
Diana tengah berjalan dengan langkah cepat, sesampainya di tempat kerja. Diana segera mengganti pakaiannya dengan pakaian pelayan.
Hari ini majikannya akan datang ke rumah ini dan melihat kondisi rumah barunya, nampak semua pelayan tengah bersiap dan berdandan sangat cantik karena yang mereka dengar jika majikan mereka adalah seorang duda.
Tapi berbeda dengan yang lain, Diana nampak enggan untuk berdandan sangat cantik. Dia hanya menggunakan make up tipis dengan lipstik pink.
Karena Diana sudah cantik dari lahir, meski hanya menggunakan make up tipis dia tetap cantik.
Lagi pula menurut Diana, akan sangat di sayangkan jika dia menggunakan make up yang tebal karena nantinya pasti akan luntur oleh keringat.
"Cepat berbaris." Ucap Kepala pelayan.
Mendengar perintah dari kepala pelayan, para pelayan langsung berbaring di depan pintu untuk menyambut kedatangan majikan baru mereka.
Nampak para pelayan hanya bisa menundukkan kepala mereka, karena Kepala pelayan menyuruh mereka agar jangan menatap wajah majikannya secara langsung karena itu sangat tidak sopan.
Leon tengah berjalan dengan santai, matanya menatap bangunan mewah yang akan menjadi rumah barunya.
"Selamat datang, Tuan." Ucap Kepala pelayan kepada Leon.
Leon hanya menganggukkan kepalanya, lalu dia terus berjalan ke dalam rumah.
Di saat dia masuk rumah, sudah ada banyak pelayan yang berdiri sejajar untuk menyambut kedatangan nya.
"Perkenalkan ini Tuan Leon, dia akan menjadi majikan kalian sekarang." Ucap Kepala pelayan seraya memperkenalkan Leon kepada pelayan baru.
Diana terdiam dengan kepala yang masih menunduk, pikirannya masih melayang pada nama Leon.
"Leon? Jangan bilang jika majikan baru ku itu Leon. Tapi tidak mungkin, rumah Leon bukan di sini, tapi apa masih ada nama Leon selain dia." Pikir Diana.
"Baiklah, kalian semua bisa kembali bekerja." Ucap Kepala pelayan.
Sementara Leon langsung berjalan menuju kamar barunya, dia ingin segera merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Nampak beberapa pelayan sesekali menatap Leon dengan tatapan genit, begitu juga dengan Diana. Dia ingin tahu, apakah Leon majikannya itu adalah Leon yang dia kenal.
Dan saat Diana melihat wajah Leon dari samping, wanita itu hanya bisa menangis penuh kekesalan.
__ADS_1
Rupanya dunia ini sangat sempit, pada akhirnya dia malah bekerja di kediaman Leon.
"Kau lihat, majikan kita sangat tampan.." Ucap seorang pelayan, nampak pelayan yang lain pun langsung berbicara tentang ketampanan Leon.
Mendengar perkataan teman-temannya, Diana ingin sekali mengatakan jika pria itu hanya tampan wajahnya saja tapi sikapnya seperti iblis yang suka memaksa untuk berhubungan intim.
Tapi Diana masih bisa bernafas lega karena Leon seperti nya tidak mengetahui jika dirinya bekerja sebagai pelayan di sini.
Yang Diana harus lakukan adalah menghindari Leon sebisa mungkin agar pria itu tidak mengetahui jika Diana bekerja di rumah nya.
Lalu Diana di panggil oleh kepala pelayan untuk membersihkan lantai bagian atas, nampak Diana sedikit terdiam saat mendapatkan perintah untuk memberikan lantai bagian atas.
"Ada apa? Cepat kerja." Ucap Kepala pelayan dengan tegas.
Diana hanya bisa menganggukkan kepalanya, kemudian dengan langkah pelan Diana mulai menaiki tangga.
Ada rasa takut di hatinya, dia takut bertemu dengan Leon.
Lalu Diana melihat ke sekeliling, kemudian langkahnya mulai berjalan ke arah kanan. Diana mulai membersihkan lorong yang di sampingnya terdapat beberapa pintu kamar.
Nampak Diana sesekali menyeka keringat yang mengalir di wajahnya, tempat yang Diana bersihkan cukup luas dan itu membutuhkan waktu yang sangat lama.
Di saat Diana tengah membersihkan lorong, tiba-tiba pintu di depannya terbuka. Diana yang tengah membersihkan lantai pun bisa melihat sepasang sepatu pria berada di depannya.
Dengan perlahan Diana mengangkat kepalanya, kedua mata saling bertatapan dengan wajah yang penuh rasa keterkejutan.
"Leon.."
"Diana.."
Leon dan Diana saling menatap, nampak Leon terkejut saat melihat Diana berada di rumah barunya dengan pakaian pelayan.
"Apa yang sedang kau lakukan di sini? Dan kenapa kau menggunakan pakaian pelayan?" Tanya Leon.
Diana hanya bisa bangkit, lalu dengan sopan Diana menyapa Leon.
"Perkenalkan nama saya Diana, saya pelayan baru di kediaman anda Tuan." Ucap Diana, meski di dalam hati dia sangat kesal menyapa Leon secara sopan.
__ADS_1
Mendengar perkataan Diana, Leon langsung tersenyum penuh kepuasan.
"Oh.. Jadi kau bekerja sebagai pelayan di rumah ku?"
"Iya Tuan."
"Oke, pelayan.. Tolong bersihkan kamar ku, kamar ku penuh debu."
"Baik Tuan, tapi pekerjaan untuk membersihkan kamar bukan bagian saya."
"Kau sebaiknya menurut, cepat bersihkan." Ucap Leon dengan nada tinggi.
"Baik Tuan."
Kemudian Diana langsung masuk ke dalam kamar Leon, nampak Diana melihat ke sekeliling kamar.
Perlahan Diana mulai membersihkan kamar Leon dengan teliti, sementara Leon hanya tersenyum seraya berbaring di atas ranjang.
"Bersihkan yang benar," Ucap Leon.
"Baik Tuan."
Kemudian Diana mulai membersihkan kolong meja yang ada di kamar Leon, nampak Leon terdiam saat melihat posisi Diana yang seperti menggoda.
"Jangan lupa bersihkanlah juga kamar mandinya, sikap yang bersih."
"Baik Tuan."
Lalu Diana mulai membersihkan kamar mandi, tak beberapa lama Diana pun keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sedikit basah.
"Kau sudah membersihkan nya?" Tanya Leon.
"Iya Tuan."
"Bagus, tunggu apa lagi? Sana pergi!"
Mendengar ucapan Leon, Diana hanya bisa tersenyum lalu segera pergi meninggalkan kamar Leon.
__ADS_1
Leon yang melihat kepergian Diana, hanya bisa tersenyum tipis. Dia masih tidak menyangka jika wanita itu akan menjadi pelayan di rumah nya.