Kan Ku Rebut Suami Mu

Kan Ku Rebut Suami Mu
Apa kau tahu siapa wanita itu?


__ADS_3

Nina tengah tersenyum tipis seraya melihat ke arah Diana, wanita itu dari tadi mengomel tentang pertemuannya dengan Karmila.


"Wanita itu memang gila, dia menyuruh ku untuk melupakan apa yang dia lakukan di masa lalu. Gila kali yah," Ucap Diana kesal.


"Iya, wanita itu memang gila dan sebaiknya kau membuat dia semakin gila, agar cepat-cepat di bawa ke rumah sakit jiwa." Jawab Nina seraya tersenyum ringan.


"Iya, kau benar. Dan kau tahu, dia mengeluarkan kata-kata bijak nya terdengar sangat munafik."


"Wanita itu memang sok bijak, dan tadi kau mengatakan jika dia mengancam mu?"


"Iya, dia mengatakan aku akan melakukan cara kasar untuk mengusir mu, dan bahkan dia mengatakan dengan bangga bahwa meski aku bisa memiliki hati Leon, aku tak akan bisa di terima oleh keluarganya. Bodo amat, mau aku di terima atau enggak. Lagi pula aku tak ingin masuk ke keluarga pria itu." Jawab Diana.


"Lalu, kau kapan ingin mengakhiri semuanya?" Tanya Nina.


"Aku akan mengakhiri semuanya setelah wanita itu hidup sangat menderita, di buang oleh Leon, keluarga Leon dan di benci oleh semua orang." Jawab Diana.


"Caranya? Karena kau tahu kan, meski tujuan mu benar tapi pasti orang-orang akan mencela mu sebagai orang ketiga, dan wanita sialan itu. Dia akan di pandang sebagai protagonis yang tersakiti, sementara dirimu akan di pandang sebagai antagonis yang tidak memiliki hati dan tak tahu malu."


"Iya, kau memang benar. Orang-orang pasti akan menganggap ku seperti itu, jadi aku harus bagaimana?" Tanya Diana.


"Lah? Malah nanya ke aku, aku juga enggak tahu."


Mendengar perkataan Nina membuat Diana tertawa ringan.


"Tapi bagaimana kalau, kita kumpulin wanita-wanita yang pernah di goda suami nya oleh Karmila." Usul Nina.


"Tapi apa akan ketemu? Maksud ku, kejadian itu sudah bertahun-tahun yang lalu, meski aku memiliki video-video nya tapi aku tak tahu siapa saja orang-orang yang pernah menjadi korban Karmila."


"Iya, tapi kau tenang saja. Aku akan mencari seseorang untuk membantu hal ini dan kau urus saja urusan mu dengan Leon, buat dia tunduk padamu karena setelah pria itu tunduk pada mu, kau akan lebih mudah menghancurkan Karmila."


"Emm.. Terimakasih, Nina. Kau sangat baik, kau memang teman ku yang paling baik." Ucap Diana seraya memeluk Nina.


"Oke.. Oke, lepaskan aku sesak nafas jika kau memelukku seperti itu."


"Sorry.. Sorry.. Tapi aku sungguh berterima kasih kepada mu, kau sudah membantu ku untuk mendekati Leon dan sekarang kau juga membantu ku."


"Tidak masalah, aku adalah teman mu dan jika aku mampu, aku pasti akan membantu mu."


****

__ADS_1


Diana berjalan santai menuju ke apartemen, dan saat dia membuka pintu. Diana di dikagetkan dengan Leon yang berada di dalam apartemen.


Leon yang melihat Diana datang pun langsung memeluknya tubuh wanita tersebut.


"Umm.. Sayang." Gumam Diana geli saat bibir Leon mulai menciumi lehernya.


"Aku merindukan mu, sayang." Ucap Leon seraya mulai mencium bibir Diana.


Diana yang tengah berdiri pun langsung membawa tubuh Leon untuk pergi ke sofa, di atas sofa Diana langsung duduk di atas paha Leon seraya mencium bibir pria di hadapannya itu.


Tapi tak beberapa lama, Diana langsung menyudahi kegiatan nya bersama Leon.


"Ada apa?" Tanya Leon yang melihat raut wajah Diana.


"Sebaiknya, kau pulang." Ucap Diana.


"Pulang? Kemana?"


"Tentu saja ke istri mu, aku merasa bersalah setelah kejadian kemarin. Hiks... Hiks.. Hiks... Maafkan aku."


Melihat Diana menangis, Leon langsung memeluk Diana untuk menenangkan wanita itu.


"Sudah, kau jangan menangis lagi. Ini semua bukan salah mu."


"Tapi bagaimana dengan istri mu? Dia pasti sekarang sangat tersakiti atas semua yang aku lakukan bersama mu?"


"Sudah, jangan bahas wanita itu lagi."


"Baiklah, sayang."


"Sayang, ada yang ingin ku tanyakan? Apa boleh?"


"Apa itu?"


"Apa kau kenal dengan Karmila sebelum ini?" Tanya Leon.


Mendengar perkataan Leon, membuat Diana sedikit terdiam.


"Tidak, aku tidak kenal. Aku tahu Karmila itu ketika melihat berita tentang pernikahan kalian di televisi, memang nya ada apa?" Tanya Diana karena dia yakin wanita sialan itu sudah mengatakan sesuatu tentang nya.

__ADS_1


"Tidak, tapi apa mendiang suami mu dulu pernah menyelingkuhi mu?" Tanya Leon.


"Emmm... Iya, dia pernah selingkuh dan mungkin itu adalah perselingkuhan yang membuat hubungan ku dengannya hancur selama-lamanya dan akhirnya kita di pisahkan oleh maut."


Mendengar perkataan Diana, membuat hati Leon merasa tak suka.


Dia tak suka mendengarkan perkataan Diana yang seakan-akan masih memiliki perasaan kepada mantan suaminya.


"Apa kau tahu, siapa selingkuhan suami mu?" Tanya Leon.


"Tidak, aku tidak tahu." Jawab Diana bohong karena tidak mungkin dia mengatakan jika dirinya tahu siapa wanita yang menjadi selingkuhan suaminya.


Karena jika Diana mengatakan itu, Leon pasti akan curiga terhadap nya.


"Lantas dari mana kau tahu, suami mu selingkuh?" Tanah Leon.


"Aku ada banyak foto dan video, saat dia sedang bercinta bersama wanita itu. Tapi aku tak bisa melihat wajahnya dan foto-foto itu pun di kirim oleh sahabat ku."


"Emm.. Apa kau masih memiliki foto-foto nya?" Tanya Leon.


"Masih, memang nya kenapa?" Tanya Diana.


"Boleh aku lihat?" Tanya Leon.


Mendekati perkataan Leon, Diana dengan ragu memberikan foto-foto perselingkuhan Danu dan juga Karmila.


Leon dengan teliti melihat foto-foto tersebut, tapi matanya sedikit membulat saat menyadari siapa wanita yang ada di dalam foto tersebut.


"Ada apa, sayang?" Tanya Diana.


"Tidak ada."


"Emm.. Aku kira, kau tahu siapa wanita itu."


"Tidak, aku tidak tahu. Memang nya jika kau tahu siapa wanita itu, apa yang akan kau lakukan?" Tanya Leon.


"Emm.. Aku hanya ingin mengeluarkan isi hati ku, semua amarah ku kepadanya. Hanya itu.."


Mendengar perkataan Diana, Leon pun terdiam. Kemudian dia langsung memeluk Diana dengan sangat lembut.

__ADS_1


__ADS_2