Kan Ku Rebut Suami Mu

Kan Ku Rebut Suami Mu
Ketidak percayaan Leon


__ADS_3

Leon terdiam, tulang sumsum? Untuk apa Diana menginginkan tulang sumsum miliknya.


"Apa kau sedang melakukan trik lagi dengan ku? Agar aku tertarik lagi dengan mu? Kau salah, Diana. Aku tidak akan terjebak untuk kedua kalinya." Ucap Leon.


Mendengar perkataan Leon, Diana dengan tegas langsung menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak pernah ada niatan untuk melakukan hal itu lagi, ku mohon.. Tolong donor kan tulang sumsum mu, aku sangat membutuhkan nya."


Mendengar perkataan Diana yang mengatakan dia tak ada niatan untuk naik ke ranjangnya, membuat Leon sedikit kesal.


"Untuk apa tulang sumsum ku, apa kau ingin menjual nya?"


"Tidak, maaf sebelumnya aku belum mengatakan hal ini kepada mu. Saat kita berpisah, aku sedang hamil.."


Deg..


Bak di sambar petir, Leon langsung terdiam dengan wajah yang menatap tidak percaya kepada Diana.


"Dan sekarang anak ku, sedang sakit. Dia sangat membutuhkan transplantasi tulang sumsum dan kau ayahnya, tulang sumsum mu pasti cocok dengan nya."


"Jangan bicara omong kosong, kau tidak mungkin hamil."


"Terserah kau mau percaya atau tidak, tapi ku mohon untuk kali ini. Tolong aku, aku tidak ingin kehilangan anak ku."


"Anak ku, apa kau pikir aku akan percaya dengan ucapan mu itu! Kau yang gampang naik ke ranjang ku, bisa saja kau juga melakukan hal itu bersama dengan pria lain dan kau mengaku jika anak itu adalah anak ku, apa kau menginginkan aku mengakui nya dan menjadikan nya sebagai penerus ku? Agar kau juga bisa mendapatkan sesuatu yang kau inginkan."


Perkataan Leon langsung membuat Diana terdiam, dia tak menyangka jika Leon bisa mengatakan hal seperti itu.


"Kau tenang saja Tuan Leon, saya sama sekali tidak tertarik dengan hal yang anda katakan itu. Lagi pula saya meminta tolong tidak dengan gratis, sama akan membayar kebaikan anda dengan uang yang saya punya."


"Apa kau kira tulang sumsum ku hanya bisa di beli dengan uang segitu?"


"Lalu berapa? Aku akan membayarnya asal nyawa anak ku selamat."


"Kau bisa membayarnya dengan tubuhmu, tak perlu dengan uang." Ucap Leon seraya tersenyum mengejek kepada Diana.


Wanita itu langsung terdiam, lalu Diana menarik nafas dan membuangnya secara perlahan.


"Aku memang menginginkan anak ku untuk sembuh, tapi sepertinya saya telah salah meminta bantuan kepada anda." Ucap Diana seraya kembali menutup koper miliknya.

__ADS_1


Dia tidak ingin kembali di hina oleh Leon, meski Diana ingin Luis sembuh tapi Diana tidak ingin menjadikan dirinya sebagai p*lacur.


"Maaf karena saya sudah menganggu waktu anda," Ucap Diana seraya bergegas pergi.


Di saat Diana hendak membuka pintu tangan kekar Leon langsung menahan pintu.


Diana bisa merasakan hembusan nafas Leon yang menyapu setiap pori-pori kulit lehernya.


Dengan cepat Diana langsung membalikkan badannya dan mendorong tubuh Leon agar tangannya tidak menghalangi pintu.


Tapi Leon segera mengunci pintu ruangannya.


"Apa yang kau lakukan? Buka.." Pinta Diana dengan nada tinggi.


"Aku tidak mau." Jawab Leon seraya mendekati Diana.


Diana langsung menghalangi tubuh bagian depannya dengan koper miliknya, tapi Leon langsung mengambil koper itu dan melemparkannya jauh ke sudut ruangan.


"Jangan bercanda Leon, aku sedang buru-buru. Sebaiknya kau buka pintu," Ucap Diana.


