
Diana berjalan dengan langkah pelan, tatapan matanya memancarkan kekesalan yang luar biasa.
Teman-teman pelayan nya hanya bisa melihat wanita itu dengan rasa penasaran, lalu Diana segera pergi ke ruang ganti untuk mengganti pakaiannya yang basah karena air.
Setelah berganti baju, Diana langsung kembali menyelesaikan tugasnya, tapi kini dia memberitakan bagian belakang rumah.
Tapi Diana hanya bekerja sendirian, teman-teman yang lain, mereka lebih memilih untuk bekerja di dalam rumah.
Di tambah lagi Kepala pelayan sedang pergi keluar untuk membeli keperluan rumah, dan dengan terpaksa Diana harus membersihkan bagian belakang rumah sendirian.
Dari lantai dua, Leon melihat Diana tengah susah payah membersihkan halaman belakang, matanya menyipit saat tidak melihat pelayan yang lain membantu nya.
"Kemana para pelayan sialan itu." Gumam Leon kesal, dia tidak suka jika melihat Diana melakukan pekerjaan kotor seperti itu.
Lalu Leon langsung bergegas keluar dari kamarnya, nampak di lantai 2 ada 6 pelayan yang sedang memberitahukan ruangan di lantai dua.
"Apa yang sedang kalian lakukan?" Tanya Leon dengan raut wajah tak bersahabat.
"Kamu sedang membersihkan ruangan, Tuan."
"Membersihkan? Apa kalian buta, hah? Apa yang sedang kalian bersihkan, bahkan aku yang melihat dari jauh pun sudah tahu bahwa ruangan di lantai ini sudah bersih." Maki Leon.
Tak ada satu pun pelayan yang berani menjawab perkataan Leon.
"Dan kalian malah membiarkan satu orang pelayan membersihkan halaman belakang yang kotor, sementara kalian hanya malas-malasan di sini."
"Maaf Tuan, maksud kamu bukan seperti itu."
"Jangan menyela perkataan ku, apa kau ingin ku pecat. Aku menggaji kalian untuk bekerja! Bukan untuk bermalas-malasan."
Leon terus memaki para pelayan di depannya, makiannya pun sangat keras sampai terdengar ke lantai satu.
"Tunggu apa lagi, cepat pergi..!"
Kemudian para pelayan langsung bergegas pergi ke halaman belakang untuk membantu Diana, nampak Diana keheranan saat melihat beberapa pelayan datang menghampiri nya.
"Ke sini kan." Ucap seorang pelayan dengan tatapan sinis.
Lalu Diana hanya bisa terdiam, kemudian tiba-tiba seorang pelayan menghampiri Diana.
"Diana kau istirahat saja, lagi pula kau sudah membersihkan banyak ruangan hari ini." Ucapnya.
"Baik."
Kemudian Diana pun segera bergegas masuk ke dalam rumah, para pelayan yang melihat Diana pergi pun langsung membicarakan wanita itu dari belakang.
__ADS_1
Mereka yakin jika Diana telah merayu Leon dengan wajah nya, sehingga pria itu membela Diana.
"Dasar wanita murahan."
"Iya kau benar, aku jijik satu pekerjaan bersama dengan wanita itu."
Lalu kepala pelayan pun pulang, nampak Leon langsung memarahi kepala pelayan karena tidak benar dalam memilih pelayan.
Mendapatkan amukan dari Leon, kepala pelayan pun langsung memarahi semua pelayan yang bekerja di kediaman Leon.
"Kalian ingat posisi kalian, di sini kalian di pekerjakan untuk bekerja bukan untuk bermalas-malasan, dan ingat jangan pernah melakukan hal seperti itu lagi. Kerjakan pekerjaan yang seharusnya di kerjakan, jangan hanya ingin mencari perhatian Tuan muda." Maki kepala pelayan.
"Baik.."
Setelah memarahi para pelayan, Kepala pelayan pun langsung menyuruh mereka untuk bubar.
"Diana tunggu di sini.." Ucap Kepala pelayan kepada Diana.
"Iya Bu?"
