
Tiba saatnya lomba menyanyi berpasangan. Namira bangun lebih pagi dan menuju ke salon untuk menata riasannya. Ia pun juga menyewa gaun yang cantik. Semua ini demi totalitas. Ia berusaha lebih menampilkan ekspresi wajahnya dan biasanya itu akan menjadi lebih mudah saat ia bernyanyi. Sekitar satu jam ia menghabiskan waktu untuk membuat gelombang di rambutnya. Kini saatnya berangkat ke sekolah dan bersiap menampilkan yang terbaik.
Mika tidak nampak di kursi peserta. Namira bersabar menunggunya sambil mengambil nomor undian. Penampilan pertama sudah dimulai dan ia mulai gusar karena Mika tak juga membalas pesannya. Setengah jam berlalu dengan dua penampilan yang telah usai. Dua penampilan lagi dan kemudian giliran ia dan Mika yang tampil.
drrrttt.... drrrt...
Ponsel Namira bergetar. Sebuah panggilan dari Mika.
"Halo, kamu dimana? tersisa dua penampilan lagi. Ayo cepat!" ucap Namira gusar.
"Uhuk uhuk.. Maaf Namira aku sedang tidak enak badan. Kalau dipaksaksakan, suaraku tidak akan maksimal." Jawab Mika.
"Apa? kamu baru memberitahu aku sekarang? Setelah semua persiapan aku lakukan sejak pagi?" protes Namira.
"Maaf, aku pikir akan lebih baik tapi ternyata sakitku tidak membaik. Maaf ya. Aku sungguh minta maaf." Balas Mika di seberang telepon.
__ADS_1
Namira yang sangat kecewa hanya bisa menghembuskan nafas dan mematikan panggilan. Ia mulai memutar otak hingga akhirnya Andra muncul dengan seragam dan jaket tebalnya. Andra nampak panik dan berusaha mengatur nafasnya.
"Namira, aku akan menggantikan Mika." Andra pun menunjukkan kertas berisi lirik lagu yang akan mereka nyanyikan dan menanyakan bagiannya pada Namira.
"Darimana kamu mendapatkan itu?" tanya Namira heran.
"Tidak penting. Lagunya ini kan? gerak tubuhnya terserah aku kan?" ucap Andra memastikan.
Namira terdiam. Ia tidak tahu harus menjawab apa.
Lagu pertama, Andra sangat penuh penghayatan. Lagu ini adalah lagu lokal pulau ini yang menceritakan terpisahnya kedua sejoli. Dengan sigap Andra menggandeng, menggenggam, dan meletakkan tangan Namira di dadanya. Sekalipun ini mengejutkan bagi Namira, namun ia berusaha tidak terlalu menampakkan ekspresi terkejutnya. Hasilnya tentu saja sorak sorai dari para penonton yang terkesima dengan penampilan mereka.
Begitu pula dengan lagu kedua. Ketiga juri terpukau. Mereka menyukai kolaborasi mereka. Andra bernapas lega begitupula dengan Namira. Sekalipun Andra bernyanyi dengan seragam sekolah dan Namira dengan gaun akibat tidak ada persiapan, ia tetap tampan dan memukau.
"Saya heran. Apa benar kalian tidak berlatih sebelumnya? Di daftar yang bernyanyi adalah Namira dan Mika. Tapi yang muncul adalah Andra. Jika memang tidak berlatih, ini sungguh penghayatan peran yang sangat baik." Komentar bu Uli selaku guru tata bahasa membuat suasana kembali riuh. Andra dan Namira membuat gosip baru di lingkungan sekolah dengan sangat cepat akibat apa yang terjadi hari ini.
__ADS_1
"Oke Namira, aku lanjut dulu lomba tarik tambang." ucap Andra sambil lalu.
Namira hanya menatap punggung Andra yang menjauh. Ia menganggap Andra adalah ketua kelas yang sangat bertanggung jawab. Pandangan wanita-wanita kelas lain mulai membuatnya merasa tidak nyaman ditambah sepasang mata yang menatapnya tanpa ekspresi.
Sekembalinya di kelas, ternyata lomba tarik tambang telah usai dan kelas Namira kalah. Andra tetap berusaha menyemangati teman-temannya. Namira pun mendekati Andra.
"Terima kasih. Aku tidak tau apa jadinya kalau kamu tidak menggantikan Mika. Maaf membuat kamu harus membagi fokus dan mungkin berimbas pada hasil tarik tambang ini." ucap Namira tulus.
"Tidak apa. Aku memang tidak bakat tarik tambang. Apalagi lawannya dari kelas Ilmu Kesehatan Makhluk Hidup 3. Mereka sangat kekar." Andra membalas sambil tertawa. Mereka tak banyak bicara dan Namira pamit pulang terlebih dahulu.
Keesokan harinya adalah puncak acara ulang tahun Sekolah Menengah Denpa. Jalan santai dilakukan sambil memungut sampah. Agustina yang merupakan teman sekelas Namira mencoba menghampirinya.
"Hei Namira. Kemarin keren sekali nyanyianmu. Serius keren! pasti menang." ucap Agustina sambil memakai headset nya. Namira hanya tersenyum karena mereka memang tidak cukup akrab. Ada apa dengan Agustina?
__ADS_1