Karma Prosecutor

Karma Prosecutor
Mika


__ADS_3

Burung hantu tak hentinya mengeluarkan suara mencekam dibalik jendela kamar Namira. Anjing menggonggong bersautan seolah terganggu oleh kehadiran yang tidak diharapkan. Namira yang hendak tertidur pun merasa terganggu dan gelisah. Akan tetapi ia berusaha membuang ketidaknyamanan itu dan tetap memejamkan mata. Di tempat yang berbeda seorang laki-laki sedang menghadap Dewa. Ia mengeluarkan segala yang ia punya untuk mendatangi seorang Prosecutor dan mengadukan sakit hatinya. Hanya mereka yang mengetahui perjanjian yang terjadi di lokasi itu.


Namira mencoba pergi ke sekolah seperti biasa. Ia menganggap apa yang terjadi tadi malam sebagai sesuatu yang tidak berlebihan. Masih mencoba berpikir dengan akal sehatnya bahwa anjing menggonggong ketika siapapun lewat, Namira meyakinkan dirinya bahwa ada orang lewat semalam. Hari ini ia akan fokus mengajak Mika berlatih bernyanyi untuk lomba menyanyi berpasangan.


"Kita tidak perlu latihan Namira. Cukup kamu bilang saja lagu apa dan bagianku." Sanggah Mika.


Ia terlihat tidak antusias dengan perlombaan ini. Lebih tepatnya seakan tidak berharap jika Namira lah orang yang disandingkan dengannya. Mika memang terkenal dekat dengan Anggre. Untuk ukuran kecantikan, bisa dibilang Namira kalah telak dengan Anggre.


"Oke kalau gitu. Tiga hari lagi kita langsung tampil di atas panggung." Jawab Namira. Mika memberikan senyum termanisnya dengan lesung pipi yang menempel padanya. Sebenarnya Namira kecewa namun ia tak mau ambil pusing. Ia menjadi semakin kurang percaya diri. Akhirnya ia memutuskan keluar kelas dan menuju ke taman sekolah. Disana ia memberi makan kelinci dan bertemu Maheswari yang sedang memberi makan ikan.


"Kalian lagi membahas apa?" tanya Maheswari kepada ikan-ikan di kolam.


Sejenak ia nampak berpikir dan mengangguk angguk.

__ADS_1


"Hahaha. Mereka memang cocok tapi aku tidak sangka perempuan itu hanya mempermainkan dia. Padahal dia seperti puteri yang lemah lembut." tawa Maheswari. Namira pun mendekatinya.


"Ada apa?" tanya Namira.


"Oh, tidak apa-apa. Aku hanya bergosip saja. Menyenangkan berbicara dengan mereka." jawabnya tersenyum.


"Ada gosip apa?" Namira kembali ingin tahu.


"Anggre sama Mika itu. Dengar-dengar Anggre sudah punya tunangan. Ah, entahlah. Ikan-ikan ini juga sepertinya hanya menebak." Sambung Maheswari dengan kikuk. Sebenarnya memang tidak baik menyebarkan info dari hewan dan tumbuhan ke orang lain yang bukan mereka harapkan. Karena itulah Maheswari segera mengalihkan topik dan mengajak Namira pergi.


"Namira, sudah diskusi dengan Mika?" Andra menghentikan langkah Namira yang baru saja kembali dari taman. Namira pun mengangguk.


"Baguslah. Bisa temani aku ke ruang guru untuk mengurus buku-buku untuk teman-teman di kelas? Nanti mengenai harga dan lainnya bisa kamu catat termasuk nama-nama yang sudah membayar." terang Andra.

__ADS_1


Lagi-lagi Namira tanpa ekspresi hanya mengangguk dan berjalan bersama Andra. Dalam perjalanan cukup banyak wanita-wanita dari kelas lain yang menyapanya.


Tidak sedikit dari mereka yang melirik Namira. Memang Andra yang tinggi dan Namira yang hanya seukuran pundak Andra seakan kurang pantas disandingkan. Lagi-lagi ia harus merasa kehilangan kepercayaan dirinya.


**cast episode 3


Anggre


cantik, memiliki kulit putih bersih, pandai, dengan tubuh proporsional. Banyak lelaki yang ingin dekat dengannya. Anggre adalah peringkat pertama secara umum di sekolah. Ia anggun dan ramah membuat banyak orang menyukainya**.



Mika

__ADS_1


Tidak terlalu tinggi namun manis karena memiliki lesung pipi. Mika juga terkenal sangat ramah dan pandai merayu.



__ADS_2