Kawin Gantung

Kawin Gantung
Yola


__ADS_3

Hai, namaku Yolanda Karni. Dalam bahasa Yunani, nama Yolanda memiliki arti bunga violet, salah satu jenis bunga yang tahan dalam berbagai kondisi lingkungan. Harapan kedua orangtuaku agar aku tumbuh menjadi anak yang cantik serta tabah dan sabar dalam menghadapi cobaan.


Walaupun tinggal di desa, tapi Ibu ku lumayan update gosip sehingga saat itu beliau mengagumi seorang presenter TV dan peragawati, Yolanda Hadid.


Aku baru tahu belakangan kalau Yolanda Hadid adalah ibu dari tiga model terkenal, Gigi Hadid, Bella Hadid, dan Anwar Hadid.


Nama panggilan kesayangan dari orangtuaku adalah Yo atau Yola. Cukup simple kan nama panggilan ku?


Aku dan kakakku mendapat nama akhiran Karni yang merupakan singkatan dari kedua nama orang tua ku, KArjo - NIngrum


Sayangnya aku terlahir dari kedua orang tua yang terpaksa melakukan kawin lari karena Ibuku, Ningrum tidak mau di paksa menikah dengan lelaki pilihan Eyang Soeroso dan memilih Bapak ku, Karjo sehingga menjadi perantau di ibukota.


Keluarga Bapak pun kurang menyukai Ibu karena di anggap menjadi penyebab Bapak pergi dari kampung halaman kami, Yogyakarta.


Ketika aku berusia lima tahun, Bapak yang berprofesi sebagai supir pribadi keluarga orang kaya meninggal dalam kecelakaan tunggal karena mengemudi dalam kondisi mengantuk.


Sejak saat itu keadaan ekonomi keluarga memburuk dan Ibu terpaksa menjadi buruh cuci di keluarga majikan Bapak.


Aku yang minder dan tidak percaya diri dalam pergaulan tidak memiliki teman. Namun, setelah aku sebangku dengan Rara di SD barulah dia satu-satunya sahabatku.


Ia tak pernah ikut-ikutan teman sekelas ku yang lain mengejek pekerjaan Ibu ku. Rara bahkan sering memberikan aku jajanan yang aku suka dengan alasan ia tidak terlalu suka jajanan itu.


Saking akrabnya kami bahkan Enyak Halimah meminta kepada Ibu agar diberi kesempatan mengasuh aku. Ibu tersinggung dengan hal itu karena mengira dirinya tidak sanggup mengurus anak kandungnya sehingga memilih kembali kepada keluarga Ibu di kampung.


Oh iya, Rara juga terkenal galak dan sering berantem dengan orang yang menggangu ku.

__ADS_1


Tapi yang paling sering ia ribut dengan Jodi yang sering menggoda dan merayuku. Aku bukannya tidak menaruh perasaan lebih dan membalas perasaan Jodi, hanya saja aku sadar kalau kondisi ekonomi ku kala itu pasti akan menjadi bahan bulan-bulanan semua temanku jika benar aku membalas perasaan Jodi.


Aku juga sering menegur Rara agar tidak kelewatan kalau beradu mulut dengan Jodi karena khawatir mereka akan saling suka.


Duh, mengingat mereka aku baru teringat kalau setelah hampir 8 tahun jauh dari mereka kok aku lihat di igeh sepupuku, Dodit isi dari igeh Jodi isinya foto berdua terus ya sama Rara? Ah, andai aku tidak menjauh pasti aku yang akan disamping Jodi.


Pagi ini aku sengaja ingin menelepon Dodit, siapa tahu Jodi ada didekatnya jadi aku bisa sekalian ngobrol sama dia. Hehehe...


📱


"Hai sayang..." Dodit menyapa Yola.


Duh, punya sepupu lebay emang bikin malas deh masa baru nyapa udah pake sayang segala. Semoga aja Jodi tidak ada di dekatnya.


"Beuh, begitu aja ngambek." Ledek Dodit.


"Biasa aja tuh. Mas, habis ujian nanti aku mau main ke tempat mu." Aku menyampaikan maksud ku.


"Beneran mau kesini? Wah, asyiiiikkk... Tenang aja nanti mau kemana aja bakal ada guide special buat Ade." Dodit bersemangat.


"Janji lho, mas... Oh iya, ada Mas Jodi enggak?" Aku kebat-kebit menanyakan kabarnya.


"Jodi? Eh, ada nih kebetulan." Dodit melirik ke arah Jodi.


"Aku mau dong ngomong sama dia." Pinta ku.

__ADS_1


"Di, Dek Yola mau ngomong." Dodit menyerahkan handphone nya kepada Jodi.


Aku menunggu suara dari Jodi. Etapi kok dia terdengar menyuruh Dodit video call dan ada Rara di situ?


"Hai... Loe masih inget kan sama Rara?" Jodi langsung mengarahkan handphone Dodit ke wajah Rara.


"Rara? Ya ampun... Kangeeennn..." Aku bahagia mendengar dan melihat wajah Rara.


"Siapa ya?" Rara berusaha mengenali.


Oh, ternyata Rara sudah lupa sama aku?


"Sayang, ini Yola temen kite SD dulu." Jodi mengingatkan.


Sayang? Kok mesra amat sih Jodi panggil Rara. Wah, tidak bisa dibiarkan ini mereka terlalu lama bersahabat dekat jadi kebablasan begini.


"Yo... Yola? Beneran???" Rara kegirangan.


Hati, kenapa kok berubah jadi kesal ya dengar suara Rara?


"Yola, ini beneran elo?" Rara mengambil handphone di tangan Jodi.


"Iya, ini Yola. Eh, sorry ya perut ku sakit nih mau ke belakang dulu ya. Bye..." Mendadak aku langsung badmood dan memilih untuk menutup telepon yang memperdengarkan suara Rara.


Kenapa aku harus kasar seperti itu menutup telepon Rara? Dia juga kan sahabat ku yang paling baik? Maaf ya Ra...

__ADS_1


__ADS_2