
Karmila kini hanya bisa menangis, di sampingnya sudah ada Yenita yang berusaha untuk menenangkan Karmila.
Sementara Leon dan Natalia nampak sangat senang saat mendengar keputusan hakim tentang perceraian antara Leon dan juga Karmila.
"Kalian berdua sekarang sudah puas!" Maki Yenita dengan mata yang berkaca-kaca.
"Apa maksud mu, Bu? Jika kau ingin melampiaskan amarah mu, sebaiknya di rumah saja. Tak baik di lihat oleh orang-orang." Ucap Natalia.
"Aku tak peduli, kalian berdua memang tidak punya Hati. Terutama kau Leon, Kau sudah menodai Karmila dan kini kau telah menyakiti Karmila dengan menceraikan nya seperti ini." Ucap Yenita yang sangat kesal.
"Aku sudah bilang berapa kali kepada mu, Nek. Aku tak pernah menodai wanita itu, bahkan dulu aku akan menyewa orang untuk menyelidiki hal itu tapi kau terus melarang dan tetap menyuruh ku untuk menikahi Karmila." Ucap Leon dengan tatapan dingin.
Mendengar jawaban dari Leon, Yenita hanya bisa gigit jari.
Lalu Natalia langsung menyuruh para pelayan yang ikut hadir di persidangan untuk segera membawa Yenita masuk ke dalam mobil.
Karmila kini hanya sendirian, wanita itu menatap penuh benci punggung pria yang pernah menjadi suami nya.
"Awas saja kau Leon," Maki Karmila kesal.
Setelah persidangan selesai, Leon langsung bergegas pergi menemui Diana untuk menyampaikannya berita menyenangkan itu.
"Sayang.."Peluk Leon.
Diana yang di peluk Leon pun langsung mengelus wajah pria itu dengan senyuman hangat.
"Bagaimana? Apa persidangan nya berjalan dengan lancar?" Tanya Diana.
"Iya, persidangan nya berjalan dengan lancar. Dan aku sudah resmi bercerai dengan Karmila."
"Baguslah jika kau sudah bercerai dengan Karmila dan sekarang kau adalah milik ku seorang." Ucap Diana seraya melihat ke arah Leon dengan tatapan penuh cinta.
"Iya, jadi kapan?" Tanya Leon.
"Kapan? Kapan apa?" Tanya Diana tak mengerti.
"Tentu saja menikah, bukan kah kau ingin menikah dan memiliki status yang jelas dengan ku?" Tanya Leon.
"Tentu saja, tapi jika sekarang apa tak terlalu terburu-buru? Kau baru cerai." Jawab Diana.
"Mungkin kita harus menunggu beberapa waktu."
__ADS_1
"Tapi bagaimana dengan Nenek mu? Bukan kah dia sangat menyayangi Karmila? Dan jika nanti aku menikah dengan mu, bagaimana jika dia tidak setuju?" Tanya Diana seraya bergelayut manja di leher Leon.
"Tenang saja, soal itu urusan ku. Jika Nenek tak setuju pun, dia tidak bisa mencegah ku untuk menikahi mu." Jawab Leon.
"Baiklah, tapi..." Ucap Diana seraya menundukkan kepalanya.
"Ada apa sayang?" Tanya Leon seraya mengangkat dagu Diana.
"Aku merasa bersalah kepada Karmila, hiks... Hiks... Aku telah menghancurkan kebahagiaan nya, aku seperti wanita yang tidak memiliki hati.. Hiks.. Hiks.. Hiks.." Ucap Diana seraya menangis karena menyesal telah merebut Leon dari Karmila.
Dan tangisan Diana pun langsung membuat Leon segera membujuknya dan menenangkan Diana.
"Tidak sayang, kau jangan mengatakan hal itu. Kau tidak merebut ku tapi aku yang mencintaimu." Jawab Leon seraya membawa Diana ke dalam pelukannya.
"Tapi bohong... Siapa juga yang merasa bersalah yang ada aku malah puas melihat wanita itu kehilangan suami nya." Pikir Diana.
"Sekarang kau harus air mata mu itu, jangan menangis lagi. Oke," Ucap Leon seraya menghapus sisa-sisa air mata Diana.
