Kawin Gantung

Kawin Gantung
Genk Mantan Jomblo yang tetap Jomblo


__ADS_3

Sebelum mulai membaca ada baiknya sila mengulang kembali baca part 55 karena ini masih kelanjutan part sebelumnya agar tidak bingung saat membaca kembali part selanjutnya.


*****"


"Um, kamu tahu gak apa yang mungkin bisa kita lakukan untuk kebahagiaan Rosa?" Andri menawarkan pilihan.


"Emang apaan?" Siska menunggu Andri bercerita.


#FLASHBACK ON#


3 tahun lalu


Rara yang kala itu baru beberapa bulan menjalani kehidupan sebagai seorang mahasiswi sekaligus istri yang sedang berbahagia karena sedang mengandung anak pertamanya mulai di landa perasaan H2C alias Harap-harap cemas.


Menurut perkiraan dr. Erna yang merupakan dokter kandungan dimana ia biasa memeriksakan kehamilannya masa perhitungan HPL (Hari Perkiraan Lahir) dirinya akan melahirkan tepat di hari ia akan menempuh UAS (Ujian Akhir Semester) dua. Sebelumnya ia dan Jodi memang telah sepakat bahwa dirinya akan mengambil cuti selama setahun pasca melahirkan.


Rara dan Rosa yang kebetulan satu kelas di bangku kuliah kini semakin dekat walaupun hubungan mereka dengan Siska dan Hilda yang kuliah di tempat yang sama namun berbeda program studi tetap terjalin erat hingga kini.


Pak Ferdi, dosen mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar sudah meninggalkan kelas sepuluh menit yang lalu. Hampir semua mahasiswa dan mahasiswi pun menuju kantin mengingat sudah memasuki waktu istirahat.


"Ra, ini titipan bunda." Rosa memberikan bekal makanan sehat buatan sang bunda.


"Makasih ya Sa." Rara berterima kasih karena mendapat perhatian dari Mira, bunda nya Rosa yang juga merupakan bidan.


"Bunda bilang itu brokoli nya bagus kaya akan asam folat katanya. Hehehe." Rosa tertawa seraya memamerkan deretan gigi putihnya.


"Iya pasti di makan kok. Aneh ya padahal yang punya usaha katering tuh bokap nyokap gue tapi yang rajin bawa makanan malah elo." Aku Rara.


"Eits, jangan salah loe dulu waktu gue masih esde teman gue bokap nyokap nya buka warteg tapi sehari-hari dia makan mie mulu akhirnya wasalam tuh bocah." Rosa mendadak sendu mengingat nasib sahabat masa kecilnya, Pandu.


"Takdir itu namanya, Sa." Rara ikut bersedih.


"Oh iya tadi Abang bilang kalo Sam nembak loe lagi ya?" Tanya Rara.

__ADS_1


"Hm, iya Ra." Rosa mengakui.


"Loe kenapa sih..." Rara ingin mengajukan keberatan akan keputusan Rosa.


"Please Ra, cukup loe aja yang ngertiin alasan gue." Rosa memohon.


"Aneh-aneh aje loe mah." Dengus Rara.


"Loe gak ada di posisi gue makannya bisa ngomong gitu." Rosa mulai berkaca-kaca.


"Udah ah gue males bahas omongan yang bikin mellow." Rara ingin mengubah topik pembicaraan mereka.


"Oh iya Ra, loe katanya waktu kecil pernah dekat sama cowok selain Jodi ya?" Rosa tiba-tiba menanyakan masa lalu Rara.


"Maksud loe si Rico?" Rara ingin memastikan.


"Iya kali gue mah kan gak tau orang nya. Kalau boleh tau kenapa loe kok gak sama dia." Pancing Rosa.


"Elaaahhh itu masa esde ngapain gue serius amat lagian kata nyokap pas curhat tuh gue sama Rico gak bisa lanjut karena LDR." Lugas Rara.


"Bukan, kite LDR beda tempat ibadah." Rara menjawab singkat.


"Widiiiihhh berat bet bocah esde mikir beda tempat ibadah." Rosa tak percaya.


