
Hubungan Bani dan Namira baik-baik saja. Demikian pula dengan Arman dan Kinan. Sekalipun Kinan memiliki tujuan khusus, akan tetapi ia memperlakukan Arman dengan sangat baik. Hari ini adalah jadwal OSIS mengunjungi rumah anggota lain yang sakit. Seperti biasa pengurus suku Ismi juga dilibatkan. Berhubung ketuanya adalah Bani, maka ia bebas mengajak siapapun yang ia hendaki termasuk Namira. Jadilah wanita ini menempel Bani kemana-mana di luar sekolah.
Sekilas Namira melihat Bani membalas pesan dari seseorang. Ia sedikit curiga tapi tidak berani menunjukkannya. Ia hanya meminta Dayat mencatat nomor tersebut dengan dalih meminjam ponsel Bani.
Di sisi lain, Kinan memaksa masuk ke ruang OSIS. Dari sisi lain Andra telah siap menyelinap masuk. Saat Kinan dan Arman sedang berbincang-bincang di ruang OSIS, Andra berhasil mencari-cari beberapa berkas.
Namira Yifei
Tuntutan 2 tahun
penuntut Yana Rukh
saksi semesta
penanggung jawab KP 2591
tahun tuntutan 2007
Tepat saat berkas tersebut terbuka, dada Bani merasa sakit. Ia nampak pucat.
"Ada apa Bani?" tanya Namira khawatir.
"Ayo kembali ke sekolah dan kamu harus langsung pulang." Ucapnya tajam.
Namira menawarkan untuk membonceng Bani namun ia menolak. Riyan menawarkan bantuan tapi Bani menolak. Seolah mengerti apa yang terjadi, para OSIS tetap di posisi mereka. Sepanjang perjalanan, Bani melajukan motornya dengan kencang membuat Namira ketakutan dan memeluk Bani dengan erat.
Alur
Tersangka telah menyakiti seseorang yang suci dan bahkan terbaik di semesta. Alasan yang dikemukakan tidak logis. Ia hanya bermain-main saja dan tidak mengetahui tingkat ketulusan penuntut. Pihak-pihak telah memberatkan tuntutan terhadap tersangka. Ia membuat penuntut nyaris bunuh diri.
Andra menutup mulutnya seakan tidak percaya dengan hal yang dianggapnya konyol. Ia kemudian mencari berkas-berkas lainnya.
**Rossi Twice
tuntutan 3 tahun
penuntut makhluk-makhluk astral
__ADS_1
penanggung jawab KP 01
Andra Won
tuntutan 1 tahun
penuntut Sarah Lim
penanggung jawab KP 5589
tahun tuntutan 2006**
Andra mencoba mencari makna KP. Apa itu KP? bagaimana ia bisa mengetahui siapa dibalik kode nomor itu?
Ia mengirim pesan pada Kinan untuk keluar dan membahas hasil temuannya. Kinan pun mengaku hendak pulang pada Arman. Baik Andra menunggu Kinan di ruang kelas yang kini telah sunyi. Tiba-tiba terdengar suara Bani tepat di depan kelas yang sedang menyuruh Namira pulang.
"Langsung ambil motor dan pulang ya. Aku baik-baik saja." Ucapnya lemas.
"Aku menunggumu di sini ya." Bantah Namira.
"Kumohon pulang ya. Aku hanya sebentar saja ke ruang OSIS dan kemudian aku pulang istirahat. Aku hubungi lagi saat di rumah ya." Bani menepuk kepala Namira.
"Siapa yang baru saja masuk?" tanyanya pada tumbuhan di depan ruang OSIS. Kinan yang tepat berada di bawah tangga dan hendak menemui Andra menjadi panik.
"Mudah-mudahan tumbuhan itu tidak kenal aku." Batin Kinan.
"Aku tidak kenal. Aku kan baru di sini. Aku menggantikan temanku yang dipindahkan ke ruang kepala sekolah karena tanaman di sana tiba-tiba berubah menjadi tanaman mati. Temanku itu malah tiba-tiba ada di luar dan menikmati indahnya mentari." Jawabnya setengah asal. Bani menghela napas kasar.
"Aku akan cari sidik jarinya." Ucapnya. Kinan bergegas menuju tempat Andra.
