
Wina terlihat panik ketika berlari menghampiri Dina ke dalam kelas. Nafasnya masih memburu seolah baru saja lari dari kenyataan telah mencuri berlian di pohon toge.
"Win, loe kenapa sih?" Dina keheranan melihatnya.
"Din, ini gawat asli." Ucap Wina setelah berhasil mengatur nafasnya perlahan.
"Loe nyolong sandal di musholla terus ketahuan?" Sindi menebak asal.
"Songong." Wina menoyor kepala Sindi.
"Sono deh loe pada kalau mau berantem." Dina yang sedang badmood mengusir nyamuk yang menggangu khayalan nya.
"Din, loe gak bakalan tenang kalau gue kasih tau..." Wina memang pintar memainkan kata-katanya untuk mempermainkan rasa penasaran yang lain.
"Kalau apaan?" Dina mulai tertarik menyimak informasi dari Mak lambe.
"Yaelaah.... Sin, kasih tahu aja cepet kalau tadi Rara dari ruang BK." Wini tak sabar dengan ucapan Sindi yang tidak to the point.
"Rara dari ruang BK? Ngapain?" Dina terkejut.
"Ngapain lagi palingan ngaduin kelakuan kita yang di suruh loe jadi buzzer jahat nyerang igeh si Rara." Ucap Wini polos.
"Gila loe ember bocor!" Maki Dina tak percaya aksinya begitu mudah di ekspos si lugu Wini.
Sementara itu di depan pintu kelas, Jodi yang sejak tadi tidak sengaja mendengar pembicaraan Dina cs semakin tidak bisa menahan emosinya.
"Jadi semua biang keroknya itu elo, hah?!" Bentak Jodi menatap sangar ke arah Dina sambil menggebrak meja belajar.
"Jo... Jodi... I ini gak..." Dina gelagapan dipergoki langsung oleh Jodi.
"Mau ngeles ape loe?!" Bentak Jodi kesal.
"Maaf kit..." Sindi ingin membantu Dina mengatasi kemarahan Jodi.
__ADS_1
"Denger ye loe semua! Sekali lagi aje loe usik bini gue, Rara bakalan gue abisin loe semua! Gue enggak perduli loe semua cewek karena nyata nye loe semua betina ib***" Jodi menunjuk Dina Cs yang terpekur ketakutan.
Setelah itu Jodi menuju ke kelas Rara ingin melihat kondisi pujaan hatinya.
Aura gelap di wajahnya menghilang ketika melihat Rara sedang tertawa bersama sahabatnya.
"Ehem... Ra, ada ayank beb tuh..." Rosa memberitahu keberadaan Jodi.
"Santai aje gue cuma mau bilang sama Rara nanti pulang bareng." Jodi tak mau senyum Rara memudar sehingga memilih untuk membiarkan Rara bersama sahabatnya.
.
.
"Di, loe ngapain sih ngajak gue ke mall lagi? Males ye gue kalau loe tinggal molor lagi di bioskop!" Sungut Rara ketika Jodi mengajaknya memasuki sebuah mall terkemuka di kota nya.
"Kagak. Gue males gelap-gelapan ame loe. Ngeri khilap." Sahut Jodi sambil melebarkan senyumnya.
Ketika tangannya tanpa sengaja mengambil salah satu jaket yang menarik matanya Jodi langsung membawa jaket tersebut ke kasir dan membayar nya.
"Ayo ganti seragam loe sama jaket yang loe pilih." Jodi mengajak Rara ke toilet sambil menyerahkan paper bag.
"Di, gue..." Rara kebingungan.
"Gak usah banyak mikir, cepetan ganti." Jodi mendorong Rara agar menuruti keinginannya.
Belum sempat Rara meminta pendapat Jodi mengenai apa yang ia kenakan, tangannya langsung di tarik menuju ke lantai atas.
Dengan langkah malas, Rara mengikuti Jodi ke lantai atas mall. Sampai di atas, Rara melihat ternyata ada tempat ski di dalam mall.
"Gue baru tahu ada tempat beginian di mall." Rara melihat ke arah orang-orang yang sedang asyik bermain ice skating.
"Mau coba gak?" Melihat Rara yang memandangi dengan antusias semakin membuat Jodi ingin mengajaknya bermain ice skating.
__ADS_1
"Gue gak bisa, Di." Rara menatap Jodi dan memanyunkan bibirnya.
"Tenang aje ntar gue ajarin." Dengan semangat Jodi menawarkan diri.
"Serius nih?" Rara tak percaya saking senangnya.
Jodi melangkah mengajak Rara ke sky ring ice skating. Mereka meminjam sepatu untuk meluncur di sky ring ice skating. Sepatu dengan besi di bawah itu membuat Rara kesulitan berjalan. Akhirnya mau tidak mau ia berpegangan pada Jodi.
"Gue takut jatoh." Ucap Rara yang terus memegangi lengan Jodi.
"Relaks, sayang, jangan takut." Jodi menuntun Rara sampai di sky ring ice skating.
Lantai es membuat Rara semakin takut karena sangat licin. Rara semakin mencengkram erat lengan Jodi.
"Gue bakalan pegangin tangan loe." Jodi melepas cengkraman tangan Rara di lengannya. Dia kemudian beralih menautkan jari-jemarinya. Memegangi Rara agar tidak terjatuh.
"Di, gue takut." Rara mengeratkan genggaman tangan Jodi karena takut terjatuh.
Perlahan Jodi membantu Rara meluncur. Ia berusaha menopang tubuh Rara agar tidak terjatuh. Selain memegangi, ia juga berjaga-jaga jika tiba-tiba tubuh Rara sampai oleng.
"Yeayyyy... Gue bisa...!!" Pekik Rara kegirangan saat ia bisa meluncur di atas lantai es.
Senyum Jodi mengembang di sudut wajahnya. Ia bertekad akan membuat Rara selalu bahagia. Senyum di wajah cantik Rara adalah hal terindah yang ia lihat.
Rara terus meluncur perlahan. Ia menikmati euforia kebahagiaan nya bisa bermain ice skating.
"Ra, selfi yuk?" Jodi mendekati Rara untuk berswafoto.
Jadilah beberapa foto selfi absurd mereka.
__ADS_1