"Kau di suruh untuk datang ke kamar Tuan muda."
"Saya? Untuk apa?"
"Jangan banyak bertanya, cepat pergi. Jangan buat Tuan muda menunggu."
"Baik."
Tok.. Tok.. Tok..
"Masuk." Terdengar suara Leon yang langsung menyuruh Diana untuk masuk.
Saat Diana masuk, pria itu tengah berbaring di atas ranjang dengan keadaan setengah telanjang.
"Ada yang perlu saya lakukan, Tuan?" Tanya Diana seraya menundukkan kepalanya.
"Pijat tubuh ku, aku sangat lelah."
"Tapi saya tidak bisa meminjat."
"Jangan banyak alasan, cepat atau tidak.. Kau ku pecat."
Mendengar ancaman Leon, Diana hanya bisa tersenyum kecut. Lalu Dia mengambil minyak zaitun dan segera memijat punggung Leon.
Nampak Diana sedikit teringat kenangannya dulu bersama Leon.
__ADS_1
Dulu Diana sering memijat pria itu ketika dia pulang kerja.
Leon tengah terdiam seraya menikmati sentuhan tangan wanita itu, terlihat sebuah senyuman tipis terukir di wajah Leon.
Brak...
Tiba-tiba pintu kamar Leon di buka dengan kencang, Leon dan Diana langsung melihat ke arah pintu.
Dan rupanya itu Yumna yang datang dengan raut wajah kesal.
"Apa yang sedang kalian lakukan?" Tanya Yumna dengan nada tinggi saat melihat Leon tengah di pijat oleh seorang pelayan.
Lalu Yumna langsung berjalan dan segera menjambak rambut Diana, Leon yang melihat itu langsung menghentikan aksi Yumna.
"Apa kau gila.." Maki Leon seraya membawa Diana masuk ke dalam pelukannya.
Yumna yang melihat itu langsung marah, dia segera menyerang Diana. Tapi Leon langsung menghalangi aksi Yumna.
"Dasar wanita j*Lang, pelayan rendahan.. Beraninya kau menggoda tunangan ku." Maksud Yumna.
Diana yang sadar berada di pelukan Leon pun langsung menjauhkan dirinya dari Leon, nampak Leon menarik tangan Diana agar dia bersembunyi di belakang tubuhnya.
"Leon, siapa dia? Siapa pelayan rendahan itu, kenapa kau sangat melindungi nya?" Tanya Yumna kesal.
"Sebaiknya kau pulang," Ucap Leon yang tidak ingin bertengkar.
"Aku bilang siapa dia? jangan alihkan pembicaraan ku, ingat aku tunangan mu. Kita sebentar lagi akan menikah."
"Dia pelayan di rumah ku, puas!"
"Pelayan? Kau bilang pelayan, bagaimana bisa seorang pelayan rendahan masuk ke kamar mu dan memijat tubuh mu. Bahkan aku sekali pun tak pernah melakukan hal itu. Aku yakin, wanita itu telah menggoda mu dengan tubuhnya. Aku yakin itu.."
"Aku yang meminta nya untuk memijat ku, dan itu hak ku untuk menentukan siapa yang boleh dan tidak."
"Apa? Kau..." Sebelum melanjutkan pembicaraannya, Leon segera memotong ucapan Yumna.
"Sebaiknya kau pulang.." Maki Leon.
"Tidak, aku tidak mau pulang."
"Jangan salahkan aku, jika menggunakan cara kasar untuk mengusir mu dari sini."
Setelah mengatakan hal itu, Leon langsung menarik tangan Yumna dengan kasar. Wanita itu terus meronta dan meminta maaf, tapi Leon bukan pria yang lembut.
Kemudian Leon langsung mendorong tubuh Yumna agar keluar dari rumah, lalu Leon langsung menutup pintu rumahnya.
__ADS_1
Nampak Yumna terus menangis dan meminta maaf, tapi Leon tidak menggubris hal itu lagi.
Lalu Leon langsung memarahi para pelayan yang telah membiarkan Yumna masuk tanpa memberikan izin kepadanya.