Kan Ku Rebut Suami Mu

Kan Ku Rebut Suami Mu
Keputusan yang tak bisa di ganggu gugat


__ADS_3

Leon kini berada di rumah Yenita, di depannya sudah ada Karmila dan juga Neneknya.


"Leon, kau tidak bisa menceraikan Karmila. Nenek tidak setuju." Ucap Yenita.


"Ini adalah keputusan ku, dan tak ada yang bisa mengubah keputusan ku." Jawab Leon.


"Pokoknya kau tidak boleh menceraikan Karmila, apa kau tak ingat bagaimana Karmila telah menyelamatkan nyawa ku, dan aku sangat berhutang budi kepada nya dan yang ku inginkan adalah membuat Karmila bahagia karena dia telah menyelamatkan nyawa Nenek mu ini." Ucap Yenita seraya meneteskan air mata.


Karmila pun segera menenangkan Yenita, "Sudah Nek, aku tak ingin kau bertengkar dengan Leon. Aku tak masalah jika harus berpisah dengan Leon, mungkin ini pilihan yang baik untuk kami berdua." Ucap Karmila seraya menangis.


"Tidak sayang, kau tak boleh berpisah dengan Leon. Nenek tak ingin kehilangan cucu menantu kesayangan nenek." Ucap Yenita.


Di tengah perbincangan Yenita dan Karmila, tiba-tiba Natalia datang dan langsung angkat bicara.


"Sebaiknya ibu jangan ikut campur dengan urusan rumah tangga Leon, jika Leon ingin berpisah maka biarkan saja." Ucap Natalia yang mendukung keputusan Leon seratus persen.


"Apa maksud mu, apa kau ingin mempermalukan nama keluarga kita dengan berita Leon yang bercerai?" Ucap Yenita.


"Mempermalukan? Lagi pula keluarga kita sudah tidak memiliki wajah lagi di depan umum karena ulah wanita itu, dan sebaik nya Ibu jangan selalu menutup mata dengan berita buruk tentang cucu menantu mu itu." Ucap Natalia yang kesal.


"Sudah hentikan, inti nya aku akan tetap bercerai dengan Karmila. Dan tak ada yang bisa mengubah keputusan ku." Ucap Leon seraya bangkit dari tempat duduknya.


"Tapi Nak.." Ucapaj Yenita pun langsung di potong oleh Leon.


"Jika Nenek tetap ingin menjadikan Karmila sebagai anggota keluarga kita, sebaiknya Nenek saja yang menikah dengan wanita itu." Ucap Leon seraya bergegas pergi di ikuti oleh Natalia.


"Leon.." teriak Yenita, dan panggilan itu langsung membuat Leon diam dan segera melihat ke arah Neneknya dengan tatapan dingin.


"Kenapa kau menjadi pria yang tidak sopan seperti itu, Karmila sudah menyelamatkan nyawa ku dan aku sangat berhutang budi kepadanya, dan kau harus tetap menjadikan Karmila sebagai istri mu." Ucap Yenita.


Leon yang mendengar kembali perkataan Yenita tentang hutang budi pun langsung kesal. "Jika Nenek ingin membayar hutang budi mu, maka kau sendiri saja yang melakukan nya jangan pernah libatkan aku dalam hutang budi mu itu, Nek." Ucap Leon dengan tatapan dingin.


Setelah mengatakan hal itu, Leon dan Natalia segera pergi meninggalkan Yenita dan juga Karmila.


Natalia pun dengan senang menyambut keputusan Leon yang ingin berpisah dari Karmila.


"Inilah keputusan yang paling ku tunggu, harusnya kau dari dulu meninggalkan wanita itu." Ucap Natalia seraya berjalan di samping Leon.


"Iya, oh... Iya, aku ingin mengenalkan seseorang kepada mu, Ibu." Ucap Leon.

__ADS_1


"Siapa?" Tanya Natalia.


"Dia kekasih ku," Jawab Leon.


"Kau sudah memiliki kekasih? Sejak kapan?" Tanya Natalia.


"Belum lama." Jawab Leon dengan senyuman tipis di wajahnya.


Melihat anaknya nampak bahagia, Natalia hanya bisa tersenyum. "Baiklah, kau beri tahu saja dimana tempat nya. Aku akan datang," Jawab Natalia seraya menepuk pundak putra nya.


"Iya, bagaimana keadaan ayah?" Tanya Leon.


