Kan Ku Rebut Suami Mu

Kan Ku Rebut Suami Mu
Kecelakaan


__ADS_3

Tak terasa waktu berjalan dengan begitu cepat, perut Diana pun mulai membesar seiring berjalannya waktu dan ini sudah menginjak 8 bulan kehamilan Diana dan sebentar lagi wanita itu akan melahirkan.


Di Villa yang besar, Diana hanya tinggal sendirian dan kadang Nina berkunjung untuk menemaninya.


Nampak Diana tengah duduk seraya mengelus perutnya yang sudah besar, ada rasa senang di dalam hatinya ketika membayangkan kehadiran buah hatinya yang akan lahir sebentar lagi.


Dan Diana di tambah bahagia saat mengetahui jika dia mengandung anak kembar.


Lalu tangan Diana mengambil remote tv dan menyalakan televisi di depan nya.


Tapi tiba-tiba ada sebuah berita yang tengah di tayangkan.


Mata Diana nampak menatap penuh rasa keterkejutan dengan berita yang sedang di tayangkan.


Berita itu adalah berita pertunangan Leon dengan seorang wanita yang tidak di ketahui oleh Diana.


"Yumna Ariandrina." Gumam Diana saat membaca nama wanita yang menjadi tunangan Leon.


"Baiklah.. Sekarang kita berada di acara terbesar tahun ini yaitu pertunangan Leon Sebastian dengan putri keluarga Subagyo... Pertunangan ini merupakan momen yang sangat-sangat di tunggu oleh semua orang, menyatukan dua keluarga besar menjadi satu dengan ikatan suci pertunangan yang pastinya akan di lanjutkan dengan ikatan pernikahan..."


Mendengar penjelasan dari pembawa acara tersebut, Diana nampak terkejut tipis. Dia cukup bahagia karena setidaknya Leon bisa menemukan wanita yang bisa membuatnya bahagia.


"Ku harap kau bahagia..." Gumam Diana seraya melihat perut besarnya.


Lalu tangan Diana mengambil handphone miliknya, dia ingin menelpon Nina.


Tak beberapa lama panggilan pun tersambung kepada Nina.


"Diana ada apa?"


"Tidak, bagaimana kabar mu?"


"Aku baik,"


"Syukurlah, apa boleh aku meminta bantuan kepada mu?"


"Tentu, bantuan apa?"


"3 Minggu lagi aku akan pergi ke rumah sakit untuk melaksanakan persalinan, apa kau mau menjemput ku?"


"Tentu saja, aku akan menjemputmu.."


"Baiklah, Terimakasih yah."

__ADS_1


Di saat Diana dan Nina tengah mengobrol, tiba-tiba kaki Diana terpeleset saat menginjak genangan air hujan yang menetes dari plafon Villa yang bocor.


Bruk...


Nina yang mendengar suara keras dari Diana langsung panik.


"Diana?! Kau kenapa?"


"Arg..."


Terdengar suara rintihan kesakitan dari Diana, wanita itu lalu melihat darah yang mengalir dari s*langkangan nya.


"Nina.. Ku mohon datang ke sini, Arg..."


Mendengar permintaan Diana, Nina langsung mematikan panggilan dari Diana dan menelpon ambulan untuk datang ke Villa tempat Diana tinggal.


Diana nampak menahan rasa sakit, dia tak ingin terjadi apa-apa dengan kedua bayi di dalam kandungan nya.


Darah terus mengalir dari s*langkangan Diana, wanita itu terus berusaha untuk bangkit tapi kedua kakinya terasa tak memiliki tenaga.


Kemudian Diana mulai menyeret badannya menuju pintu keluar, tapi beberapa detik kemudian Diana langsung diam saat merasakan sakit yang luar biasa.


"Arg...." Nampak Diana meringis kesakitan.


Lalu matanya mulai berat, dan tak beberapa lama tubuh Diana mulai ambruk dan tak sadarkan diri.


Mata Nina langsung terkejut saat melihat keadaan Diana yang tengah tergeletak di lantai dengan kondisi yang sudah tak sadarkan diri.


