
"Tentu saja uang, kau ingin berapa? Katakan biar aku kasih kepada mu. Dan kau sebaiknya segala tinggalkan cucu ku." Ucap Yenita.
Mendengar tawaran Yenita, Diana hanya menatap datar tanpa menjawab pertanyaan Yenita, Diana langsung mengusir kedua orang tersebut keluar dari apartemen milik nya.
"Dasar.." Maki Diana seraya menutup pintu apartemen nya.
Sementara itu, di tempat lain...
Leon tengah menyiapkan beberapa dokumen penting, nampak matanya membaca dokumen yang tengah dia siapkan.
"Apa semua nya sudah beres?" Tanya Leon kepada asisten nya.
"Iya Tuan." Jawab Nya.
"Baguslah," Jawab Leon.
Kemudian Leon langsung menghubungi Karmila untuk meminta nya segera pulang karena ada sesuatu hal yang ingin dia bicarakan dengan Karmila.
Nampak kini Leon berada di rumah nya, di depannya sudah ada Karmila.
"Dari mana kau?" Tanya Leon yang melihat Karmila baru datang.
"Aku tadi pergi karena ada urusan." Jawab Karmila.
"Emm.." Nampak Leon hanya menganggukkan kepalanya, Karmila yang mendengar Leon meminta nya untuk bertemu pun sangat mungkin saja kini Leon sudah berpikir positif tentang dirinya.
"Ini.." Ucap Leon seraya menyerahkan sebuah dokumen kepada Karmila.
"Apa ini?" Tanya Karmila sambil mengambil dokumen tersebut dan membaca isi nya.
Seketika matanya langsung membulat sempurna saat mengetahui isi dari dokumen yang di berikan oleh Leon.
"Cerai? Apa maksud nya ini, Mas.." Tanya Karmila dengan tatapan tak percaya.
"Aku tak perlu menjelaskan lagi, singkat nya kita akan bercerai." Ucap Leon.
__ADS_1
"Enggak.. Aku gak mau cerai, pokok nya aku gak mau." Jawab Karmila yang tidak ingin bercerai dengan Leon.
"Aku sudah membuat keputusan dan tidak ada yang bisa menggangu keputusan ku." Ucap Leon.
"Kenapa? kenapa kau tiba-tiba menceraikan ku seperti ini. Apa salah ku, Mas.." Tanya Karmila yang masih tidak terima dengan keputusan yang di berikan oleh Leon.
"Ini sudah keputusan ku dan kau tidak bisa menolaknya." Jawab Leon.
"Enggak, aku gak mau.. Berikan aku alasan yang tepat kenapa kau ingin menceraikan ku." Ucap Karmila.
"Alasan? Apa aku masih memerlukan alasan untuk menceraikan mu? Tapi sepertinya kau juga tahu alasan aku menceraikan mu." Jawab Leon.
"Apa karena wanita itu? Wanita sialan itu, kau jadi menceraikan ku karena wanita itu.." Maki Karmila.
Nampak Leon tersenyum tipis, "Bisa jadi, tapi apa kau tak pernah berkaca?" Tanya Leon.
"Maksud nya?"
"Apa kau kira aku tuli dan buta? Setelah video perselingkuhan mu dengan pria bernama Irwan tersebar luas. Apa kau kira aku hanya akan menjadi orang bodoh yang tetap mempertahankan wanita yang sudah mencemari nama baik ku hanya karena mendapatkan perlindungan dari Nenek Yenita. Apa kau kira aku orang yang tunduk dengan perintah wanita tua itu? Jadi karena kau mendapatkan perlindungan tersebut, kau ingin bertingkah semau mu?" Tanya Leon.
"Sudah cukup, dan kau tenang saja. Aku akan memberimu kompensasi untuk perceraian kita." Jawab Leon, kemudian Leon langsung pergi meninggalkan Karmila.
