
Setelah selesai, Diana langsung bergegas pergi meninggalkan Leon sendirian.
Kemudian Diana kembali ke aula pesta untuk menemui Reyhan.
Nampak pria itu hanya duduk seraya menikmati minuman yang ada di tangannya.
"Kak Reyhan, maaf membuat mu menunggu lama." Ucap Diana.
"Tak apa, kau habis dari mana?" Tanya Reyhan.
"Emmm... Aku habis bertemu dengan Leon." Bisik Diana.
Nampak Reyhan sedikit terkejut karena Diana mengatakan nya langsung pada dirinya.
"Emm.. Bagaimana kalau sekarang kita pulang?" Tanya Reyhan.
"Ayo." Jawab Diana.
Di dalam mobil, Diana hanya diam mematung. Entah kenapa dia sekarang cukup tak suka dengan Leon, rencananya sudah sangat melenceng jauh dari rencana awalnya.
"Ada apa?" Tanya Reyhan heran saat melihat ke arah Diana.
"Tidak ada," Jawab Dian seraya tersenyum.
Kemudian Diana meminta Reyhan untuk mengantarkan pulang ke rumah milik nya yang dulu.
***
Diana nampak diam seraya menikmati secangkir teh miliknya, sudah beberapa lama Diana tak pernah lagi datang ke rumah ini. Bahkan rumah nya sudah sangat berdebu dan juga kotor.
Tak beberapa lama Nina pun datang karena Diana menelpon nya dan menyuruhnya untuk datang ke sini.
"Ada apa?" Tanya Nina seraya duduk di samping Diana.
"Aku cape.." Ucap Diana.
Nina yang mendengar perkataan Diana langsung mengerutkan keningnya.
"Maksud mu, apa?" Tanya Nina heran.
"Iya aku cape harus melayani pria sialan itu, meski sebenarnya aku sedikit menikmati tapi ini semua sudah melenceng jauh dari rencana ku. Aku kalah.. Dan di sini yang terjebak dalam perangkat bukan lah Leon tapi aku.. Aku yang terjebak ke dalam perangkap dan pesona pria itu." Ucap Diana mengutarakan semua isi hatinya.
Nina yang mendengar keluh kesah Diana hanya bisa tersenyum tipis.
__ADS_1
"Ini semua kau yang memulai nya dan jika kau ingin mengakhiri nya, kau yang hanya bisa memutuskan."
"Tapi jika aku mengakhiri semua, bagaimana dengan balas dendam ku?" Tanya Diana.
"Entahlah, tapi yang jelas ini semua pilihan mu. Dan lagi, Diana. Pada awalnya kau memang salah mengambil langkah, maaf jika aku merendahkan mu tapi jika kau berhubungan intim seperti itu kau tak berbeda dengan p*lacur di luar sana. Maaf jika kata-kata ku menyakiti mu," Ucap Nina meminta maaf.
"Tidak apa, lalu aku harus bagaimana? aku bingung." Ucap Diana seraya menyandarkan punggung nya.
"Kau jangan temui dulu pria itu." Ucap Nina.
Mendengar saran Nina, Diana langsung mengerutkan keningnya.
"Maksud mu?" Tanya Diana.
"Iya maksud ku, kau harus jual mahal. Lagi pula sekarang kau menggoda nya dengan tubuh mu tapi apa yang kau dapat? Apa pria itu meninggal kan Wanita sialan itu? Tidak, kini dia masih bersama Karmila bahkan Leon tak ada keinginan untuk menceraikan Karmila."
"Benar yang kau katakan, kenapa aku tidak memikirkan sampai ke sana." Ucap Diana.
"Iya, sekarang kau abaikan semua pesan dari Leon. Buat dia terus mencari mu hingga beberapa hari dan satu lagi Diana, aku ingatkan kepada mu.. Leon itu adalah orang lain, dia bukan kekasih mu dan juga bukan suami mu." Ucap Nina berusaha mengingatkan temannya tentang status nya bersama Leon.
"Kau benar, Leon hanyalah orang asing.. Selama ini aku telah terbawa ke dalam permainan ku sendiri, bukan Leon yang ku permainkan tapi aku.. Aku sendiri yang terjebak ke dalam rencana yang ku buat sendiri." Ucap Diana.