***
"Kamu harus hati-hati Andra. Kita tidak bisa bicara di sini. Ayo keluar dari sekolah." Ajak Kinan. Mereka menuju sebuah warung di luar sekolah. Sebelum mereka duduk, makhluk Astral mendekati Kinan.
"Aku ingin makan. Bisakah kau sisihkan?"
Kinan tidak dapat melihatnya namun dapat mendengar. Ia mengangguk.
__ADS_1
"Tolong jaga di depan. Jangan sampai ada makhluk aneh yang masuk dan berusaha menguping pembicaraan kami." Pinta Kinan. Andra hanya bengong.
"Kamu harus belajar peka. Mulai sekarang lawan kita bukan makhluk biasa. Kita sebagai suku Astral pasti bisa mengorek semua ini." Kinan menyemangati Andra.
"Kamu laporkan hasilmu dulu. Apa kamu bertemu Bani? Aku mendengar dia bergegas menyuruh Namira pulang dan menuju ruang OSIS." tanya Andra.
"Tidak. Dia berusaha menanyakan siapa yang memasuki ruang OSIS tapi tanaman di depan tidak tahu karena ia tanaman baru. CCTV pun tidak ada kan di sana. Syukurlah. Tapi ia berkata akan mencari sidik jarimu." Terang Kinan.
"Oh aku untungnya tidak bodoh. Aku menggunakan sarung tangan. Aku masih belum memahami arti KP dan beberapa kode angka di belakangnya. Yang jelas ada namaku dan Namira. Rosi juga ada. Mungkin ada namamu juga tapi aku tidak ada waktu mencari lebih banyak. Disana ada tuntutan, penuntut, tersangka, saksi dan tahun tuntutan. Ada juga alurnya. Yang jelas tuntutanku satu tahun dan itu sudah selesai karena ini sudah 2007. Tapi tuntutan Namira belum selesai. Kemungkinan berakhir 2009." Terang Andra.
"Artinya sekarang Namira sedang menjalani masa hukuman." Kinan menarik kesimpulan.
"Ah ini sekolah apa sih? OSIS itu gunanya apa? Kenapa mereka mengumpulkan data-data itu di ruangannya?" Andra mengacak-acak rambutnya.
"Kita harus mencari file nama-nama anggota OSIS. Paling tidak data pelantikan atau apa yang mirip. Kita harus menambah tim. Aku rasa Rezta cukup jenius dan bisa menbantu. Mungkin akan lebih baik jika ditambah Rosi." Timpal Kinan.
"Tidak. Rosi masih dalam masa hukuman. Kita ajak Rezta saja. Atau adakah teman-teman satu kelompok jurnalismu yang bisa mewawancarai OSIS?" tanya Andra.
Kinan berpikir keras. "Nanti pasti ada solusinya. Sebaiknya kita jangan memberitahu Namira. Kita juga jangan mengabaikan ujian akhir kita dan pemilihan jurusan tingkat lanjut." Kinan mengakhiri obrolan mereka.
***
"Bani, kamu baik-baik saja kan?" Tanya Namira di telepon.
"Iya, aku baik. Sebentar lagi liburan masa tenang sebelum ujian ya. Semoga liburanmu menyenangkan dan ujian akhir berjalan lancar." Hibur Bani.
Namira berharap doa Bani terkabul.
****
Hari terakhir sekolah sebelum libur hari tenang.
"Jadi hanya kelas akhir saja yang libur? adik kelas kita tidak?" Tami bertanya pada pak Awan di kelas. Beliau hanya mengangguk.
"Baiklah, bapak harap kalian bisa berkonsentrasi pada ujian. Nantinya akan ada ujian percobaan dulu selama seminggu, ujian praktek satu minggu, dan ujian nasional 1 minggu. Libur hari tenang juga satu minggu. Total adalah satu bulan. Kalian juga dapat mempertimbangkan formulir-formulir kelanjutan jurusan yang hendak dipilih." Terang pak Awan.
"Bagi yang punya pacar, segera pertimbangkan untuk putus kecuali jika kalian yakin bisa melanjutkan di jurusan kalian yang selanjutnya."
__ADS_1
Pak Awan melirik ke arah Namira. Andra pun ikut menatapnya. Ini saatnya membereskan semua dengan Bani.