
Diana terbangun dengan tubuh yang di balut selimut tebal, perlahan Diana mengangkat kepalanya dan melihat ke sekeliling ruangan.
Lalu mata Diana menatap jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB.
Dengan rasa enggan, Diana melihat ke dalam selimut. Rupanya tubuhnya masih dalam keadaan tidak menggunakan apa-apa, di depannya ada sepasang pakaian yang di siapkan oleh Leon.
Lalu ada sebuah amplop dan juga surat untuk Diana, nampak Diana mengambil surat dan amplop tersebut.
Saat membacanya, mata Diana langsung berkaca-kaca. Ada rasa benci dan kesal di hatinya.
Diana marah dan mengeluarkan uang yang ada dalam amplop tersebut dan melemparkannya ke meja kerja Leon.
Saat ini, Diana ingin sekali menampar pria itu. Tapi untuk saat ini Leon tidak ada di dalam kantor, Diana merasa sangat sakit hati.
Leon memberikannya bayaran seakan dia telah menyewa seorang p*lacur.
Lalu Diana mengambil pakaian yang di siapkan oleh Leon dan segera bergegas pergi meninggalkan perusahaan Leon.
Di sepanjang jalan, Diana terus menangis. Dia sangat benci dan juga kesal kepada Leon yang memperlakukan nya seperti itu. Yang Diana inginkan hanyalah kesembuhan untuk Luis, dia tidak ingin kembali terikat bersama dengan Leon.
Di saat Diana keluar dari perusahaan Leon, tak jauh dari sana. Sebuah mobil terparkir, Leon nampak melihat kepergian Diana dengan langkah kaki yang sangat cepat.
Lalu Diana memesan taksi online, Leon yang melihat Diana pergi pun langsung mengikuti mobil yang di tumpangi oleh Diana.
Nampak Diana berhenti di sebuah rumah, di sana dia mengambil Lucas yang sedang di titipkan di tempat Nina.
Leon yang berada cukup jauh hanya bisa melihat Diana memangku seorang anak tanpa bisa melihat wajah anak tersebut.
Kemudian Diana langsung pulang ke Villa tempat tinggalnya, Leon pun segera mengikuti kemana Diana tinggal selama ini.
Cukup lama mengikuti Diana, kini Leon tahu dimana Diana tinggal.
Leon memarkirkan mobilnya cukup jauh dari tempat tinggal Diana, secara perlahan Leon mulai masuk ke pekarangan rumah Diana.
Rumah itu cukup terawat meski model bangunan nya cukup tua.
Tapi saat Leon ingin pergi mengetuk pintu rumah Diana, Leon langsung terdiam.
Kemudian Leon segera membalikkan tubuhnya dan bergegas pergi meninggalkan rumah Diana.
Sementara itu...
Diana tengah duduk seraya menepuk-nepuk putra nya agar cepat tertidur, tatapan mata Diana nampak sangat sendu.
__ADS_1
Dia masih memikirkan apa yang telah terjadi kepada nya tadi siang, hatinya sangat marah jika mengingat perbuatan Leon kepadanya.
Pria itu memang pernah menjalin hubungan dengannya tapi untuk sekarang mereka hanyalah dua orang asing dan Leon pun tak berhak melakukan hal itu kepada nya.
"Leon.. Sialan.. Hiks.. Hiks... Hiks.." Nampak Diana mulai menangis, lalu Diana turun dari ranjang dan duduk di atas lantai.
Seraya memeluk kedua lututnya, Diana terus menangis.
Dia di buat gila oleh keadaan yang sedang menimpa nya, di satu sisi dia sangat bingung dengan keadaan Luis.
Semakin hari uang tabungan Diana pun mulai menipis, dan yang tersisa hanyalah uang yang akan dia gunakan untuk membeli transplantasi sumsum untuk Luis.
"Apa yang harus ku lakukan?" Gumam Diana, kini dia sedang berada di masa yang paling terpuruk.
Ekonomi yang dia miliki sekarang tengah menurun, dan lagi penjualan yang Diana lakukan pun tidak terlalu laku.
Tapi tangisan Diana sesaat berhenti saat merasakan tangan kecil mengelus ujung kepalanya, nampak mata Diana melihat ke arah ranjang.
