Kan Ku Rebut Suami Mu

Kan Ku Rebut Suami Mu
Siapa wanita itu?


__ADS_3

Leon berjalan pelan memasuki rumah nya, sudah 2 hari Leon tidak pulang ke rumah dengan alasan perjalanan bisnis.


Karmila yang melihat kedatangan suaminya langsung menyambut dengan senyuman hangat tapi pria itu seperti biasa acuh dan tak terlalu memperdulikan Karmila.


"Bagaimana perjalanan bisnisnya, apa berjalan dengan lancar?" Tanya Karmila.


"Iya." Jawab Leon.


Tapi Karmila di buat kesal dengan tanda merah yang ada di leher Leon, "Beraninya kau berselingkuh di belakang ku, j*lang mana yang telah tidur dengan mu.."


Leon dengan santai berjalan ke kamar tidurnya, Karmila hanya diam dan duduk di atas sofa. Hatinya semakin kesal jika mengingat tanda merah yang ada di leher pria itu.


Ingin sekali Karmila bertanya tentang tanda itu dan siapa yang telah meninggalkan tanda merah itu di leher Leon tapi Karmila tahu bagaimana sikap dan watak Leon, pria itu pasti akan langsung mengamuk kepadanya.


Tapi Karmila tak bisa menahan dirinya untuk tidak bertanya kepada Leon, dengan langkah cepat Karmila langsung pergi menemui Leon.


"Ada apa?" Tanya Leon santai.


"Siapa?" Tanya Karmila.


"Maksud mu?" Tanya Leon heran.


"Siapa yang telah tidur dengan mu?" Ucap Karmila dengan nada yang sedikit tinggi.


"Apa maksud mu, Karmila. Aku tak mengerti." Jawab Leon yang tak ingin bertengkar.


"Masih bilang tak mengerti, tanda merah itu. Itu adalah bukti bahwa kau tak pernah pergi ke luar kota untuk perjalanan bisnis tapi kau pergi bersama dengan wanita lain dan siapa wanita itu?" Ucap Karmila setengah emosi, dia ingin sekali tahu siapa wanita itu dan jika Karmila tahu. Dia akan membuat wanita yang telah menggoda suaminya itu mendapatkan pelajaran.


Leon yang mendengar perkataan Karmila hanya diam, lalu matanya langsung melihat ke arah lain seakan tak mendengar perkataan Karmila.


"Mas..." Panggil Karmila kesal karena perkataan nya telah di abaikan.


"Apa lagi?" Tanya Leon.


"Siapa wanita itu?" Tanya Karmila.


Leon yang kesal pun langsung mendorong Karmila ke sisi dinding dan menghimpit tubuhnya.


"Sebaiknya kau diam, Karmila. Ingat siapa dirimu dan siapa aku."


Setelah mengatakan itu, Leon langsung menjauhkan tubuhnya dari Karmila.


Karmila hanya bisa menahan rasa kesalnya dan segera pergi.


***

__ADS_1


Diana tengah duduk seraya menikmati minuman dingin yang dia pesan, di depannya ada Nina sahabat terbaiknya.


"Bagaimana, apakah lancar?" Tanya Nina.


"Yups.. Lancar, pria itu gampang di goda."


"Jadi setelah kau berhasil menggoda nya, apa yang akan kau lakukan?"


"Emm.. Aku ingin bermain-main dulu dengan nya dan setelah tiba waktunya. Aku akan menunjukkan pada wanita itu bahwa akulah orang yang akan menghancurkan hidupnya."


"Tentu, kau harus membuat wanita itu membayar mahal atas apa yang telah dia lakukan kepada mu 2 tahun yang lalu."


"Iya dan aku sudah tak sabar ingin melihat wajahnya yang kesal karena suaminya telah ku rebut."


"Tapi Diana, wanita itu memiliki citra yang bagus di perusahaan. Kau harus berhati-hati karena bisa saja dia mencari pembelaan melalui orang lain."


"Tentu, aku akan berhati-hati dan ku pastikan agar semua orang bisa tahu sikap buruknya."


"Tapi aku pernah mendengar dari teman-teman ku, jika wanita itu pernah kepergok masuk ke sebuah rumah dan keluar dengan seorang pria."


