
Hari ini adalah hari ulang tahun Nenek Leon, nampak Leon dan Karmila berjalan bersama seraya bergandengan tangan.
Ada banyak tamu undangan yang hadir di pesta ulang tahun Yenita.
Karmila dengan senyuman ramah dan manis terus berjalan dengan tangan yang terus menggandeng tangan Leon.
Dan pria itu tenang dan berjalan seraya menyapa beberapa kerabat.
"Nek, selamat ulang tahun." Ucap Karmila seraya memeluk Nenek Yenita.
"Terimakasih, sayang. Syukurlah kalian berdua sudah akur lagi, Nenek senang." Ucap Yenita.
"Iya Nek," Jawab Karmila.
"Sebaiknya kalian nikmati pesta ini." Ucap Yenita kepada Karmila dan juga Leon.
"Baik Nek," Jawab Leon seraya tersenyum kepada Nenek nya itu.
Berbeda dengan Yenita yang sangat bahagia saat bertemu Karmila, Natalia terlihat bersikap kurang ramah kepada menantunya itu.
Leon hanya bisa tersenyum seraya menyapa para tamu undangan yang hadir, meski di dalam hatinya dia memikirkan Diana yang pasti sedang marah karena dirinya tak memberikan kabar sama sekali.
Tak beberapa lama, nampak para tamu undangan tertuju pada dua sosok yang baru datang.
"Selamat ulang tahun, Nyonya Yenita." Ucap seorang pria seraya memberikan selamat kepada Yenita.
"Mr. Reyhan, terimakasih atas kedatangan nya. Saya sangat senang, anda jauh-jauh ke sini hanya untuk menghadiri pesta ulang tahun saya." Ucap Yenita seraya tersenyum senang saat melihat Reyhan.
"Tentu, ini suatu kehormatan bagi saya bisa di undang ke acara penting anda." Jawab Reyhan.
Leon yang melihat Reyhan hanya diam seraya membulatkan matanya, tapi bukan sosok Reyhan yang menjadi perhatian Leon.
Tapi wanita di samping Reyhan yang tengah menggandeng tangan pria itu yang menjadi pusat perhatian Leon.
"Diana." Gumam Leon.
Diana yang berada di samping Reyhan, nampak tersenyum ramah.
Lalu tatapan Diana tak sengaja bertemu dengan tatapan Leon, pria itu menatap dengan tajam.
Tapi Diana hanya tersenyum tipis seraya kembali mengalihkan pandangannya pada Reyhan.
"Kalau begitu nikmati lah pesta ini." Ucap Yenita kepada Reyhan.
__ADS_1
"Baik." Jawab Reyhan.
Kemudian Reyhan langsung mengajak Diana untuk berjalan ke tempat yang lain, nampak Diana mengikuti Reyhan seraya menggandeng tangan pria itu.
Yenita yang melihat wanita di samping Reyhan, merasa tak asing. Dia seperti pernah melihat wanita itu tapi dimana, Yenita tak ingat.
Karmila yang melihat sosok Diana bersama dengan pria lain, hanya bisa diam terpaku.
"Dasar wanita murahan, setelah kau puas bersama suami ku. Kau kini menggaet pria lain." Pikir Karmila.
Diana nampak tersenyum puas saat melihat ekspresi terkejut dari Leon, "Bukan hanya kau saja yang bisa bersama dengan istri mu, aku juga bisa bersama dengan pria lain." Pikir Diana.
Reyhan hanya bisa tersenyum senang saat melihat Diana menggandeng tangan nya, bahkan beberapa orang yang ada di pesta menyangka jika Diana adalah kekasihnya.
Tring.. Tring.. Tring..
Sementara itu, Handphone milik Karmila terus berbunyi tapi tak ada jawaban dari Karmila karena dia meninggalkan handphone nya di rumah.
Nampak panggilan dari Irwan sampai berkali-kali, tak hanya menelpon Irwan pun mengirimkan banyak pesan chat untuk memberitahu Karmila tentang hal penting.
***
"Diana." Panggil Reyhan.
"Kau tunggu di sini dulu, aku ada beberapa orang yang harus di sapa." Ucap Reyhan.
"Baik." Jawab Diana.