Rupanya Lucas masih belum tidur dan malah tertawa seraya melihat ke arahnya.
"Sayang..." Ucap Diana seraya memeluk putranya, kedua putranya adalah penyemangat hidup nya.
Meski Diana membenci ayah Lucas dan Luis tapi Diana sangat menyayangi Lucas dan Luis.
Lucas hanya tertawa seraya berbicara dengan bahasa yang Diana tidak mengerti.
Lalu Diana mulai berbaring di atas ranjang seraya memeluk Lucas agar anaknya pun ikut tertidur.
Sementara itu...
Leon tengah terdiam matanya masih menatap sebuah berkas yang baru dia dapatkan dari rumah sakit.
Saat mendengar Diana memiliki seorang anak dan anaknya sedang sakit, Leon langsung menyuruh anak buahnya untuk meminta data tentang anak Diana.
"Leukimia.." Gumam Leon.
Kemudian mata Leon melihat foto anak itu yang bernama Luis, wajahnya sangat mirip dengan Leon waktu kecil.
"Apa dia benar-benar anak ku?" Pikir Leon.
"Jika benar dia anak ku, aku tak bisa membiarkan nya sakit seperti itu." Gumam Leon.
Lalu Leon menelpon pihak rumah sakit untuk memindahkan Luis ke kamar rawat VVIP.
__ADS_1
Setelah selesai menelpon, Leon langsung menelpon dokter pribadinya untuk melakukan pemeriksaan kepada nya.
"Diana sialan, beraninya dia membesarkan anak ku tanpa izin dari ku." Ucap Leon kesal.
Jika saja Diana mengatakan dari awal dia hamil, Leon pasti tidak akan pernah meninggalkan Diana. Meski Diana telah merendahkan nya seperti itu.
"Arg... Sialan.." Gumam Leon.
Lalu ada rasa bersalah di hati Leon jika mengingat apa yang tadi siang dia lakukan kepada Diana, meski ada rasa bersalah tapi Leon sama sekali tidak menyesali hal itu karena kegiatannya bersama Diana sangatlah nikmat.
Tok.. Tok.. Tok..
"Masuk."
"Tuan, Nyonya Natalia datang ke mari dan beliau sekarang sedang berada di ruang tamu."
"Ibu ku datang? Untuk apa dia ke sini?" Ucap Leon seraya bangkit dari tempat duduknya.
Kemudian Leon langsung pergi menemui Natalia, di sana Natalia menatap Leon dengan tatapan tak suka.
"Ada apa Bu?"
"Apa yang sebenarnya kau inginkan?" Tanya Natalia.
"Apa maksud mu, Bu? Aku tak mengerti."
"Kau masih tidak mengerti? Kau mengacuhkan dan mengabaikan Yumna, apa sih yang sebenernya kau inginkan. Jika kau melakukan hal itu, harusnya dari awal kau tak perlu bertunangan dengan Yumna. Kasihan gadis itu," Protes Natalia.
"Aku tidak melakukan hal yang salah, menurut ku. Aku selalu bersikap baik kepada nya, mungkin itu hanya perasaan wanita itu."
"Leon, ibu tidak peduli kamu mau dengan siapa. Tapi yang jelas, jika kau sudah bertunangan dengan Yumna. Setidaknya hargai perasannya."
"Iya.. Iya.. Iya.."
Kemudian Leon langsung menyalakan sebatang rokok dan menghirup nya. Natalia yang melihat hal itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Sebenarnya siapa sih, wanita yang kau cintai? Dulu kau bersama Diana, tapi kau malah meninggalkan wanita itu."
Mendengar perkataan Natalia, Leon nampak terdiam. Sebenarnya Leon tidak pernah mengatakan yang sebenarnya kepada Natalia, jika Diana mendekatinya hanya karena ingin balas dendam kepada Karmila.
"Iya karena aku bosan dengan Diana, ibu tahu kan wanita itu... Emmm.. Dia wanita kampung, dan obrolan dengannya pun sangat membosankan."
"Kau harusnya jangan seperti itu, menurut ibu. Diana wanita yang baik."
__ADS_1
Leon yang mendengar ucapan Natalia hanya bisa menyunggingkan ujung bibirnya, lalu dia kembali menghirup rokok milik nya.