Kawin Gantung

Kawin Gantung
di labrak


__ADS_3

Ruangan kelas XII Sos 1 terasa hening lantaran sedang berlangsung ulangan harian Akuntansi. Pak Kalu seperti biasanya sejak awal membagikan lembar jawaban selalu berkeliling memeriksa keadaan semua siswa. Ia memfokuskan perhatiannya kepada Rara yang terlihat merapihkan alat tulisnya.


"Kamu sudah selesai?" Kalu langsung mengambil kertas jawaban Rara.


"Belum Pak..." Rara spontan menutupi kertas jawaban yang sayangnya telah lebih dulu di ambil oleh sang guru akuntansi.


"Belum apanya? Ini sudah selesai semua kok. Sudah kamu keluar kelas terus diam-diam ke perpustakaan saja biar tidak ramai kelas ini." Kalu menyuruh keluar sambil membaca keseluruhan kertas jawaban milik Rara.


"Pak, saya disini aja deh, iseng Pak sendirian disana." Rara menolak dan bersikeras ingin tetap berada di dalam kelas.


"Cepat sana keluar! Saya tidak mau kelas jadi rusuh karena pada nyontek sama kamu." Kalu menegaskan Rara untuk segera keluar kelas.


Rara menghembuskan nafas nya kasar. Ia sungguh malas kalau harus sendirian di perpustakaan tapi kalau nekad ke kantin khawatir malah jadi masalah dan berakhir di ruang BK.


Sementara itu dari kejauhan terlihat 4 siswi yang menatap Rara dengan sinis. Mereka yang memahami kebiasaan Pak Kalu yang menyuruh setiap siswa ke perpustakaan setelah selesai ulangan akuntansi pun tampak berdiskusi kecil.


"Tumben kesini Ra, lagi ulangan akuntansi ya?" Sapa Kartika sang penjaga perpustakaan.


"Iya mba malas banget nih padahal tadi mau di lamain ngerjain tapi tangan gatel pengen nulis jawabannya." Rara mengeluh.


"Resiko otak encer gitu ya. Hehehe." Ledek Kartika.


"Gak gitu juga mba..." Rara merendah.


"Sudah nih baca aja novel baru." Kartika menyodorkan novel terbaru.


"Ah mba, kalau mau baca novel mah baca aja di noveltoon." Rara menolak.


"Emang kamu mau ngapain kalau enggak baca di perpustakaan?" Kartika semangat meledek Rara.


"Iya ya ngapain... Hehehe." Rara terkekeh sendiri.


Rara akhirnya mengalah dan meminjam novel retensi dari Kartika lalu mencari tempat untuk membaca. Belum sempat Rara duduk di bangku yang ia pilih untuk tempat membaca novel yang disodorkan oleh Kartika tiba-tiba datanglah Wina menepuk bahu Rara dengan kencang.


"Ra, ada yang mau di omongin." Wina langsung menarik tangan Rara.


"Eits, santuy dong... Gue mau balikin dulu novel nya ke mba Tika." Rara menolak tarikan tangan Wina.


"Cepetan!" Wina tampak tidak sabar.


"Mba, ini novelnya ya kapan-kapan aja di bacanya." Rara mengembalikan novel ke Kartika dan bergegas melangkah ke arah Wina.

__ADS_1


"Males banget kamu." Kartika menggelengkan kepalanya.


"Ini si Wina mau ngomong katanya. Bye mba Tika..." Rara menjelaskan seraya berpamitan keluar ruangan perpustakaan.


Wina menunjukkan arah jalan menuju ke lorong sempit di belakang perpustakaan dimana tempat yang begitu gelap dan nyaris tidak ada siswa yang pernah tempat itu.


"Wina, loe gak salah ngajak gue kesini?" Rara mulai curiga.


"Bawel!" Bentak Wina.


"Loe mau ngomong apaan sih pake ngajak gue kesini segala?" Rara semakin merasa ada yang tidak beres dari gerak-gerik Wina.


"Bacot loe!" Sengit Wina.


"Gue enggak mau ya kalau loe kerjain." Rara menghentikan langkahnya.


"Loe mau ketangkep Bu Lala, guru BK?" Wina mendorong Rara agar tetap mengikuti nya.