"Iya sayang, terimakasih." Jawab Diana.
"Terimakasih untuk apa?" Tanya Leon.
"Terimakasih sudah mau memilih ku," Bisik Diana seraya memeluk pria itu.
Di atas ranjang, Leon membelai wanita di sampingnya dengan penuh kelembutan.
"Ada apa?" Tanya Diana.
"Tidak ada, aku hanya ingin memandangi wajah cantik mu." Jawab Leon seraya terus melihat ke arah Diana dengan tangan yang masih membelai wajah wanita itu.
"Sungguh? Hanya karena wajah ku cantik?" Tanya Diana berusaha menggoda pria itu.
"Tentu saja karena wajah mu cantik dan karena aku mencintaimu." Ucap Leon seraya mencium kening wanita itu.
"Emm.. Aku juga mencintaimu, Leon."
Keesokan harinya...
Diana tengah duduk di sebuah cafe, matanya mulai memandangi wanita yang berjalan perlahan ke arahnya.
"Puas Sekarang kau!?" Maki Karmila dengan mata yang memancarkan amarahnya.
__ADS_1
"Apa maksud mu, Nyonya.. Ups, sorry maksud ku Nona." Ucap Diana seraya tersenyum mengejek ke arah Karmila.
"Jangan pura-pura bodoh, sekarang kau sudah berhasil membuat ku bercerai dengan Leon tapi aku pastikan kau tak akan pernah menikah dengan pria itu." Jawab Karmila.
"Sungguh? Emmm... Bagaimana yah menjelaskan nya." Ucap Diana seraya menunjukkan jari jeraminya ke arah Karmila.
Karmila nampak sangat marah saat melihat sebuah cincin melingkar di jari mungil Diana.
"Emm.. Cincin ku bagus kan? Mas Leon kemarin membelikannya untuk ku, katanya ini sebagai hadiah karena dia sudah menjadi seorang duda." Ucap Diana dengan senyuman polos.
"Hanya cincin murahan seperti itu kau sangat bangga, cepat atau lamban Leon pasti akan mengetahui wajah asli mu itu. Dasar wanita munafik.." Maki Karmila.
"Wajah asli ku? Memang nya ini wajah palsu?" Tanya Diana seraya mencubit pipinya sendiri.
Melihat tingkah Diana yang hanya membuat nya emosi, Karmila langsung menjambak wanita itu.
Diana nampak kaget seraya melawan Karmila, dengan keras Diana langsung menampar wanita itu.
"Arg.. Beraninya kau menampar ku." Maki Karmila yang kesal.
Karmila yang tak ingin kalah langsung menampar balik wajah Diana.
Para pelayan cafe yang melihat pertengkaran antara Karmila dan Diana pun langsung memisahkan keduanya.
"Arg.. Lepaskan, akan ku buat pelakor itu kapok." Maki Karmila.
"Siapa yang pelakor, kau yang pelakor. Dasar wanita penggoda tak tahu malu.." Jawab Diana yang kesal.
Mendengar pertengkaran kedua wanita itu, manager cafe pun langsung datang dan menegur Diana dan juga Karmila.
"Nona jika kalian berdua ingin bertengkar jangan di sini, di tempat lain. Kalian telah menganggu kenyamanan pelanggan yang lain, jika kalian masih bertengkar di sini, saya akan melaporkan hal ini ke pihak yang berwajib." Ucap Manager cafe.
Mendengar perkataan dari manager cafe tersebut, Diana dan Karmila segera pergi dari cafe tersebut.
"Awas saja kau, Diana. Akan ku buat kau lebih menderita 10 kali lipat dari ku." Ucap Karmila seraya berjalan pergi meninggalkan Diana.
Diana nampak acuh melihat kepergian wanita yang telah menamparnya itu, nampak tangan Karmila mengambil cermin yang ada di dalam tas nya.
Dia melihat pipi kanan yang tadi di tampar oleh Karmila, kini bekas tamparan nya memerah dan bengkak.
"Dasar wanita gila, dia yang mengajak ku bertemu malah membuat ku seperti ini." Gumam Diana kesal.
__ADS_1
Setelah itu, Diana langsung masuk ke dalam mobil yang Leon belikan untuk nya. Dan segera pulang kembali ke apartemen.