
Sebuah kota yang indah ditengah pulau kecil yang menyimpan begitu banyak misteri. Ia adalah kota Denpa. Penduduknya terdiri dari berbagai karakter yang terbagi dalam beberapa suku. Suku Astral sebagai suku asli di pulau itu dan suku Ismi yang merupakan campuran dari suku asli dan pendatang. Ada pula yang murni merupakan pendatang dari pulau lain. Pulau ini disebut pulau Dewa. Penduduk suku asli mampu berkomunikasi dengan dewa. Tak hanya itu, tumbuhan dan hewan pun menjadi bagian dari kehidupan di pulau ini. Mereka dapat berkomunikasi dengan suku Astral. Terkait dengan hal-hal di luar akal sehat pun semua dapat ditemui di sini. Tak heran jika siapapun harus berhati-hati di pulau Dewa. Layaknya kehidupan manusia pada umumnya, penduduk haruslah berpendidikan. Mereka bersekolah di sekolah-sekolah pulau ini sesuai usia dan jenjangnya. Salah satu penduduk di pulau ini bernama Namira. Ia siswa kelas akhir di Sekolah Menengah Atas Denpa. Mengambil jurusan Ilmu Kesehatan Makhluk Hidup, Namira merupakan anak yang terbilang cerdas. Orang tuanya adalah percampuran suku Ismi dan Astral. Ayahnya menarik ibunya untuk menjadi suku Ismi sepenuhnya dan hal itu berimbas pada Namira yang kini sepenuhnya berstatus suku Ismi. Bukan berarti hal ini membuat Namira sepenuhnya tidak peka dengan segala misteri di pulau ini, melainkan ia tetap dapat merasakan energi-energi yang dikeluarkan oleh pulau tersebut.
Namira dikelilingi suku Astral di keluarganya. Paman, bibi, sepupu, bahkan kakek neneknya yang berasal dari ibunya merupakan suku Astral. Tak heran jika ia terbiasa dengan ritual-ritual yang dilakukan oleh suku tersebut termasuk berbicara dengan arwah. Beberapa kali kejadian di luar akal sehat juga menghampirinya. Semua itu tidaklah diambil pusing olehnya sampai akhirnya ia berjumpa dengan Rosi yang merupakan teman sekelasnya saat ini. Awal pertemuan mereka adalah saat kelas menengah. Jurusan yang diambil mulai dapat dipilih saat kelas menengah. Kelas pun diacak dan akhirnya mereka bertemu. Rosi tergolong sangat unik karena tingkat kepekaannnya melebihi rata-rata. Makhluk-makhluk tak kasat mata juga kerap meminjam tubuh Rosi untuk berkomunikasi dengan siapapun yang ia kehendaki. Sejak itulah Namira percaya bahwa ia tidak boleh lengah dalam menjalani kehidupan di pulau ini.
Namira terkesan cuek namun memiliki empati yang cukup tinggi. Ia menyayangi hewan-hewan di lingkungan sekolah dan juga tumbuhan. Tak hanya itu, ia bahkan sangat menghargai teman-temannya dan bersahabat dekat dengan para suku Astral. Saat ini tahun terakhirnya di Sekolah Menengah Atas Denpa. Itulah yang membuatnya bertekad memberi kesan baik untuk sekolahnya.
"Namira! Aku duduk sama kamu ya?"
Seorang wanita berperawakan berisi dan berkulit hitam manis memberikan senyum manis pada Namira saat ia memasuki kelas. Perkenalkan, dia adalah Maheswari. Ia terkenal dengan celotehannya yang tiada henti. Dibalik itu semua, Maheswari sangatlah baik dan setia kawan. Namira tidak dapat menolak permintaan Maheswari. Baginya ini adalah awal yang baik. Memulai tahun ajaran baru dengan teman duduk yang baru membuatnya bersemangat. Dua tahun berturut-turut ia duduk sebangku dengan Kinan. Tentu saja ini hal yang baik.
Teeettttt.... teeetttt
__ADS_1
Bel berbunyi. Saatnya masuk kelas. Pak Awan yang merupakan guru kalkulus menjadi wali kelas kami. Ini adalah pertama kalinya kami berada di kelas pak Awan. Beliau sepertinya sudah cukup tua dan berpengalaman menjadi wali kelas. Beliau dengan kacamatanya memberikan senyum manis pada kami. Setelah sepatah dua patah kata akhirnya beliau memutuskan membentuk struktur organisasi kelas. Ketua diduduki oleh Andra. Sekretaris adalah Maheswari dan bendahara adalah Namira. Namira cukup kaget ketika namanya menjadi salah satu pengurus kelas. Ia baru menyadari jika teman-teman di kelasnya cukup menaruh perhatian padanya dan menganggap eksistensinya. Maheswari pun sangat senang dengan hasil pemilihan ini. Sejenak Namira melirik ke sebelah kirinya dimana disana ada Andra yang juga lekat menatapnya sambil tersenyum. Namira membalasnya dengan senyuman kaku. Sebelumnya ada beberapa nama yang diajukan menjadi pengurus kelas. Namun ketiga orang inilah yang terpilih berdasarkan hasil voting.
Tokoh Episode 1
Maheswari
Merupakan suku Astral yang cukup peka. Ia sosok yang rajin menanggapi makhluk hidup di lingkungan sekolah termasuk yang kasat mata. Ia anak yang rajin terutama masalah kebersihan.
Suku Astral yang sangat peka. Ia mampu melihat hingga dirasuki yang tidak kasat mata. Sekalipun demikian, ia cukup acuh dengan makhluk hidup lainnya.
r
__ADS_1
Andra
Suku Astral yang mudah terprovokasi dan tidak peka. Tidak ada yang dapat menebak isi pikiran dan tujuan dari perilakunya. Terkenal dengan postur tubuhnya dan ketampanannya, Andra kerap digosipkan menjadi brondong manis kakak-kakak kelas.
Pak Awan
Beliau adalah guru senior dan memegang mata pelajaran Kalkulus. Beliau ramah dan bukan merupakan suku Astral maupun Ismi. Kendati demikian, beliau cukup peka.
__ADS_1
***
Halo.. maaf jika episode-episode di Karma Prosecutor harus dirombak. Ini semua agar kalian lebih nyaman membacanya. Terima kasih..