kalian berdua juga jika ada barang yang kalian inginkan. Kalian ambil saja, biar aku yang bayar." Ucap Karmila.


"Uh.. Terimakasih, Beb. Kamu memang yang terbaik," Ucap kedua sahabat Karmila.


Lalu ketiga wanita itu langsung mencari barang-barang yang ingin mereka beli, nampak Karmila hanya duduk seraya menikmati minuman yang di siapkan oleh pelayan toko tersebut.


Tak beberapa lama ketiga temen Karmila pun mendekati Karmila dengan membawa beberapa barang bermerek yang mereka inginkan.


"Sudah?" Tanya Karmila.


"Iya,"


"Pelayan, bungkus yah." Ucap Karmila seraya menyerahkan kartu kredit milik nya.


"Baik Nyonya.." Jawab pelayan itu seraya berjalan pergi.


Karmila hanya tersenyum, saat ini dia adalah wanita yang memiliki banyak uang. Semua orang pasti akan selalu menghormati dan memuja nya.


Dan tak beberapa lama, pelayan itu pun datang menghampiri Karmila.


"Maaf Nyonya, Kartu ini sudah tidak bisa di gunakan." Ucap nya.


Mendengar perkataan pelayan itu, Karmila langsung membulat matanya.


"Bagaimana mungkin?"


"Seperti kartu kredit ini sudah di blokir."


Mendengar perkataan pelayan tersebut, Karmila langsung mengelus Kartu lain milik nya dan setelah di coba hasilnya tetap sama tidak bisa di gunakan.


Karmila seketika diam membisu, wajah nya mulai memerah.


Tanpa banyak bicara, Karmila langsung pergi begitu saja meninggalkan ketiga temannya.


"Leon sialan, beraninya kau memblokir kartu kredit ku." Maki Karmila yang terus berjalan dengan rasa marah di hatinya.

__ADS_1


Untuk pertama kalinya, dia di permalukan seperti ini di depan banyak orang. Bagaimana nanti tanggapan orang-orang terhadapnya, Karmila seorang wanita yang memiliki kekayaan melimpah tapi kini dia tak bisa membayar tas yang harganya hanya puluhan juta.


Kemudian Karmila langsung segera masuk ke dalam mobil, setelah itu dia langsung menelpon Leon untuk menanyakan perihal pemblokiran kartu kredit milik nya.


Tapi tak ada panggilan yang di jawab oleh Leon.


Karmila yang kesal langsung membanting handphonenya, "Dasar pria sialan, kau telah berselingkuh sekarang kau berani memblokir kartu kredit ku. Aku yakin ini ulah wanita sialan itu.." Gumam Karmila kesal.


***


Sesampainya di rumah, Karmila di buat terdiam saat melihat Leon yang sedang berada di rumah.


"Leon.." Teriak Karmila seraya berjalan mendekati pria itu.


Leon yang mendengar teriakkan Karmila langsung melihat ke arah wanita itu.


"Apa maksud mu? Kenapa kau memblokir semua kartu kredit ku?" Tanya Karmila dengan nada tinggi.


"Itu hak ku, lagi pula semua fasilitas yang nikmati adalah milik ku." Jawab Leon dengan nada dingin.


"Tapi aku istrimu, kau sudah berselingkuh dengan wanita hina itu dan sekarang kau ingin mengambil semua fasilitas yang ku miliki? Aku yakin, pasti wanita itu yang telah menghasut mu. Benar kan?" Tanya Karmila dengan nada tinggi karena dia yakin jika Diana lah yang telah menghasut Leon untuk memblokir semua kartu kredit milik nya.


"Itu bukan urusanmu." Jawab Leon.


"Jelas itu urusan ku, kau suami ku tapi kau lebih memilih menuruti perkataan wanita hina itu." Maki Karmila.


"Kembalikan kartu kredit ku seperti semula dan tinggalkan wanita itu." Jawab Karmila tegas.


