Kan Ku Rebut Suami Mu

Kan Ku Rebut Suami Mu
Reyhan


__ADS_3

Nina berjalan santai di trotoar jalan, tapi tiba-tiba ada sebuah tangan yang menepuk pundaknya.


Nina dengan mata was-was langsung melihat ke belakang, matanya seketika membulat saat melihat sosok di depannya.


"Kak Reyhan.." Ucap Nina saat melihat Kakak sepupunya.


"Hey.. Nin, kau sudah besar sekarang yah." Ucap Reyhan seraya tersenyum.


"Iya, bagaimana kabar mu? Ku dengar kau kuliah di luar negeri."


"Iya, dan sekarang aku juga sudah bekerja di luar negeri."


"Wah.. Hebat," Ucap Nina.


Kemudian Reyhan mengajak Nina untuk mengobrol di sebuah caffe.


Di sana Nina memesan minuman, Nina pun segera memberi beberapa pertanyaan kepada Reyhan.


"Kak, kenapa kau tiba-tiba pergi ke luar negeri?" Tanya Nina.


"Iya, maaf. Tapi sekarang aku sudah pulang,"


"Emm.. Iya karena kau pergi secara mendadak pas hari pernikahan Diana, Diana sangat sedih karena kau tak bisa datang ke pernikahan nya." Ucap Nina.


Mendengar perkataan Nina, Reyhan hanya tersenyum kecut.


"Jadi bagaimana dengan Diana? Apa sekarang dia sudah punya anak?" Tanya Reyhan.


Mendengar pertanyaan Reyhan, Nina langsung memasang wajah sedih.


"Tidak, Danu suami Diana sudah tiada. 2 tahun yang lalu, dan kini Diana seorang janda."


"Apa? Sungguh?" Tanya Reyhan seperti tak percaya dengan apa yang dia dengar saat ini.


"Iya, dan sebelum Danu meninggal. Dia telah menyakiti Diana secara habis-habisan." Ucap Nina.


"Maksud nya?"


"Iya, Danu berselingkuh dengan wanita lain dan mengakibatkan bisnis yang mereka jalani pun bangkrut karena pria itu selalu memberikan uang hasil kerjanya kepada wanita sialan itu." Jawab Nina marah jika mengingat tentang hal itu.


"Lalu dimana sekarang, Diana?" Tanya Reyhan.


"Seperti biasa, Diana ada di rumah."


"Bagaimana jika kau telpon dia dan mengajaknya untuk bertemu, aku sudah lama tidak bertemu dengannya." Ucap Reyhan seraya tersenyum.


"Oke, sebentar yah. Aku telpon dulu."


Kemudian Nina langsung mengambil handphone nya dan segera menelpon Diana.


***


Diana yang tengah berbaring di samping Leon, di kejutkan dengan suara dering ponsel miliknya.


Tangan Diana langsung mengambil ponselnya dan segera mengangkat panggilan dari Nina.


"Hallo?"


"Kau dimana?"

__ADS_1


"Aku di apartemen, ada apa?"


"Datanglah ke sini, aku ingin menunjukkan sesuatu kepadamu. Kau pasti sangat terkejut ketika melihat nya."


"Apa itu?"


"Rahasia, kau cepat datang ke cafe XX."


"Baik, aku ke sana sekarang."


Setelah mengatakan itu, Diana langsung mematikan ponselnya.


Dia juga segera bergegas bangkit dari ranjang, Leon yang melihat Diana hendak pergi pun langsung angkat bicara.


"Kau mau kemana?"


"Aku ada urusan sebenar."


"Jadi kau ingin meninggalkan ku, sendirian di sini?" Tanya Leon.


"Hanya sebentar, setelah urusan ku selesai aku akan langsung pulang."


"Memang nya sepenting apa urusan mu itu, sampai kau tega meninggalkan ku sendirian di sini."


"Entahlah, tapi Nina Menelpon ku dan menyuruh ku untuk segera datang. Dan aku yakin, itu urusan yang sangat penting."


"Bagaimana kau yakin hal itu sangat penting? Bisa saja itu hanyalah sekedar pembicaraan yang tak penting."


"Ada apa? Kok kaya gak suka gitu?" Tanya Diana dengan tatapan sinis.


"Iya jelas aku tak suka, kau ingin meninggalkan ku demi teman mu." Jawab Leon.


