Karma Prosecutor

Karma Prosecutor
Juna


__ADS_3

Program belajar bersama Master dihentikan. Demi kebaikan bersama akhirnya keputusan ini diambil. Mengingat kemungkinan besar bahwa penunggu rumah tidak menyukai tamu asing, sebaiknya memang program ini tidak dilakukan tanpa tau aturan. Senja tiba memang seharusnya siapapun berada di rumahnya masing-masing.


Namira menjaga jarak dengan Andra. Sekalipun ia telah berikrar bahwa ia ingin berubah, bagi Namira masa lalu seseorang yang buruk membuatnya buruk selamanya di pikiran orang lain. Akan tetapi nampaknya Andra tidak terima dengan sikap Namira.


Saat jam istirahat dimulai, Aldi dan Andra duduk di depan kelas. Aldi adalah teman Namira di bangku sekolah dasar. Sekarang mereka bertemu lagi di kelas yang sama ketika berada di sekolah menengah.


"Andra, sekarang lagi dekat sama siapa? Udah tidak suka daun tua kan?" celetuk Aldi sambil tertawa. Kedua orang itu nampak berbincang santai. Sejak Rosi kerasukan, semua teman-teman di kelas mengetahui kisah Andra.


"Hahaha. Aku bingung. Kenapa saat hendak menjadi baik selalu banyak godaan. Lagipula setan aneh itu tidak menjelaskan lebih detail. Mesum seperti apa, tujuanku juga apa." terang Andra dengan tatapan nanar. Namira berada di dekat situ hingga mau tak mau namanya terbawa-bawa.


"Hei Namira! Duduk sini kita ngobrol. Kamu sendiri apa sudah berubah selera? Dulu di sekolah dasar kamu suka tipe cerdas seperti Juna. Sekarang bagaimana?" tanya Aldi.

__ADS_1


Namira mau tidak mau ikut duduk di sebelah Aldi. Ia mulai menatap lurus dan mencoba mengingat-ingat sosok Juna. Entah bagaimana kabarnya saat ini. Setau Namira rasa sukanya bertepuk sebelah tangan karena Juna menyukai Trina. Namun itu sebatas pemikiran Namira karena sampai akhir persepsinya mengenai hubungan antara Trina dan Juna tidak ada pengumuman resminya.


"Aku sekarang suka daun muda." ucapnya sambil tertawa. Aldi ikut tertawa namun tidak dengan Andra. Ia menatap Namira tajam mencoba mencari tau unsur lelucon dalam perkataannya.


"Emang kamu kenal berondong? Pergaulanmu bukannya hanya teman-teman seangkatan?" Aldi masih tertawa.


Namira melihat pria kurus tinggi yang ia temui saat jalan santai. Ia bahkan tidak tau siapa namanya. Pria itu sedang berjalan di depan ruang guru lengkap dengan headset di telinganya.


"Oke, sekarang seleramu semakin tinggi. Dia anak baru kan? calon ketua perkumpulan suku Ismi di sekolah. Dia juga anggota OSIS." Aldi masih menatap pria itu.


"Oh, kamu tau cukup banyak ya." Namira pun kini memandang Aldi.

__ADS_1


Andra bangun dari duduknya. Ia menghampiri Namira dan berlutut dihadapannya layaknya seseorang yang berusaha menghibur.


"Aku awalnya tidak percaya dengan apa yang dikatakan pepohonan di rumah Ulan. Tapi sekarang aku tau alasanmu tidak datang kemarin." Andra kemudian berdiri dan masuk ke kelas. Sialnya bel sekolah berbunyi. Namira bahkan tidak sempat menanyakan lebih dalam kepada Andra. Ketika hendak memasuki kelas, Aldi memegang pundaknya.


"Dia namanya Bani. Sudah tau kan?"


Namira menggeleng dan kemudian tersenyum seolah berterima kasih. Mendapati ekspresi Andra yang tak ramah, Namira menjadi tidak enak hati. Ia bingung dengan sikap pria itu ditambah perasaannya sendiri kepada Andra.


Di tengah pelajaran yang membosankan, yakni bahasa asing, Namira mendalami pikirannya. Sosok Juna yang sudah ia lupakan kembali muncul akibat obrolannya dengan Aldi. Juna suku Ismi dan sangat terkenal cerdas di sekolah dasar. Hingga lanjut di sekolah menengah pertama, Namira tidak bisa melupakannya. Mereka kerap bertemu dalam rangkaian perlombaan suku Ismi di tingkat nasional maupun di tingkat daerah. Namira yang selalu minder sampai akhir memilih memendam rasa karena merasa tidak dapat disandingkan dengan Juna. Ia terus mengharapkan pria itu hingga sekolah menengah atas kelas 1. Sulit menemukan yang sebanding dengan Juna hingga akhirnya Namira mencoba membuka hati untuk Yana. Pada akhirnya ia tetap tidak dapat menyukai Yana. Begitulah perihal hati. Menggugah hati itu mudah tapi mempertahankan rasa adalah yang tersulit. Semoga ada karma baik dari perasaan-perasaan itu.


__ADS_1


__ADS_2