"Iya tapi sekarang kau harus sadar dan kembali pada rencana awal mu, ingat Diana.. Cara untuk merebut Leon bukan hanya melalui hubungan intim tapi kau juga harus melakukan cara yang lebih kejam kepada pria itu.."
Setelah mengatakan itu, Diana langsung mengajak Nina untuk ke dapur dan menyiapkan makan siang.
"Diana.." Panggil Nina.
"Emm?"
"Setelah kau selesai dengan semua ini, apa yang akan kau lakukan?" Tanya Nina.
Diana nampak terdiam sesaat. "Aku ingin berkeliling dunia dan menikmatinya sisa hidup ku." Jawab Diana.
"Dengan suami baru?" Tanya Nina.
"Tidak, aku tak memiliki niat untuk menikah lagi."
"Kenapa?" Tanya Nina heran.
"Kau lihat mantan suami ku, dia berselingkuh dari ku dan kau juga lihat Leon, pria itu bahkan tak setia sama sekali kepada istrinya. Dan aku tak ingin merasakan hal seperti itu lagi." Jawab Diana
"Ini semua adalah pilihan mu, tapi aku yakin mungkin suatu saat kau akan bertemu dengan pria yang sungguh-sungguh sangat mencintaimu." Ucap Nina.
__ADS_1
"Iya."
Setelah perbincangan singkat itu, Nina dan Diana langsung memakan makanan yang mereka buat.
Nampak Diana bahagia bisa berkumpul dengan Nina dan membagikan keluh kesahnya kepada sahabatnya itu.
Tring.. Tring.. Tring..
Terdengar suara ponsel milik Diana terus berdering sangat kencang, Diana yang mengetahui ponsel nya berdering hanya diam dan tak ada niatan untuk mengangkat panggilan dari Leon.
"Kau tak angkat?" Tanya Nina.
"Tidak, aku akan mengikuti saran mu.. Harus jual mahal," Ucap Diana.
"Baguslah, itu memang sahabat ku." Ucap Nina.
Nina yang melihat Diana seperti itu hanya tersenyum, memang pada dasarnya Diana adalah wanita yang sangat baik dan pasti sangat sulit untuk mengubah karakter Diana yang memiliki sisi kelembutan seorang istri menjadi wanita yang dingin dan juga kejam.
"Jadi malam ini kau akan menginap lagi di sini?" Tanya Nina.
"Iya, mungkin aku akan beberapa hari tinggal di sini. Lagi pula aku juga malas bertemu dengan Leon, pria itu sungguh sangat menyebalkan." Ucap Diana kesal jika mengingat Leon yang selalu menyentuhnya di setiap pertemuan.
"Emmm.. Iya, tapi bagaimana dengan Karmila. Apa perempuan itu sudah memberikan serangan balasan?" Tanya Nina.
"Seperti nya, tidak." Jawab Diana yang mengingat kapan terakhir Karmila membuat nya di permalukan.
"Emm.. Diana!" Panggil Nina.
"Ada apa?"
"Bagaimana menurutmu dengan Kak Reyhan, apa dia.. Bukan maksud ku, bagaimana yah? Menurut mu Kak Reyhan orang seperti apa? Apa menurutmu, dia adalah orang yang baik?" Tanya Nina.
"Iya, Kak Reyhan orang yang sangat baik. Memang nya kenapa?" Tanya Diana.
"Tidak ada, aku hanya kasihan saja. Kakak sepupu ku itu, sudah sangat lama menjomblo.. Menurut mu, bagaimana jika Kak Reyhan menyukai mu?" Tanya Nina.
Mendengar ucapan Nina, Diana pun langsung tertawa ringan.
"Hahaha.. Mana mungkin dia sampai menyukai ku, kau tahu kan.. Kak Reyhan selalu memperlakukan ku sama seperti mu, dia menganggap ku sebagai seorang adik. Dan jika dia menyukai ku, mungkin dunia akan runtuh.. Hahahaha."
Nina yang mendengar perkataan Diana hanya bisa ikut tertawa.
"Lalu bagaimana denganmu, Diana? Apa kau pernah menyukai Kak Reyhan?"
__ADS_1