"Sayang, aku gak akan ninggalin kamu kok. Cuman sebentar, setelah urusan ku beres aku akan langsung pulang." Ucap Diana seraya merayu Leon agar pria itu tidak marah-marah.


"Baiklah, tapi aku akan ikut." Ucap Leon.


"Tidak boleh." Tolak Diana dengan tegas.


"Kenapa? Kau tak suka aku ikut?"


"Bukan seperti itu, kau masih berstatus suami orang dan bagaimana jika ada orang lain yang melihat. Apa kau tega melihat kekasih kecil mu di hina di depan umum?" Tanya Diana dengan mata yang berkaca-kaca.


"Oke.. Oke, aku tak akan ikut."


"Baiklah, sekarang aku ingin bersiap-siap dulu." Ucap Diana seraya berjalan ke kamar mandi.


Leon hanya bisa tersenyum tipis saat melihat keceriaan Diana.


Setelah selesai, Diana langsung bergegas pergi meninggalkan Leon di apartemen sendirian.


Tak beberapa lama, Leon mendapatkan pesan dari Ibunya untuk segera datang ke rumah karena ada sesuatu hal yang sangat penting.


Setelah mendapatkan isi pesan dari Ibunya, Leon segera pergi ke rumah Natalia.


***


Diana dengan langkah pelan dan anggun berjalan menyusuri trotoar, dia terus melihat ke sekeliling dan mencari Cafe yang maksud oleh Nina.


Setelah sekian lama berjalan, Diana akhirnya sampai di tempat yang di tuju.

__ADS_1


"Diana.." Panggil Nina seraya melambaikan tangan nya.


Diana yang melihat Nina pun langsung memanggil nya, tapi Diana di buat penasaran dengan sosok pria yang membelakanginya dirinya.


"Ada apa sih?" Tanya Diana seraya melihat pria yang duduk di hadapan Nina.


Deg...


Diana terdiam mematung saat melihat pria di depan matanya.


"Kak Reyhan.." Gumam Diana.


"Diana, bagaimana kabar mu?" Tanya Reyhan seraya tersenyum.


"Kau sudah pulang dari luar negeri?" Tanya Diana dengan mata yang berkaca-kaca.


"Iya sudah," Jawab Reyhan.


Tanpa aba-aba, Diana langsung memeluk pria di hadapannya itu.


"Hiks.. Hiks.. Aku sangat merindukanmu.." Ucap Diana seraya menangis terharu.


"Tentu, aku juga sangat merindukan mu." Jawab Reyhan.


"Khemm.." Nina pun hanya bisa berpura-pura batuk.


Mendengar kode dari Nina, Diana langsung melepaskan pelukannya dari Reyhan dan begitu juga dengan Reyhan.


"Jadi kapan kau pulang ke sini?" Tanya Diana antusias.


"Mungkin baru 1 Minggu." Jawab Reyhan.


"Kau di Indonesia akan tinggal? Atau akan kembali lagi ke luar negeri." Tanya Diana penasaran.


"Entahlah, bagaimana nanti saja." Jawab Reyhan.


"Kau itu sangat jahat, kau bahkan tiba-tiba pergi tanpa berpamitan kepada ku." Ucap Diana kesal.


"Sorry.. Sorry.." Jawab Reyhan seraya mengelus rambut Diana.


"Khem.. Kok aku kaya obat nyamuk yah?" Protes Nina.


"Hehehe.. Maaf yah, jadi kau menyuruh ke sini untuk apa?" Tanya Diana kepada Nina.


"Bukan aku yang menyuruh mu datang, tapi Kaka sepupu ku ini yang menyuruh ku untuk menghubungi mu." Jawab Nina.


"Oh gitu yah, jadi Kak Reyhan ada apa?" Tanya Diana.


"Memang nya aku tak boleh meminta mu ke sini? Atau kau sudah tidak menginginkan kehadiran ku?" Tanya Reyhan.


"Tidak.. Tentu saja aku sangat merindukanmu." Jawab Diana seraya tertawa ringan.


"Baiklah, sekarang kalian berdua bisa pesan sepuasnya biar aku yang bayar." Ucap Reyhan.


"Wih.. Serius nih yah?" Tanya Nina memastikan.


"Tentu saja," Jawab Reyhan.


Setelah itu Nina dan Diana pun memesan banyak makanan, nampak Reyhan hanya tersenyum seraya melihat ke arah Diana.

__ADS_1


"Dari dulu sampai sekarang, kau tak pernah berubah. Diana."


__ADS_2