"Serah loe dah tapi emang Enyak ame babeh pas tau gue dekat sama Rico terus-terusan ingetin gue LDR paling berat itu yang beda tempat ibadah." Rara mengenang masa lalunya.


"Lempeng beud hidup loe ya. Orangtua emang penentu anak ambil keputusan." Rosa menatap langit-langit kantin seraya berusaha menahan lelehan air matanya.


"Ekhem, menurut gue ye coba loe tanya langsung Sam deh apa bener emaknya die kagak suka sama loe..." Rara memberi saran.


Dua Minggu kemudian


"Woy bumil, gimana apa yang lagi di rasa?" Sapa Dodit yang bergerak mendekati Rara dan Rosa yang.

__ADS_1


Jodi memang sengaja membatasi kegiatannya mengingat beberapa hari ini sudah mendekati HPL Rara. Hal ini membuat Dodit mendatangi Jodi ingin bermain sekaligus diskusi mengenai usaha bersama mereka, bengkel mantan jomblo.


"Set, awas aja loe mepet bini gue!" Ancam Jodi melihat kedatangan Dodit.


"Hahaha... Udah mau punya anak aja masih cembokur aja loe!" Dodit tertawa senang.


"Lah terus loe mau mepet Rosa? Inget loe jangan nikung Sam." Kembali Jodi memberikan peringatan kepada Dodit.


"Ya Allah... Gue juga sobat loe, mereka belum resmi jadi masih sah aja kalau gue..." Seloroh Dodit masih berusaha pedekate kepada Rosa.


"Udah loe bawel, temenin gue nih beli pembalut buat melahirkan ini Rara mau lahiran belum lengkap persiapan nya." Rosa langsung menarik kasar ujung lengan kaos yang dikenakan Dodit.


"Sabar dong cinta..." Dodit mengerlingkan sebelah matanya.


"Inget loe Dit, nasib loe jadian sama Rosa cuma 2 jam lebih dulu sekolah jadi kalau mau di ulang tanggung sendiri rasanya. Hahaha." Jodi malah tertarik mengorek luka masa lalu Dodit.


"Fix. Loe bukan sobat gue." Dodit geram.


"Cepetan." Rosa malah kini menarik telinga Dodit.


"Sa, ini loe kenapa kek ibu tiri mau nyiksa anaknya?" Sungut Dodit yang ingin menggoda Rosa tapi malah di jewer bak anak kancil nakal yang mencuri mentimun di ladang petani.


"Ih, berisik loe! Nyokap bilang kalau mendekati HPL tuh semua kebutuhan melahirkan wajib lengkap di taruh tas eh malah Rara santai banget." Rosa melipat kedua tangannya.


"Duh, menghayati bener jadi ibu hamil calon ibu nya anak-anak aku." Dodit mencuri cubitan di hidung Rosa dengan gemas.


"Waaaahhh... ada siapa ini?" Jamilah yang baru datang bersama anaknya, Samudra menatap dengan tatapan tak terbaca ke arah Dodit dan Rosa.


"Eh, tante." Rosa salah tingkah lalu berusaha untuk mencium punggung tangan Jamilah.


Samudra pun meletakkan kedua tangannya di saku bajunya. Rahang nya mengetat menahan amarah. Andai saja tidak ada Mama nya pasti ia akan memberi pelajaran kepada Dodit yang telah berani mendekati Rosa.


Sejak dulu memang hubungan dua sahabat ini selalu berselisih lantaran memperebutkan hati Rosa yang entah berlabuh dengan siapa karena fakta nya Rosa tidak menerima perasaan keduanya. Biasanya Andri akan berpihak untuk melerai Sam sedangkan Jodi akan melerai Dodit.

__ADS_1


Jodi sendiri sengaja memberi nama Genk mereka mantan jomblo agar menjadi sugesti ketiga sahabatnya itu menyusul jejak dirinya dan Rafli yang sudah menjadi mantan jomblo (saat itu Rafli baru saja resmi tunangan dengan Hilda). Namun apa boleh di kata cinta Samudra dan Dodit kepada Rosa tidak bisa di intervensi agar ada yang mau mengalah salah satunya.


__ADS_2