
Karmila berjalan dengan langkah yang pelan, lalu di depan nya ada seorang pelayan yang sudah menunggu Karmila.
"Nona Karmila?" Tanya pelayan itu.
"Iya saya, Dimana Nenek Yenita?" Tanya Karmila.
"Mari saya antar," Ucap pelayan itu.
Karmila pun langsung mengikuti langkah kaki pelayan tersebut menuju salah satu ruangan VIP.
Sesampainya di depan pintu ruangan, pelayan itu langsung mempersilahkan Karmila untuk masuk ke dalam ruangan.
Dengan perlahan Karmila mulai mendorong pintu di depan matanya, di dalam ruangan nampak seorang wanita tua tengah duduk seraya menikmati secangkir teh.
"Karmila, kau sudah datang. Nak." Ucap Yenita seraya mempersilahkan Karmila untuk duduk.
"Nek.." Rengek Karmila seraya berusaha menahan air matanya.
"Ada apa sayang?" Tanya Yenita seraya melihat Karmila dengan tatapan iba.
"Mas Leon, hiks.. Hiks..."
"Ada apa dengan Leon? Apa kalian bertengkar?" Tanya Yenita.
"Bukan.." Jawab Karmila.
"Lalu ada apa? Bukan kah kalian baru pulang liburan ke Jepang? Masa sudah ribut lagi sih." Ucap Yenita heran.
Lalu Karmila langsung menggelengkan kepalanya, "Yang liburan ke Jepang bukan aku." Ucap Karmila.
"Bukan kamu? Lalu foto siapa yang Leon posting?" Tanya Yenita yang mengingat jika cucu nya memposting foto wanita dari belakang yang dia kira itu adalah Karmila.
"Itu bukan aku, Hiks.. Hiks... Mas Leon pergi dengan selingkuhannya." Ucap Karmila.
Mendengar perkataan Karmila, Yenita langsung terdiam dengan tatapan tak percaya.
__ADS_1
"Apa kau serius?" Tanya Yenita memastikan jika ini adalah benar.
"Benar Nek, Mas Leon selain dengan wanita ini." Ucap Karmila seraya menunjukkan foto Diana yang tengah berada di Jepang dan foto tersebut memiliki latar belakang yang sama dengan foto Leon.
"Kurang ajar wanita itu, memang nya dia siapa berani mengganggu rumah tangga cucu ku." Ucap Yenita kesal.
"Dan lagi, foto tangan yang di jadikan profil WhatsApp Mas Leon bukan tangan ku tapi tangan wanita itu." Ucap Karmila mengadu kan semuanya kepada Yenita.
"Ya ampun, siapa nama wanita murahan itu? Apa dia tak memiliki rasa malu melakukan hal seperti itu dan dengan bangga nya dia memamerkan kemesraan terlarang seperti itu. Dasar wanita tidak tahu malu.." Maki Yenita.
"Namanya Diana, Nek. Mungkin dia ingin balas dendam kepada ku.." Ucap Karmila.
"Balas dendam? Memang nya kenapa dia ingin balas dendam? Apa kau mengenal nya?" Tanya Yenita penasaran.
"Iya, dulu aku dan dia berteman baik. Dan setelah itu aku bekerja di perusahaan milik nya, dan aku sangat mengenal Diana dan juga Suaminya tapi sikap Diana sangat kejam dan egois, dan saat itu Danu. Suami Diana sangat sedih dengan sikap Diana yang selalu memperlakukan nya dengan semena-mena dan aku berusaha untuk membuat mereka tidak bertengkar lagi tapi Diana malah salah sangka dan menyangka aku itu adalah perusak hubungan rumah tangga nya... Sehingga saat itu Diana sangat marah dan kami pun tak berteman lagi," Ucap Karmila seraya meneteskan air mata nya.
Melihat hal itu Yenita langsung tersentuh, dia tak menyangka ternyata kehidupan cucu menantu nya sangat lah menyedihkan.
"Nenek sangat kasihan kepada mu, Nak. Kau menganggap nya sebagai sahabat tapi wanita itu malah memperlakukan mu seperti itu dan sekarang dia telah merebut suami mu. Benar-benar wanita yang tidak memiliki rasa malu." Ucap Yenita kesal.
