Kan Ku Rebut Suami Mu

Kan Ku Rebut Suami Mu
Amarah Natalia


__ADS_3

Suasana rumah keluarga Leon nampak tengah memanas, Natalia Ibu dari Leon terus mengoceh karena kekesalan tentang berita yang menyeret nama Karmila.


"Sudah ku bilang dari dulu, wanita itu wanita yang tidak benar. Dan sekarang Ibu lihat apa yang terjadi? Keluarga kita, harga diri keluarga kita hancur oleh kelakuan wanita itu." Ucap Natalia marah-marah kepada Ibunya karena wanita tua itu sangat membela Karmila.


"Bisa saja itu adalah foto-foto dan video palsu," Ucap Nek Yenita.


"Palsu? Jelas-jelas itu asli, Bu. Pokoknya aku gak mau tahu, aku tak ingin anak ku terus bersama dengan wanita kotor itu. Sudah berapa banyak pria yang telah tidur dengan wanita itu? Dan Leon, putra kesayangannya ku mendapatkan wanita yang bekas orang. Menjijikkan, bahkan lebih parahnya lagi. Wanita itu perebut suami orang, aku tidak ingin punya menantu seorang pelakor." Omel Natalia kepada Ibunya.


Dan Yenita hanya bisa diam, dia tak mampu menjawab semua perkataan yang di lontarkan oleh Natalia.


"Dan satu lagi Ibu, aku tak ingin mendengar pembelaan mu lagi tentang wanita itu." Ucap Natalia kesal.


"Sudahlah, Lagi pula itu masa lalu. Biarkan masa lalu menjadi bagian dari masa lalu, yang terpenting dia sekarang tak melakukan hal itu lagi."


"Apa? Aku heran, apa sih yang di lakukan wanita itu kepada mu? Sampai-sampai kau membela nya habis-habisan. Ibu, aku anak mu, tapi kenapa kau malah membela wanita itu. Dan satu lagi, Leon adalah putra ku dan aku yang berhak menentukan dengan siapa putra ku menikah." Ucap Natalia yang kesal karena dia sama sekali tidak menyukai Karmila.


Wanita itu baginya seperti serigala berbulu domba.


Mendengar ucapan Natalia, Yenita pun langsung pergi meninggalkan anak perempuan nya itu sendirian.


"Karmila, apa yang telah kau lakukan kepada ibu ku sampai-sampai dia membela mu seperti itu." Gumam Natalia.


Kemudian Natalia langsung bergegas mengambil tas dan juga kunci mobil, dia ingin sekali memberikan pelajaran kepada Karmila.


Sesampainya di rumah Leon.


Natalia langsung di sambut oleh pelayan-pelayan di kediaman putranya.


"Dimana Karmila?" Tanya Natalia.


"Nyonya ada di dalam kamar,"


"Kalau begitu, panggil kan wanita itu. Katakan aku ingin bertemu." Ucap Natalia.


Kemudian pelayan itu langsung bergegas pergi ke kamar Karmila.


Karmila yang tengah kesal pun bertambah kesal saat mendengar ketukan di pintu kamarnya.


"Ada apa sih?" Tanya Karmila seraya membuka pintu kamar nya.


"Nyonya besar, datang berkunjung." Ucap pelayan itu.


"Maksud mu, ibu mertua ku?" Tanya Karmila memastikan.

__ADS_1


"Iya Nyonya."


Mendengar hal itu, Karmila hanya bisa menggigit jari nya. Dia tahu bagaimana benci nya wanita itu kepada dirinya, "Pasti wanita itu akan memaki ku?"


Setelah itu, Karmila dengan terpaksa harus pergi menemui ibu mertua nya.


"Ibu." Sapa Karmila seraya memasang wajah polos.


Melihat Karmila, seketika rasa marah di hati Natalia langsung meledak.


Plak...


Tanpa basa-basi, Natalia langsung menampar pipi Karmila dengan sangat keras dan tamparan itu di lihat langsung oleh para pelayan.


Karmila hanya bisa menundukkan kepalanya, dia tetap mempertahankan ekspresi wajah polos nya.


"Yang telah kau lakukan sekarang itu sangat fatal, dan kau telah mencoreng nama baik keluarga besar Ku."


"Ibu, sungguh itu bukan aku. Aku tak melakukan hal seperti itu," Ucap Karmila.