Kemudian Reyhan pun segera pergi meninggalkan Diana, Leon yang melihat Diana sedang tak di temani pun langsung berjalan perlahan ke wanita itu dan menarik tangannya pergi menjauh dari area pesta.
"Arg.. Lepaskan." Ucap Diana seraya melihat ke arah orang yang menarik nya. "Leon.." Gumam Diana yang baru tahu jika orang yang tiba-tiba menariknya adalah Leon.
"Iya, sedang apa kau di sini? Dan siapa pria itu?" Tanya Leo seraya menghimpit tubuh Diana di tembok.
"Dia Reyhan, dan bukan urusan mu." Jawab Diana seraya memalingkan wajahnya.
"Jelas urusan ku, kau adalah wanita ku. Dan berani nya kau malah bersama dengan pria lain." Bisik Leon.
"Kau juga, kau tak memberitahu ku dan membiarkan ku menunggu. Tapi ternyata kau sedang bersenang-senang dengan istri tercinta mu itu dan sebaiknya kau urus saja istri mu." Ucap Diana.
"Jangan alihkan pembicaraan, Diana. Bagaimana kau bisa datang ke sini dengan pria itu?" Tanya Leon seraya terus menghimpit tubuh Diana sehingga tak ada jarak di antara mereka.
"Kak Reyhan menelpon ku dan meminta ku untuk menemani nya menghadiri pesta, ya sudah karena aku juga SENDIRIAN DI APARTEMEN jadi aku terima saja tawarannya." Jawab Diana seraya menekan beberapa kata untuk menyindir Leon.
__ADS_1
Pria itu hanya tersenyum tipis saat mendengar penjelasan Diana. "Jadi wanita ku, kesepian?" Tanya Leon seraya meraba-raba tubuh Diana.
Diana yang menyadari kenakalan Leon, langsung berusaha menghentikan pria itu.
"Nanti ada orang.. Jangan lakukan itu," Ucap Diana.
"Tak akan, bukan kah kau kesepian.. Jadi biarkan aku melayani mu, agar kau tak kesepian lagi." Bisik Leon yang mulai membuka bagian atas pakaian Diana.
"Emmm..."
Diana hanya bisa menahan suara yang keluar dari dalam mulut kecilnya, sementara Leon terus melakukan hal itu tanpa memikirkan tempat dimana mereka berada sekarang.
Sementara itu...
Reyhan terus mencari keberadaan Diana, wanita itu tiba-tiba menghilang di acara pesta. Reyhan yang khawatir terus mencari Diana keseluruhan penjuru ruangan.
"Kemana Diana pergi?" Gumam Reyhan.
Lalu Reyhan kembali berkeliling mencari keberadaan Diana, tapi dia tak menemukan nya.
"Mungkin Diana pergi ke bagian belakang," Gumam Reyhan.
Lalu Reyhan langsung melangkah kaki nya menuju salah satu tempat, tapi langkah Reyhan langsung terdiam saat mengingat jika ini adalah kediaman keluarga Leon.
"Ada jangan-jangan, Diana sedang bersama dengan Leon.."
Kemudian Reyhan kembali berjalan untuk mencari Diana, setelah lama berkeliling. Reyhan seperti mendengar suara aneh yang di sebuah ruangan kecil yang ada di pojok dan pintunya pun nampak sedikit terbuka.
Dengan rasa penasaran, Reyhan langsung berjalan secara perlahan seraya mengintip dari celah pintu.
Deg...
Reyhan seketika diam mematung saat melihat pemandangan di depan matanya, "Diana.."
Perlahan, Reyhan langsung mundur beberapa langkah setelah cukup jauh. Reyhan langsung membalikkan badan dan segera pergi meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke aula pesta.
Di sisi lain...
Diana yang setengah t*lanjang nampak menahan suara miliknya ketika Leon memulai memasukkan benda miliknya.
"Emm.. Leon, sudah cukup.. nanti ada orang." Bisik Diana.
Meski Leon sudah memberitahu Diana, jika tempat ini jarang di kunjungi oleh orang lain tapi Diana takut jika ada tamu undangan yang datang dan melihat nya tengah dalam keadaan seperti ini.
__ADS_1
Lalu tak beberapa lama, Leon pun akhirnya berada di ambang puncaknya. Setelah puas, Leon langsung mengakhirinya kegiatan panas nya dengan Diana.