
"Yola cantik!" Teriak bocah kelas 4 SD di balik tembok rumahnya.
"Woy! Biasa aja dong panggil teman gue enggak usah pakai nimpuk gue pake kulit rambutan!" Hardik Rara kesal karena bajunya terkena semut dari kulit rambutan yang di lempar musuh bebuyutannya, Jodi.
"Hey Roro Jonggrang! Siapa juga yang nyambit elo!" Sangkal Jodi.
"Cih, nyatanya sambutan elo kena baju gue!" Sentak Rara masih dengan nada tinggi.
"Udah Ra, cuekin aja." Yola menarik tangan Rara untuk berlalu pergi dari depan rumah Jodi.
Siang itu Rara dan Yola memang baru saja pulang sehabis bermain di rumah Yola untuk kemudian menginap di rumah Rara. Sahabat rasa saudara itulah mereka.
"Ssstt... Roro Jonggrang! salamin dong buat Yola, ntar gue salamin juga dari loe buat Riko." Jodi dengan terburu-buru berlari menarik baju belakang Rara yang hendak menyeberang jalan dengan Yola.
"Apaan sih loe! Najis loe pegang-pegang gue!" Rara menepuk-nepuk bagian baju yang tadi di pegang Jodi.
"Kapan sih loe enggak nyolot!" Bentak Jodi tak mau kalah berdebat seperti biasanya.
"Ra, sini!" Panggil Yola dari seberang jalan. Rupanya saat Jodi menahan Rara, Yola sudah terlanjur menyeberang jalan.
"Iya tunggu bentar, Yola!" Rara kembali bersiap hendak menyebrang jalan.
"Eh, ini bagi rambutan buat Yola." Jodi menyodorkan plastik kecil yang berisi rambutan kepada Rara.
__ADS_1
"Buat Yola doang nih rambutannya?" Rara menagih jatahnya.
"Iyalah... Loe kalau mau minta sama Riko!" Jodi menjulurkan lidahnya meledek Rara.
"Dasar pelit!" Ketus Rara lalu menyeberang jalan ke arah Yola.
Letak rumah Jodi yang memang di depan jalan utama membuat Rara dan Yola pasti melewati rumahnya. Jodi, Rara dan Yola memang tinggal tidak terlalu berjauhan sehingga setiap hari selalu bertemu dan bertengkar ala bocah SD. Lebih tepatnya Rara dan Jodi yang selalu meributkan berbagai hal sementara Yola hanya menjadi penonton.
***
Suasana di dalam kelas 4 B terdengar gaduh oleh suara para murid yang penasaran menanyakan keberadaan buku yang akan di koreksi silang sesuai arahan dari Bu Tini.
"Anak-anak sudah selesai ya saling tukar buku? Kalau sudah kita mulai koreksi silang nya." Bu Tini guru Bahasa Indonesia memulai kegiatan penilaian nya.
"Rese! Pasti dia sengaja yang bikin kayak gitu!" Rara menggerutu kesal.
"Hehehe... Kamu sama Jodi bisa enggak sih sehari saja akur?" Yola pusing menghadapi pertengkaran kedua temannya.
"Modus dia itu jodoh-jodohin gue sama Riko biar gue juga mau deketin loe sama dia." Sungut Rara.
"Cocok juga sih kamu sama Riko, sama-sama pintar, eh si Jodi juga pintar sih kalau rangking kalian pasti gantian ya dari kelas satu" Puji Yola tulus.
Entah di sadari atau tidak ucapan Yola memang benar adanya karena Rara, Riko dan Jodi boleh di bilang selalu bersaing dalam peringkat kelas karena ketiganya terkenal pintar dalam semua pelajaran. Sementara Yola dengan kondisi fisiknya yang lemah dan jarang sekolah membuatnya sering tertinggal materi pelajaran sehingga Rara selalu mengajarkannya mata pelajaran di hari Yola tidak sekolah.
__ADS_1
"Ssstt.. Yola, ini buku kamu. Nilai kamu cuma lima, mau aku tambahin gak?" Jodi tiba-tiba mencolek punggung Yola dari samping meja belajar.
"Wah, kok bisa lima? Nilai gue berapa? Harusnya nilai Yola delapan itu tadi kayaknya cuma salah dua nomor." Rara langsung menarik buku Yola dari tangan Jodi.
"Buset deh ini bocah! Gue enggak ngajak elo ngomong!" Protes Jodi tidak terima.
"Yola, ini kamu salah tulis." Rara menunjukkan letak kesalahan tulisan Yola.
"Lho, Jodi kamu kok bisa duduk disitu?" Tegur Bu Tini.
"E.. iya Bu maaf ini saya enggak ngerti tulisannya jadi tanya langsung ke Yola." Jodi mencari alasan.
"Buku Yola? Itu kok yang pegang Rara?" Bu Tini keheranan.
"Hee... Saya enggak percaya Bu sama Jodi jadi saya penasaran." Rara tidak bisa berkelit.
"Emang dia nya aja Bu yang rese!" Jodi menyalahkan Rara.
"Haduuuhhh ibu pusing deh kalau Tom and Jerry ribut!" Bu Tini memegangi kepalanya.
Mendengar keluhan Bu Tini membuat Rara melempar tatapan tajam ke arah Jodi yang terlihat judes.
Yuhuuuu... terimakasih sudah mau baca cerita retjeh ini... semoga terhibur...
__ADS_1