"Bukan diri mu? Lantas siapa? Aku tak mau tahu Karmila, sebaiknya kau cepat-cepat enyah dari Leon dan keluarga ku. Aku muak melihat diri mu yang selalu bersandiwara seperti itu."


Mendengar makian dari Natalia membuat Karmila semakin naik darah.


"Oh? Sekarang kau mulai menunjukkan taring mu?"


"Sebaiknya kau pergi dari sini, jika tidak.."


"Jika tidak apa? Kau ingin mengadu pada Leon? Atau kau ingin mengadu pada Ibu ku? Apa?"


"Aku masih memberikan sopan santun kepada mu, Ibu. Karena kau ibu mertua ku," Ucap Karmila dengan nada yang cukup tinggi.


"Sopan santun? Cih, ingat Karmila cepat atau lambat. Aku akan menendang mu dari sisi putra ku,"


"Coba saja jika kau mampu, Ibu. Karena Nenek Yenita sangat menyukai ku dan dia tak akan pernah setuju jika aku berpisah dengan Leon."


"Waw.. Percaya diri sekali kamu yah, oh. Iya, bukan kah kau dulu pelakor? Bagaimana jika ada pelakor di rumah tangga kalian?" Tanya Natalia seraya menatap Karmila.


"Apa maksud mu?" Tanya Karmila kesal melihat sikap Ibu mertuanya.


"Apa kau tak tahu, tentang foto Leon yang kepergok selingkuh? Dan aku yakin jika foto itu memang benar dia, dan.. Aku sangat yakin pula jika Leon sama sekali tak pernah mencintai mu."


"Jangan asal bicara, Ibu. Mas Leon sangat mencintai ku."

__ADS_1


"Mencintai mu? Sungguh? Jika bukan karena jebakan mu dan omong kosong mu yang mengaku di nodai oleh Leon. Putra ku tak akan pernah Sudi menikah dengan wanita j*lang seperti mu." Ucap Natalia.


Setelah puas memaki-maki Karmila, Natalia langsung pergi meninggalkan Karmila.


Karmila yang melihat kepergian Ibu mertua pun langsung marah-marah dan amarahnya itu di lampiaskan pada semua pelayan yang ada di rumah nya.


Natalia yang baru masuk ke dalam mobil hanya bisa memasang wajah yang kesal, dia sangat kesal karena wanita itu hidup putra nya sekarang menderita.


Lalu Natalia langsung mengarahkan mobil ke perusahaan Leon karena dia yakin jika putranya ada di perusahaan tersebut.


Sesampainya di perusahaan milik Leon, Natalia langsung bergegas masuk ke dalam lift.


Dan rupanya di dalam lift sudah ada seorang wanita cantik.


Diana yang melihat wanita paruh baya dengan tampilan yang modis pun hanya tersenyum seraya mundur ke belakang.


Natalia pun tersenyum kemudian menekan tombol lift menuju ke lantai tempat Leon berada.


"Itu kan lantai tempat nya Leon? Siapa wanita itu?" Pikir Diana.


Ting..


Pintu lift pun langsung terbuka, dengan langkah santai Natalia langsung keluar dari dalam lift dan segera masuk ke ruangan Leon.


Diana yang dari belakang melihat wanita itu masuk ke ruangan Leon pun langsung bertanya-tanya di dalam hatinya, siapa wanita itu?


"Leon.." Panggil Natalia.


Leon yang sedang bekerja langsung melihat ke arah pintu masuk dan rupanya itu adalah Ibu kesayangannya.


"Bu, kapan kau datang?" Tanya Leon.


"Baru saja, aku ke sini ada sesuatu yang ingin di bicarakan."


"Apa itu?"


"Ini tentang istri mu, lebih tepatnya kasus yang menimpa dirinya."


"Lalu?"


"Pokoknya kau harus ceraikan wanita itu, nama baik keluarga kita sudah tercoreng oleh kelakuan wanita itu. Dan kau harus cepat-cepat tendang wanita itu keluar dari keluarga kita."


Leon yang mendengar perkataan Ibu nya hanya bisa menghela nafas, "Kau tahu Bu, menendang wanita itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dia masih memiliki pelindung yang kuat di keluarga kita dan itu adalah penghalang yang sangat besar."

__ADS_1


__ADS_2