"Sungguh? Wah.. Ini berita bagus, apa kau ingat dimana alamat nya? Aku harus mencari tahu agar aku bisa lebih mudah untuk membalaskan dendam ku kepada wanita itu."


"Aku juga tak terlalu ingat dimana, maaf."


"Oke gak masalah kalau kamu tak ingat, karena aku masih memiliki ribuan cara untuk membongkar kedok asli wanita itu."


"Iya aku sudah move on, tapi jika sekarang aku pikir-pikir. Aku dulu kaya orang bego, udah tahu di selingkuhin tapi tetep aja mau."


"Namanya juga cinta kadang bisa bikin buta."


"Iya, tapi bagaimana menurut mu dengan Leon?"


"Maksudnya Pak Leon? Ku dengar pria itu seorang playboy tapi entahlah karena hanyalah rumor."


"Iya, tapi rumor itu tak akan datang tanpa adanya kenyataan."


"Kau benar, tapi kau juga harus berhati-hati dengan Pak Leon karena pria itu juga terkenal kejam."


"Kejam seperti apa?"


"Entahlah, tapi ku dengar jika dia menginginkan sesuatu tak akan ada satu orang pun yang bisa menghalanginya untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, mungkin lebih ke orang yang ambisius."


"Iya, tapi kau tenang saja. Setelah aku berhasil membuat Karmila merasakan apa yang ku rasakan, aku pasti akan meninggalkan pria itu."


"Kenapa? Bukan kah bagus jika kau menjadi wanita pak Leon."

__ADS_1


"Entahlah, aku kurang tertarik."


"Kau ini, dasar wanita aneh. Tapi ingat yah kata-kata mu jangan sampai kau jilat lagi ludah mu itu."


"Tentu"


Setelah berbincang-bincang santai, Diana dan Nina langsung memesan beberapa makanan untuk mengganjal perut mereka.


Di sela-sela makan siang, Nina mengingatkan jika besok akan ada sesi pemotretan agar Diana tidak datang kesiangan.


"Oh.. Iya, pemotretan sekarang akan bersama dengan salah satu model pria yang lumayan terkenal."


"Sungguh? Apa Leon akan lihat sesi pemotretan ku?" Tanya Diana.


"Seperti nya tidak, karena ku dengar besok dia akan menghadiri salah satu pesta bersama dengan Wanita itu."


Mendengar perkataan Nina membuat Diana sedikit kesal, kemudian Diana langsung memikirkan sebuah ide yang cemerlang di otaknya.


"Baiklah, jika dia ingin bersama dengan wanita itu. Maka aku akan melakukan hal yang sama."


"Kau ini, bagaimana jika bos marah? Kau ingin di pecat?" Ucap Nina.


"Tenang, kau lihat saja. Akan ku buat pria itu tergila-gila kepada ku," Jawab Diana.


Mendengar perawatan Diana, Nina hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya sebagai jawaban.


Keesokan harinya..


Leon tengah bersiap untuk menghadiri salah satu pesta teman bisnisnya dan Leon pun pergi bersama dengan Karmila.


Karmila dengan tampilan cantik langsung menggandeng tangan Leon dan mengajaknya segera masuk ke dalam mobil.


"Ingat jangan membuat ku malu," Ucap Leon mengingatnya kepada Karmila.


"Tenang aja sayang, aku tak akan membuat mu malu kok."


Mendengar jawaban Karmila, Leon hanya menganggukkan kepalanya.


Sebenarnya Leon enggan untuk pergi ke pesta tapi ini harus di lakukan agar tetap terjalin hubungan yang baik antara dirinya dengan teman bisnisnya.


"Emm.. Aku lupa mengabari Diana, apa dia akan khawatir? Mungkin setelah selesai aku akan mengabari nya."


Berbeda dengan Leon yang tengah di perjalanan untuk pergi ke pesta, Diana terlihat sedang berpose mesra bersama model pria.


Banyak pose-pose yang memperlihatkan model pria memeluk dan meraba pinggang ramping Diana.

__ADS_1


Dan wanita itu pun dengan profesional menjalankan perannya sebagai seorang model.


__ADS_2