
Menjelang waktu ashar akhirnya dengan berat hati Jodi mengantarkan tape ketan item ke rumah Rara. Sudah lelah rasanya mendengar petuah Rodiah yang intinya memaksa dirinya menuruti keinginannya.
Jodi berangkat menggunakan sepeda lipat hitam kebanggan nya. Ia menggowes sepedanya dengan perlahan dan agak malas karena akan bertemu Rara.
Ketika melewati supermarket mini Jodi merasa haus dan bermaksud hendak membeli minuman. Sepedanya ia letakkan di depan parkiran toko.
Ketika hendak membayar ke kasir matanya tertarik melihat tulisan promo coklat brown queen 'buy 2 get 1'. Wah, iya ya Februari kan bulan Valentine jadi bisa di kasih ke Yola, sang pujaan hatinya.
Senyumnya pun mengembang lebar. Asyiiik... Coklatnya bisa di kasih Yola 1, Enyak 1 terus buat cemilan sendiri 1. Khayal Jodi sambil membawa ketiga coklat promo itu seraya membayar ke kasir.
Kini langkahnya menjadi bersemangat menuju ke rumah Rara karena setelah nya ia sudah berniat akan sedikit menulis kata-kata rayuan di coklat yang akan ia berikan untuk Yola.
"Woi, Abang jago! Nyetir sepedanya lihat-lihat dong biar gak nabrak orang!" Pekik Rara kesal lantaran hampir kena tabrak sepeda Jodi ketika keluar dari gang rumahnya.
"Astaghfirullah aladzim... Rara... Loe hampir aja bikin gue jatoh nih!" Jodi tidak kalah nyolot.
"Haduuuhhh... Loe yang salah tapi malah nyolot melotot gitu!" Sembur Rara sambil memukul bahu Jodi.
"Aduh, loe jangan ganas gini ngapa sih?! Bisa jatuh nih tape ketan item nya!" Jodi masih menjaga keseimbangan sepedanya.
"Tape ketan item?" Wajah Rara langsung bersinar mengalahkan nyala lampu neon penerang jalan.
__ADS_1
"Dasar muka tape ketan item." Jodi menoyor kepala Rara yang membuat Rara langsung tersadar.
"Songong! Pala gue di fitrah in nih tiap tahun!" Rara mengusap kepalanya sambil bersungut-sungut.
"Jodi... Rara... Kalian bisa enggak sih kalau ketemu enggak pake berantem?" Tegur Yola yang sedari tadi berada di belakang Rara.
"Eh, ada Yola..." Jodi langsung salah tingkah.
"Mulai deh cacingan lihat Yola." Sindir Rara sambil membalas menoyor kepala Jodi.
"Tuh, loe tadi enggak mau di keplak tapi malah balas ke gue!" Protes Jodi sambil melirik sadis ke Rara.
"Bunglon banget loe cepat berubah wajah kalau ngomong sama Yola." Dengus Rara sambil berupaya menarik tangan Yola.
"Serius nih buat gue?" Rara menghampiri Jodi.
"Iye tadi Enyak nyuruh katanya udah ngomong sama emak loe mau ngasih ini." Jodi menyodorkan tupayware hijau.
"Alhamdulillah... Kedemenan gue nih." Rara membuka tupayware itu seraya menghirup aromanya.
"Yola... Kamu mau kemana?" Jodi tidak memperdulikan Rara tapi malah menghampiri Yola yang terdiam sejak tadi.
__ADS_1
"Gue mau pulang ini si Rara yang anterin." Jawab Yola pelan.
"Terus nanti si Rara elo anterin lagi? Kagak kelar-kelar dong anterinnya." Jodi berkata lembut.
"Speak aja loe!" Decak Rara.
"Yola bareng aja yuk sama gue sekalian pulang nih." Jodi menepuk jok sepedanya.
Yola melirik Rara hendak meminta persetujuan karena sebenarnya ia agak sungkan selalu merepotkan Rara setiap pulang di antar seperti ini.
"Oke, kali ini gue kasih izin loe bawa pulang si Yola karena loe udah bawain gue tape ketan item." Rara memahami tatapan Yola.
"Gampang banget sogokan loe!" Ledek Jodi.
"Iya makanya sering-sering bawain gue tape ketan item ye." Rara tersenyum lebar.
"Ayo Yol, sini bareng sama gue kita pulang." Jodi melirik Yola mesra.
"Ati-ati loe bawa sepedanya jangan ngebut." Nasihat Rara yang agak berat sebenarnya melepaskan Yola pulang bersama Jodi.
"Tenang aja, gue bakal alon-alon asal kelakon." Jodi mengedipkan sebelah matanya.
__ADS_1
Tak terkira bahagia nya perasaan Jodi yang serasa mendapatkan durian runtuh sore ini bisa mengantarkan Yola pulang. Khayalan nya pun sudah membumbung tinggi hendak langsung memberikan coklat yang tadi ia beli sambil mengeluarkan jurus rayuannya.