Kawin Gantung

Kawin Gantung
di parkiran


__ADS_3

Hasil keputusan bersama adalah pemberian skorsing selama 3 hari kepada Rara dan seminggu kepada Dina, Wina, Wini dan Sindi. Hukuman ini agak ringan mengingat mereka sudah kelas XII yang sebentar lagi akan menempuh ujian nasional. Tapi selama hukuman berlangsung Lala meminta para orang tua pro aktif setiap harinya melaporkan kegiatan mereka selama di rumah melalui video call untuk memastikan kalau pemberian skorsing memang dipergunakan sebaik mungkin untuk memperbaiki diri di rumah dalam bimbingan orang tua masing-masing.


"Din, Mama enggak mau ya kamu ada masalah lagi sama si Rara." Deasy berbisik kepada Dina setelah keluar dari ruang BK.


"Alah Mama... Kenapa sih? Malu Dina lihat Mama tadi kayak kerupuk kena air langsung melempes ketemu Enyak nya si anak kampung." Dina masih menyisakan emosi.


"Husstt! Bahaya besar kalau kamu berani sama keturunannya Kong Ji'i..." Deasy kewalahan menjelaskan kepada Dina.


"Ma, aku izin ya mau pulang bareng sama Jodi." Dina penuh percaya diri hendak meninggalkan Deasy menuju kelas Jodi.


"Duuuhh, baru hitungan detik di kasih tau malah nantangin kamu ya?" Tanpa banyak kata lagi Deasy menarik tangan Dina untuk meninggalkan sekolah.


***


Jodi yang mendengar kabar burung kalau penyebab keributan antara Rara dan Dina cs adalah dirinya merasa bersalah sehingga ia secara sembunyi-sembunyi mencari keberadaan Rara dan Halimah bermaksud meminta maaf.


"Enyak Imah..." Jodi memanggil Halimah yang sedang berada di parkiran hendak pulang.


"Eh, elo Di." Halimah menyahut.

__ADS_1


Sementara Rara memilih membuang muka seolah menganggap Jodi transparan. Ia merasa sangat kesal lantaran dirinya dijadikan kambing hitam.


"Ra, itu si Jodi minta maaf sama elo." Halimah menyenggol bahu Rara yang masih terdiam seribu bahasa.


"Kagak ape-ape Nyak... Aye paham Rara masih kesel sama aye." Jodi memahami sikap Rara.


"Iya tapi pan bukan elo nyang bikin tuh bocah..." Halimah membela Jodi.


"Anak Enyak itu aye apa nih Playboy cap cicak?" Tangkis Rara lalu mengambil kunci motor hendak menyalakan nya.


"Di, harap maklum ye masih emosi... Laen kali aje loe ngomong lagi ame Rara." Halimah memberi pengertian kepada Jodi.


"Caper!" Ketus Rara lalu mengajak Halimah untuk pulang bersamanya.


Ada segunung penyesalan dalam hati Jodi karena dirinya memang memanfaatkan kedekatannya dengan Rara demi menghindari Dina yang menolak tua, eh menolak putus 😅


Kedekatan hubungan keluarga nya dengan Rara bukan terjalin satu dua tahun tapi jauh sebelum mereka lahir karena kedua orangtuanya sering menceritakan hal tersebut. Ia khawatir masalah ini akan merenggangkan persahabatan antara kedua orangtuanya dan kedua orangtua Rara.


"Sayaaaang... Kamu ngapain liatin si Rara pulang kayak gitu?" Dina bersungut-sungut tak terima pujaan hatinya meratapi kepulangan Rara.

__ADS_1


"Sayang, sayang...kita udah sebulan putus kalau kamu lupa, Din." Jodi menepis rangkulan Dina secara kasar.


"Hey, jangan sok kegantengan kamu ya nolak anak saya!" Deasy murka anaknya di tolak.


"Maaf Bu, saya sudah kehabisan cara untuk bicara baik-baik sama anak ibu." Ucap Jodi sambil berlalu.


"Di, aku..." Dina ingin menyusul Jodi namun di tarik oleh Deasy.


"Din, kamu itu cewek punya harga diri dikit dong! Itu cowok udah jelas bikin masalah buat kamu." Deasy memarahi Dina.


Mendengar kemarahan Deasy malah membuat Dina menangis histeris lantaran selama ini dirinya belum pernah di marahi oleh orangtuanya.


"Mama jahat!" Pekik Deasy mengundang kehebohan.


"Astaghfirullah aladzim... Saha maneh? Jurig, dedemit geura kabur!" Deasy komat kamit seraya mengusap kepala Dina.


Lala yang tergopoh-gopoh datang ke lokasi keributan akibat teriakan Dina pun hanya bisa menggelengkan kepalanya. Masa iya sudah di beri hukuman skorsing masih berani bikin kasus baru lagi, mengganggu ketenangan sekolah? Huh!


Aseli garing banget nih bagian ini Ampe bingung kasih judul apaan karena aku lagi maksain nulis dalam kondisi gak fit.

__ADS_1


🥴


__ADS_2