Tapi Karmila segera menahan Leon dan berusaha membujuk Leon agar tidak menceraikan nya. Tapi Leon tetap lah Leon, pria itu tidak akan mengubah keputusan nya sama sekali.
Nampak Karmila hanya bisa menangis, dia tak ingin kehilangan kemewahan yang selalu dia dapat kan ketika bersama dengan Leon.
Meski Leon berjanji akan memberikan uang kepada Karmila, tapi uang itu tidak akan cukup untuk kehidupan Karmila yang royal.
"Ini gak bisa di biarin, aku gak mau cerai dengan Leon. Dia ATM berjalan ku, aku tak bisa hidup tanpa uang dari nya. Bagaimana kehidupan ku nanti? Apa kata orang nanti?" Ucap Karmila yang masih bingung dengan apa yang akan terjadi kedepannya jika dia berpisah dari Leon.
"Ini semua gara-gara wanita sialan itu, jika saja dia tidak ada di kehidupan ku dan Leon. Semua ini tak akan terjadi, Arg.. Diana sialan." Maki Karmila yang kesal jika mengingat biang kerok dari keputusan Leon untuk menceraikan nya.
Lalu Karmila langsung menelpon Yenita untuk mengatakan hal ini, dan Karmila berharap jika wanita tua itu akan membantu nya dan meyakinkan Leon agar tidak jadi menceraikan Karmila.
Leon yang kini sudah berada di apartemen langsung memeluk Diana dengan lembut.
__ADS_1
"Ada apa?" Tanya Diana heran saat melihat wajah Leon yang seperti sedang kesenangan.
"Aku sebentar lagi akan menjadi duda." Ucap Leon.
Mendengar perkataan Leon membuat Diana langsung terkejut. "Kau akan bercerai?" Tanya Diana yang masih tak percaya karena siang tadi Karmila dan Yenita datang kepada nya untuk menyuruh nya meninggalkan Leon tapi ternyata Leon yang malah meninggalkan Karmila.
"Iya, aku akan bercerai. Dan aku sudah menepati janji ku," Ucap Leon.
"Janji? Janji apa?" Tanya Diana.
"Janji bahwa kau lah yang akan menjadi wanita satu-satunya di hidup ku, aku sudah menepati nya." Jawab Leon.
Deg...
Perkataan Leon langsung membuat Diana terdiam, dia tak menyangka jika Leon akan menjadikan nya sebagai wanita satu-satunya.
"Tapi kan perceraian mu masih belum terjadi, bisa saja kalian tidak jadi cerai." Ucap Diana seraya memainkan kancing baju Leon.
"Tentu saja terjadi, bagaimana bisa perceraian itu tidak akan terjadi." Jawab Leon.
"Tapi apa keluarga mu akan setuju dengan keputusan mu?" Tanya Diana.
"Mau setuju atau tidak, itu adalah keputusan ku dan tak akan ada satu orang pun yang mampu menghalangi keputusan ku." Jawab Leon yakin.
Mendengar perkataan Leon, Diana hanya tersenyum meski di dalam hatinya dia masih bingung dengan apa yang akan terjadi kedepannya.
Diana bingung bagaimana nanti dia meninggalkan Leon? Pria itu terlalu baik untuk di tinggalkan begitu saja.
"Ada apa, sayang?" Tanya Leon yang heran kepada Diana, wanita itu nampak tak terlalu senang saat mendengar berita rencana perceraiannya dengan Karmila.
"Tidak ada kok, apa kau lapar sayang?" Tanya Diana.
"Tidak, aku belum lapar. Saat ini aku sedang ingin memandangi wajah cantik mu," Ucap Leon seraya membelai wajah Diana dengan sangat lembut.
Diana nampak tersipu malu saat Leon memandangi nya, kemudian Leon mendekatkan bibirnya dan mencium Diana dengan sangat lembut.
__ADS_1
Wanita itu pun langsung membalas ciuman Leon, dan setelah ciuman penuh gairah. Leon melanjutkan aksinya ke atas ranjang.