
Satu persatu siswi bermasalah tersebut di panggil untuk memperoleh keterangan yang seimbang sambil menunggu orang tua mereka datang ke sekolah.
Rara sadar kalau posisinya sendirian sehingga ia berusaha menahan diri agar tidak terpancing emosi atas ejekan dan sindiran halus nan menusuk dari Dina cs sedari awal mereka disini.
Satu jam kemudian para orang tua pun berdatangan memenuhi panggilan dari Lala selaku guru BK yang menangani kenakalan mereka.
Setiap kedatangan orang tua dari pihak Dina cs sudah dipastikan mereka mencecar Rara yang telah melukai putri mereka. Mungkin kalau hanya melawan seumuran Rara tidak akan bermasalah tapi ini dia harus berhadapan dengan para orang tua yang ia takutkan akan di kutuk menjadi Cinderella. Eh malah kecakepan yak. Hehehe...
Reaksi paling heboh jelas ditunjukkan oleh Deasy, Mama Dina yang dari penampilannya saja sudah begitu heboh mengalahkan arakan ondel-ondel di acara hajatan.
"Sayaaaang... Kamu kenapa kok lebam gitu?" Deasy panik melihat wajah Dina masih menyisakan bekas jejak perkenalan fisik dari Rara yang terpancing emosinya.
"Itu Ma, aku di pukul sama Rara. Hiks hik hiks..." Dina menangis menarik simpati Mama nya.
"Apaaa??? Mana anaknya?! Mama sama Papa kamu aja enggak pernah main fisik tapi ini kamu sampe babak belur!" Deasy emosi.
"Itu Ma, cewek kampung." Dina menunjuk ke arah Rara.
"Ooohhh ini preman pasar yang bikin bonyok anak saya?!" Hardik Deasy murka kepada Rara.
__ADS_1
"Tenang Bu, disini posisinya justru Rara yang dikeroyok sama Dina dan ketiga temannya." Lala bertindak cepat melerai Deasy yang hendak melayangkan tangan nya ke wajah Rara.
"Ibu di bayar berapa sama preman pasar ini?! Sudah jelas anak saya parah gini mukanya! Awas aja setelah ini saya akan visum dan seret preman pasar ini biar masuk penjara!" Ancam Deasy.
"Mari kita bicara baik-baik dulu ya Bu agar masalahnya bisa saya jelaskan." Lala mengajak Deasy masuk ke ruang BK.
Rara kesulitan menelan saliva nya mengingat hingga detik ini orang tuanya belum datang. Ia mulai menyesali tindakan emosional nya yang telah menyebabkan kekacauan ini.
"Ra, orang tua kamu sudah sampai mana? Saya mau kita rembuk bersama biar masalah nya cepat selesai." Lala menanyakan keberadaan orang tua Rara.
"Iya Bu..." Belum selesai Rara menjawab pertanyaan Lala tiba-tiba ada suara mengucap salam yang sangat ia kenali.
"Walaikum salam. Enyak..." Rara spontan langsung memeluk Halimah penuh haru.
"Iye nih Enyak udah dateng." Halimah membalas pelukan putri kesayangannya.
"Rara kira Enyak malu jadi kagak bakalan mau ke sekolah." Lirih Rara.
"Kagak mungkin lah... Enyak tadi tutup warung dulu mangkanya lama nyampe sini." Halimah memberi penjelasan.
__ADS_1
"Baiklah karena semua orang tua dari kalian semua sudah hadir jadi kita bisa mulai." Lala hendak memulai kegiatan.
Deasy yang melihat kedatangan Halimah mendadak shock. Iya dia tahu benar siapa Halimah dan juga silsilah keluarga nya yang notabene jawara di kampung nya. Hmm pantes anak gue bonyok karena lawan nya turunan Kong Ji'i. Batin Deasy.
"Eh Deasy, gimane kabar elo?" Sapa Halimah begitu melihat sosok yang ia kenali.
"E emm... ba baik Mah..." Luntur sudah image garang yang tadi diperlihatkan oleh Deasy kepada Rara.
Perubahan sikap Deasy yang terlalu kentara membuat orang tua dari Sindi dan duo kembar Wina dan Wini alisnya berkerut. Kalau seorang Deasy yang begitu arogan saja tampak gugup mengetahui siapa orang tua dari Rara pasti ada hal besar yang kemungkinan akan beresiko bagi mereka jika tetap menyerang Rara secara frontal seperti sebelum kedatangan orangtuanya.
"Maap ye kelakuan anak gue... Die biasanya kagak bakal maen fisik kalau gak di usik." Halimah setengah menyindir kelakuan anaknya Deasy alias si Dina.
Melihat kondisi itu Lala merasa lega karena drama penuh emosi ala Dessy telah berlalu namun ia tetap memberikan hukuman skors kepada semua pihak yang bertikai demi efek jera.
**Setelah insiden ini akan terjadi kejutan besar buat Rara.
Apa tuuuuhhh...
Yuuukkkk mareee.... tunggu author semedi dulu ya. Hahaha...
__ADS_1
Kaboooorrrr**