Rara tak habis pikir kenapa Wina mengajaknya ke tempat ini sehingga menimbulkan prasangka buruk dalam benaknya.


"Guys, ini gue bawa si pelakor." Wina menyapa ketiga temannya yang sudah lebih dahulu berada disana sambil membanggakan diri telah berhasil menjebak Rara kepada mereka.


"Basi! Tsk, gue gak sudi basa-basi sama cewek muna!" Dina menatap sengit ke arah Rara.


"Wow! Baru masuk sekolah udah galak aje." Rara tidak merasa takut dan malah menyindir sikap Dina yang ia rasa tak seperti biasanya.


"Ni, Na ayo pegangin tangan nya." Dina memberi perintah kepada kroni nya si kembar Wina dan Wini untuk memegangi kedua tangan Rara.


"Woy, loe pada ngapa ya?" Rara keheranan lantaran ia merasa terkepung si lorong sempit itu.


Plak


"Dasar cewek murahan!" Dina memaki Rara setelah menampar Rara dengan kencang.


Tamparan Dina membuat Rara terkejut dan merasa panas di pipi sebelah kanan yang baru saja terkena tamparan dari Dina.


"Loe ada masalah apa sama gue?!" Rara berteriak tidak terima atas sikap semena-mena Dina kepadanya barusan.


"Songong nih anak masih berani bentak gue!" Dina semakin tersulut emosi.


Dina menyiram air bekas pel yang diberikan Sindi ke arah Rara lalu menarik rambutn Rara dengan kasar dan brutal.

__ADS_1


"Dasar cewek kampung! Nyokap loe udah kehabisan modal apa buat isi warungnya sampe loe pepet cowok gue?!" Dina membentak Rara.


Deg! Rara terperangah dengan tuduhan Dina. Mendengar Dina menghina Enyak nya membuat Rara seketika emosi. Ia sekuat tenaga melepaskan tangannya dari cengkraman duo kembar sekutu Dina.


"Loe boleh hina gue tapi jangan harap loe bisa biarin loe hina nyokap gue!" Rara berbalik menarik kerah seragam Dina dengan kasar.


Sindi yang hendak memukul Rara menggunakan gagang pel malah berbalik terkena serangan dari Rara yang menguasai taekwondo.


Tidak sampai 5 menit Rara sudah berhasil melumpuhkan Dina dan kroni nya tanpa ampun. Ia masih menahan diri kalau dirinya yang di serang tapi kalau sudah membawa nama Enyak nya maka jangan harap orang itu bisa selamat.


"Din, aseli gue nyesel selalu tolongin loe kalau mau bunuh diri!" Sesal Rara lalu meninggalkan keempat nya dalam kondisi mengenaskan.


"Rara, darimana kamu?" Dari arah perpustakaan tampak Lala sedang berkeliling mengontrol kondisi sekolah.


"Maaf Bu, saya tadi emosi mereka hina Enyak saya jadi saya balas aja." Rara mengakui perbuatannya.


"Wah, ada apa nih?" Lala seketika panik dan berjalan ke arah tempat tadi Rara berjalan.


"Maaf Bu..." Rara tertunduk.


"Ya Allah Rara... Ini kenapa pada bonyok semua???" Lala shock melihat kondisi Dina, Wina, Wini dan Sindi yang babak belur.


"Iya Bu Rara licik... Hik hik hiks..." Dina memulai sandiwara nya.


"Sudah bersihkan diri kalian lalu ke ruangan BK!" Perintah Lala kepada semuanya.


"Ra, loe kenapa?" Jodi yang sedang hendak istirahat setelah selesai pelajaran olahraga terkejut melihat Rara yang begitu berantakan.


"Tau ah! Jauh-jauh loe dari gue!" Rara malah membentak Jodi dan bergegas menuju ke kamar mandi.


Jodi melongo melihatnya terlebih di belakang Rara tampak Dina dan ketiga temannya dalam kondisi yang lebih buruk.


5 menit


10 menit


15 menit


20 menit


Setelah memastikan kelima siswi bermasalah itu dalam kondisi bersih, Lalu mengajak mereka berkumpul di ruang BK. Sebelumnya ia sudah mencari informasi dan barang bukti untuk memastikan siapa pihak yang bersalah dalam kasus ini.

__ADS_1


__ADS_2