"Keadaan nya sekarang sudah mulai membaik, tapi kau tenang saja. Ayah mu pasti akan segera bangun." Jawab Natalia.


"Baguslah," Jawab Leon.


Setelah mengatakan itu, Leon langsung segera berpamitan dengan Natalia.


Sementara itu...


Diana nampak tengah duduk seraya mengaduk-aduk minuman nya, di depannya ada Nina yang hanya diam seraya melihat ke arah Diana.


"Iya, dia akan menceraikan Karmila dan rencana ku berjalan dengan lancar. Tapi aku masih belum merasa puas, sebaiknya apa yang harus ku lakukan?" Tanya Diana yang menurutnya semua rasa sakit nya masih belum terbalas kan.


"Bagaimana jika kau pamerkan kepada wanita itu dan mengucapkan selamat atas status barunya nanti." Ucap Nina memberikan ide.


"Iya kau benar sekali, Karmila.. Karmila.. Jika saja kau dulu tidak menggangu hubungan rumah tangga mu, mungkin aku juga tak akan pernah menjadi orang ketiga dalam hubungan mu dengan Leon." Ucap Diana seraya memainkan handphone milik nya.


"Iya, tapi menurut ku dengan adanya Karmila kau juga bisa bersyukur." Ucap Nina.


"Bersyukur? Kenapa?" Tanya Diana heran karena Nina malah mengatakan hal itu.


"Iya karena kau bisa tahu bagaimana sikap asli Danu, dan kau juga bisa terbebas dari penderitaan saat bersama pria itu." Ucap Nina.


"Emm.. Iya kau benar," Jawab Diana.


Tring...


Sebuah pesan masu ke handphone Diana, dan rupanya itu adalah pesan dari Leon yang menyuruh nya bersiap-siap untuk nanti malam.

__ADS_1


"Untuk apa pria itu menyuruh ku bersiap-siap?" Tanya Diana heran.


"Mungkin dia akan melamar mu?" Tebak Nina.


"Tidak mungkin, ini terlalu cepat jika dia ingin melamar ku. Bahkan proses perceraian Leon dan Karmila juga belum di mulai," Jawab Diana.


"Lalu apa?" Tanya Nina penasaran.


"Entahlah," Jawab Diana.


"Diana, bagaimana setelah ini?" Tanya Nina yang mengingat akan rencana Dian dari awal.


"Maksud mu?" Tanya Diana.


"Maksud ku, bagaimana setelah ini bukan kah Leon dan Karmila akan berpisah? Lalu apa kau masih akan tetap pada rencana awal mu?" Tanya Nina.


Mendengar perkataan Nina, Diana pun terdiam sesaat.


"Entahlah, tapi bagaimana cara ku meninggalkan pria itu? Apa aku langsung menghilang begitu saja?" Tanya Diana bingung.


"Apa kau mencintai nya?" Tanya Nina.


Dan pertanyaan Nina langsung membuat Diana diam membisu.


"Cinta? Entahlah, aku bingung... Dia orang yang sangat lembut, tapi aku takut untuk jatuh cinta.." Jawab Diana.


"Mungkin saja Leon adalah pria yang baik." Ucap Nina.


"Itu baru kemungkinan, bahkan dia tergoda oleh ku? Bagaimana jika nanti dia menikah dengan ku dan malah tergoda oleh wanita lain?" Tanya Diana.


"Jadi kau ingin tetap meninggalkan Leon?" Tanya Nina.


"Entahlah, rasanya seperti berat meninggalkan pria itu tapi aku takut terluka untuk kedua kali nya.. Aku takut perasaan cinta ku kepada pria itu malah membuat ku kembali masuk ke jurang penderitaan.. Aku takut... Aku takut kembali merasakan hari-hari di penuhi oleh rasa sedih..." Ucap Diana seraya tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca.


"Ini semua pilihan mu, Diana. Aku yakin, pilihan yang kau buat nanti adalah pilihan yang terbaik untuk mu." Jawab Nina.


Mendengar perkataan Nina, Diana hanya bisa tersenyum hambar.


Pilihan apa yang harus Diana ambil, pada dasarnya dia memang ingin menghancurkan hubungan rumah tangga Karmila tapi dia tak memiliki niat untuk masuk ke kehidupan Leon lebih dalam lagi. Tapi kali ini berbeda, ada perasaan berat untuk pergi meninggalkan Leon.

__ADS_1


Tapi Diana tak tahu, kenapa dia memiliki perasaan seperti itu?


__ADS_2