"Hanya itu? Akan ku pikirkan nanti." Jawab Leon.


"Tidak, jika kau tidak ingin meninggalkan wanita itu. Jangan salahkan aku jika aku melakukan sesuatu yang akan membuat mu menyesal, Leon."


Mendengar perkataan Karmila, Leon langsung melihat ke arah wanita itu dengan tatapan bingung.


"Dan satu lagi, aku ingin kau tetap di sini." Pinta Karmila.


"Kau tak memiliki hak untuk memerintah ku," Jawab Leon.


"Apa kau ingin, Nenek tahu tentang hal ini? Apa kau tak kasihan dengan penyakit jantung nya? Dan satu lagi, bukankah malam ini ulang tahun Nenek." Ucap Karmila.


Leon pun baru ingat jika malam ini adalah pesta ulang tahun Nenek.


"Aku tak menyangka setelah kau bersama dengan wanita itu, kau sampai bisa lupa hari ulang tahun Nenek."

__ADS_1


"Aku tak lupa."


"Baguslah jika kau tak lupa, dan sebaiknya kau matikan ponsel mu itu. Sekarang kita harus pergi untuk memilih hadiah untuk Nenek."


Leon pun hanya menganggukkan kepalanya karena bagaimanapun ini adalah acara keluarga yang setiap tahun harus di rayakan dan tak ada alasan untuk tidak menghadiri nya.


Melihat Leon yang mengangguk kepalanya sebagai tanda setuju, Karmila langsung menggandeng tangan suaminya untuk segera pergi membeli hadiah ulang tahun untuk Nenek.


***


Diana sedang berbaring di atas ranjang, dia terus menunggu Leon untuk pulang ke apartemen tapi pria itu masih belum juga pulang.


"Kemana perginya, pria itu." Gumam Diana.


Awalnya Diana tak menyetujui jika Leon pulang ke rumah nya tapi pria itu tak mendengarkan perkataan nya dan tetap memilih pulang ke rumah dengan alasan ada beberapa berkas yang harus dia ambil.


"Awas saja yah, Leon.." Gumam Diana karena bisa saja hal itu di jadikan kesempatan oleh Karmila.


Tring.. Tring..


Sebuah notif berita dari internet masuk ke ponsel Diana, Diana pun langsung melihat isi berita tersebut.


Dan betapa terkejutnya saat melihat foto Karmila tengah bermesraan dengan Leon di sebuah toko khusus kelas atas.


Diana yang melihat berita tersebut langsung di selimuti oleh amarah, beraninya pria itu berbohong kepadanya.


"Leon sialan, kau telah membohongi ku." Gumam Diana.


Kemudian Diana langsung menelpon nomor Leon tapi nomor pria itu tak aktif sama sekali.


Di saat Diana tengah berada dalam kemarahan, mata Diana langsung tertuju pada sebuah akun yang memposting foto-foto yang sangat mirip dengan Karmila.


"Ini Karmila kan?" Gumam Diana.


Lalu tangannya mulai men scroll beranda akun orang tersebut, dan ada beberapa foto-foto yang di sangat mirip dengan Karmila.


"Ini bukan mirip tapi ini memang benar Karmila, tapi siapa pria itu?" Gumam Diana yang tak tahu siapa pria yang tengah bermesraan dengan Karmila.


Lalu siapa orang yang memposting foto-foto tersebut dan apa alasannya memposting foto-foto Karmila dengan pria lain.


"Apa dia juga memiliki dendam kepada Karmila? Tapi siapa? Siapa orang ini?" Gumam Diana.


Apa yang harus Diana katakan kepada orang tersebut, apakah harus berterimakasih?

__ADS_1


Tapi saat ini Diana belum mengetahui apakah orang tersebut layak di sebut kawan atau lawan.


"Meski aku tak tahu kau siapa, tapi aku sangat berterimakasih."


__ADS_2