"Iya Nek, dan aku juga sempat bertemu Diana dan meminta nya untuk tidak menganggu suami ku lagi.. Tapi wanita itu malah memaki-maki aku dan mengatakan jika dia tidak akan pernah meninggalkan Leon." Ucap Karmila melanjutkan cerita nya.
Mendengar perkataan Yenita, Karmila hanya bisa tersenyum tipis.
Lalu Yenita mengajak Karmila untuk datang ke tempat tinggal Diana, agar dia sendiri lah yang akan memberikan peringatan kepada wanita itu.
Sesampainya di tempat tinggal Diana, Yenita dan Karmila langsung mengetuk pintu apartemen Diana dengan sangat kencang.
Kret...
Pintu apartemen pun terbuka secara perlahan, Diana yang membuka pintu apartemen nya pun langsung membulatkan matanya saat melihat dua wanita di depan pintu apartemennya.
Tanpa menunggu jawaban Diana, Yenita langsung masuk ke dalam apartemen Diana dan melihat-lihat isi apartemen tersebut.
"Apa yang kalian lakukan di rumah ku?" Tanya Diana dengan tatapan tak bersahabat terutama saat melihat Karmila.
__ADS_1
Karmila nampak tersenyum puas, tapi sedetik kemudian dia langsung memasang ekspresi sedih.
"Diana..." Panggil Karmila dengan nada yang ingin menangis, nampak Karmila berjalan seraya memegang tangan Diana.
"Lepaskan.." Maki Diana seraya melepaskan tangannya, tapi Karmila langsung terjatuh ke lantai seakan Diana telah mendorong tubuh nya.
Yenita yang melihat itu langsung marah, dia segera membantu Karmila dan mengatakan maksud tujuan mereka datang ke sini.
"Jadi kau selingkuhan cucu ku?" Tanya Yenita dengan tatapan sinis.
Tapi Diana tak kalah sinis, wanita itu tak ada niatan untuk menghormati Yenita sama sekali.
"Itu bukan urusan anda, Nyonya." jawab Diana.
"Jelas urusan ku, apa kau tak punya rasa malu? Kau telah menjadi selingkuhan suami sahabat mu sendiri?" Ucap Yenita.
"Sahabat? Apa maksud mu? Apa maksud mu sahabat ku adalah wanita itu?" Tanya Diana seraya menunjuk ke arah Karmila.
"Tentu saja siapa lagi? Aku tak habis pikir, kau wanita yang tidak memiliki hati. Karmila sangat menyayangi mu tapi kau malah menyakiti nya seperti ini? Apa kau tak punya otak?" Tanya Yenita kesal saat melihat Diana.
"Oh.. Karmila, apa yang telah kau lakukan lagi? Kau menjual nama ku? Tapi sepertinya aku harus bertepuk tangan untuk mu karena kau telah berhasil meracuni pikiran wanita tua ini." Ucap Diana seraya bertepuk tangan.
"Diana, aku tak bermaksud seperti itu. Maafkan aku, tapi aku sungguh sangat menyayangi mu layaknya seorang adik. Tapi.. kenapa kau malah menghancurkan kebahagiaan ku, Diana." Ucap Karmila seraya menangis.
"Omong kosong apa ini? Hentikan sandiwara busuk mu itu, Karmila. Harusnya kau menjadi seorang aktris saja," Ucap Diana.
"Hentikan memaki cucu menantu ku..!" Teriak Yenita dengan nada yang tinggi.
Diana yang mendengar ucapan wanita tua di hadapannya pun langsung terdiam.
"Sekarang katakan, apa mau kalian?" Tanya Diana yang enggan untuk melayani mereka berdua.
"Berapa yang kau minta?" Tanya Yenita.
"Maksud anda, Nyonya?" Tanya Diana.
__ADS_1
"Apa kau masih tak mengerti apa maksud ku? Atau kau pura-pura tidak mengerti?" Tanya Yenita dengan tatapan meremehkan.
"Tentu saja aku tidak mengerti apa yang kau katakan, katakan dengan jelas Nyonya. Aku bukan orang yang suka basa-basi."