
Waktu istirahat sekolah dimanfaatkan oleh semua siswa yang sejak tadi pagi berkutat dengan 2 mata pelajaran yang menguras otak untuk menggunakan waktunya dengan bermain, jajan atau sekadar bersenda gurau dengan temannya.
Cuaca hari ini memang masih gelap dan mendung setelah tadi pagi di guyur hujan deras. Untunglah sejak satu jam lalu hujan telah reda sehingga tidak menggangu kegiatan istirahat para siswa.
Hal itu pula yang dilakukan oleh Rara yang sejak 5 menit lalu mengantri jajan es bubur sum-sum di gerobak Mang Acep.
"Heh, Roro Jonggrang! Loe kagak salah abis ujan gini malah jajan es?!" Jodi berdecak dengan pilihan jajanan Rara.
"Sirik aja loe! Itu banyak juga yang pada jajan kagak ada yang loe protes!" Sembur Rara tak terima saran Jodi.
"Emang percuma gue ngomong sama loe." Jodi kesal dan berlalu meninggalkan Rara.
Entah mengapa Jodi tergelitik untuk mencegah Rara ikutan mengantri membeli es bubur sum-sum yang ia tahu salah satu jajanan kesukaan Rara. Ada sedikit kekhawatiran dalam pikiran Jodi kalau Rara akan sakit kalau membeli es dalam kondisi dingin seperti ini.
"Rara jajan apaan?" Sapa Riko dengan senyuman nya yang luar biasa manis yang bikin klepek-klepek hati Rara.
"Eh ini... Es bubur sum-sum." Rara mendadak memakan jajanannya dengan perlahan.
__ADS_1
"Enak tuh kayaknya." Goda Riko memperhatikan jajanan milik Rara.
"Kamu mau nyobain?" Rara menawarkan dan tanpa sadar ia telah menyendok untuk dirinya dan tanpa di sangka Riko langsung melahap isi sendok dari tangan Rara.
Tindakan Riko sontak tanpa ia sadar membuat Rara bersemu kemerahan wajahnya. Menyadari perubahan Rara justru membuat Riko menjadi gemas.
"Riko! Loe enggak ngeri rabies makan bekas sendok nya si Roro Jonggrang?!" Pekik Jodi yang tiba-tiba muncul dari depan pintu kelas.
"Loe tuh ngapa ngefans banget sama gue ampe apa aja yang gue lakuin di komentarin?" Ketus Rara sambil melengos.
"Aku belum pernah makan jajanan yang Rara makan." Aku Riko.
Riko memang berasal dari keluarga kaya dan itu terlihat dari semua barang branded yang ia kenakan. Sebagai siswa baru awal kehadirannya banyak menimbulkan pertanyaan mengapa ia memilih sekolah di tempat biasa seperti mereka tapi Riko hanya bilang kalau ia lebih nyaman berteman dengan mereka.
"Mau lagi boleh gak?" Riko tergiur untuk kembali memakan jajanan yang sedang di makan Rara.
"Emang gak apa-apa makan bekas aku?" Rara berkata lirih.
__ADS_1
"Ciyeee aku si Roro Jonggrang ketularan ber aku-kamu... Mau di bawa kemana hubungan kita jika kau terus menunda-nunda..." Sindir Jodi sambil bernyanyi tidak jelas yang sebenarnya ungkapan kekecewaannya terhadap Yola.
"Berisik!" Rara melempar Jodi dengan penghapus papan tulis yang kebetulan dekat dengannya.
"Tuh Riko... Lihat kelakuan aslinya, bahaya kalau loe nekat mau sama nih bocah." Jodi semakin terbakar menggoda Rara.
"Jodi kenapa sih ganggu Rara terus?" Yola menyela ucapan Jodi.
"Eh, ada Yola." Jodi langsung salah tingkah.
"Biarin aja sih double R suap-suapan." Yola melirik Rara-Riko.
"Widih iya double R keren juga istilahnya." Jodi cengengesan.
"Yola kirain mau belain eh ikutan ngeledekin kayak si Jodi." Sungut Rara melengos sambil melipat kedua tangannya.
"Udah biarin aja. Eh, ada sisa jajanan tuh di bibir kamu." Riko menenangkan Rara.
__ADS_1
"Yasalam... ini sekolah woiii... ngontrak udah yang laen." Seloroh Jodi yang meradang karena tidak bisa mesra seperti double R bersama Yola yang cenderung mengindari dirinya semenjak ia memberikan coklat brown queen.