"Diana.." Panggil Nina dengan mata yang berkaca-kaca.


Lalu para petugas ambulan langsung membawa Diana masuk ke dalam mobil ambulan dan segera membawanya ke rumah sakit.


Di rumah sakit...


Nina tengah menangis seraya menunggu Diana yang tengah di operasi oleh dokter.


Tak beberapa lama datang Reyhan yang baru di beri tahu oleh Nina dengan kondisi Diana.


"Bagaimana kondisi Diana?" Tanya Reyhan.


"Aku tak tahu, tapi sepertinya kondisi Diana sedang kristis." Jawab Nina dengan mata yang merah.


"Bagaimana bisa hal ini terjadi? Maksud ku, kenapa Diana bisa mengalaminya hal itu?" Tanya Reyhan.

__ADS_1


"Aku tak tahu, tapi pas aku sedang menelpon dengannya tiba-tiba terdengar suara keras dan Diana langsung menjerit kesakitan dan dia meminta ku untuk datang.. Lalu saat aku tiba, Diana sudah tak sadarkan diri dengan darah yang mengalir." Ucap Nina dengan nada panik.


"Itulah kenapa aku tak suka jika Diana tinggal di Villa itu.. Maafkan aku Diana, aku tak ada di samping mu.." Gumam Reyhan yang merasa bersalah ketika mendengar apa yang terjadi pada Diana.


Nina hanya bisa duduk, dia tak henti-hentinya terus menangis. Nina tak bisa berhenti untuk menangis, dia masih memikirkan kondisi Diana dan kedua bayi di dalam kandungannya.


Setelah sekian lama menunggu, Dokter pun keluar dari ruang operasi.


Nina dan Reyhan langsung menghampiri dokter tersebut.


"Dok bagaimana kondisi teman saya?" Tanya Nina.


Dokter tersebut nampak terdiam dengan raut wajah yang sedih.


"Kedua bayi nya berhasil selamat, tapi untuk Ibu nya.." Ucap Dokter tersebut seraya menggantung kan kata-kata nya.


"Ada apa dengan Diana?" Tanya Reyhan.


"Kondisi nya sekarang sedang kritis, dia mengalami pendarahan dan kini pasien masih dalam keadaan koma. Tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan nyawa pasien." Ucap Dokter tersebut.


Mendengar penjelasan dari dokter tersebut, Nina langsung lemas. Matanya menatap ke depan, perlahan air mata Nina mulai membasahi kedua pipinya.


"Kak Reyhan, Diana...." Ucap Nina.


Kemudian Reyhan langsung membantu Nina untuk berdiri. "Kita berdoa agar kondisi Diana membaik, kita hanya bisa berdoa agar Diana bisa selamat..." Jawab Reyhan dengan mata yang berkaca-kaca.


"Ini semua salah ku, jika saja tadi aku datang berkunjung ke Villa Diana. Mungkin sekarang dia tak akan mengalami hal ini." Ucap Nina yang merasa bersalah karena tidak menjadi sahabat yang baik untuk Diana.


"Tidak, ini bukan salah mu..." Jawab Reyhan.


Kemudian Reyhan menuntun Nina untuk duduk di bangku, Nina nampak terus menangis dia ingin sekali melihat kondisi Diana. Tapi untuk saat ini Dokter melarang Nina dan juga Reyhan melihat kondisi Diana.


"Bagaimana jika sekarang kita melihat kondisi kedua anak Diana?" Tanya Reyhan.


"Emm.. Baik," Jawab Nina.


Kemudian Nina dan Reyhan pergi ke ruang rawat khusus bayi Diana.


Nampak kedua bayi kembar itu tengah tertidur lelap di dalam inkubator karena kedua bayi Diana lahir tidak tepat pada waktunya.


"Mereka sangat tampan.." Ucap Nina karena kedua bayi Diana berjenis kelamin laki-laki.


"Iya mereka sangat tampan.." Jawab Reyhan.

__ADS_1


"Jika Diana sudah siuman, dia pasti sangat bahagia ketika melihat kedua bayi nya." Ucap Nina.


"Tentu saja, dia pasti akan sangat bahagia."


__ADS_2