Lalu Diana langsung membelakangi Leon untuk membuka pintu tapi meski dia sudah mengeluarkan seluruh tenaganya, pintu itu masih belum terbuka.


Tidak hanya itu Leon langsung memegang buah milik Diana.


Merasa di lecehkan, Diana segera berbalik dengan tatapan marah.


Plak...


Sebuah tamparan mendarat tepat di pipi sebelah kanan, Leon langsung terdiam seketika saat Diana menampar nya.


Tangan kekarnya mulai memegangi pipi yang terasa panas akibat tamparan Diana.


"Dasar b*jingan." Maki Diana.


Kemudian Dian pergi mengambil koper miliknya, tapi di saat Diana tengah mengambil koper nya tiba-tiba Leon langsung menarik tubuh nya dan menjatuhkan tubuh Diana ke lantai.


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Diana panik saat Leon berada di depannya.


Diana yang berada di lantai mulai memundurkan tubuhnya, Leon langsung menarik Kaki Diana.

__ADS_1


Diana segera menyilang kan kedua tangannya di dada, tapi Leon langsung mengikat kedua tangan Diana menggunakan dasi miliknya.


"Leon... Ku mohon jangan.." Ucap Diana panik saat melihat Leon mulai membuka seluruh pakaiannya.


Tiba-tiba tangan Kekar Leon langsung merobek paksa pakaian yang di gunakan oleh Diana, wanita itu hanya bisa menangis dan berusaha untuk menutupi tubuh polosnya.


"Kenapa harus malu-malu, bukan kah aku sudah melihat semua bagian tubuh mu. Bahkan tak ada bagian tubuh mu yang belum pernah aku lihat." Bisik Leon seraya menikmati pemandangan di depannya.


"Leon ku mohon, lepaskan aku.. Hiks.. Hiks.. Jangan lakukan itu, ku mohon..."


"Jangan lakukan? Bukan kah kau yang paling menyukai hal ini,"


Tanpa mendengarkan perkataan Diana, Leon langsung memperkosa Diana saat itu juga.


Diana hanya bisa menangis, meski dia pernah melakukan hal ini dengan Leon tapi untuk sekarang Diana tidak menginginkan nya.


Leon terus melakukan hal itu, amarah dan nafsunya telah menyelimuti seluruh akal sehatnya.


Tanpa mendengarkan suara rintihan Diana, Leon melakukan hal itu secara kasar. Tapi sesekali, Leon tersenyum saat mendengar suara ******* yang keluar dari mulut kecil Diana.


"Kau bilang, kau hamil anak ku.. Maka akan ku buat kau hamil anak ku yang sebenarnya.." Ucap Leon seraya menatap Diana.


Wanita itu hanya bisa terbaring lemas tak berdaya, dia tidak bisa melawan. Tenaga nya seakan hilang, Leon yang melihat Diana seperti itu merasa sangat puas.


Ada rasa senang di hati Leon, dia sangat merindukanmu tubuh indah yang dulu selalu menemani nya setiap malam.


Dan kini Leon tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini, dia tak peduli apa yang akan di katakan oleh Diana kepada nya.


"Leon.. Ku mohon, hentikan..." Ucap Diana dengan nada lembut.


Leon pun tersenyum, dia tahu jika Diana sudah seperti ini wanita itu pasti sudah tidak sanggup lagi.


Tapi bukannya berhenti Leon langsung mengangkat tubuh Diana dan membawanya ke atas sofa, di atas sofa Leon kembali melanjutkan aksinya dengan posisi Diana yang membelakangi dirinya.


Diana hanya bisa menangis, awalnya dia hanya ingin meminta pertolongan Leon tapi entah kenapa semua nya malah berakhir seperti ini.


Cukup lama bermain, Leon pun mulai mengakhiri permainannya.


Dengan senyuman puas, dia melihat tubuh putih Diana yang tengah berbaring di atas sofa.

__ADS_1


Tanpa ada rasa bersalah, Leon mengelus rambut Diana dan rupanya wanita itu sudah pingsan akibat kelelahan.


__ADS_2