
Suasana cafe bernuansa Instagram able itu tidak terlalu ramai seperti biasanya karena telah melewati waktu makan siang sejak tadi. Selain itu hari ini masih weekday sehingga pengunjung nya bisa di hitung jari tangan.
Pada deretan tempat duduk sofa berwarna pastel terlihat 3 orang gadis yang sibuk luar biasa dengan kegiatannya masing-masing. Mereka duduk berdekatan tetapi pikiran berada di dunia yang berbeda. Kok ngomong 'dunia berbeda' jadi horor ya 😅
Satu orang sedang sibuk mengetik dan mengerutkan dahinya menatap deretan angka yang membuatnya pening, sedangkan kedua gadis lainnya asyik bermain gadget di tangan nya sambil sesekali cekikikan mengomentari apa saja yang ia lihat.
"Gue masih shock tadi si Jodi ngakuin Rara itu bini nya." Wini sedang men scroll igeh yang menampilkan medsos miliknya.
"Ho'oh saking asyiknya mereka temenan dari kecil eh baru pacaran sekarang." Sindi menimpali ucapan Wini mengenai hubungan Jodi dan Rara.
"Iya beda banget ya waktu Jodi sama Dina tuh pasti bilang ke temen nya kalau Dina cuma temen, bukan pacar apalagi bini." Wini memperjelas.
"Iya semoga aja udah beneran move on Dina ya. Kasian." Sindi ikut prihatin dengan nasib percintaan sahabatnya.
Wina membolakan matanya malas. Kedua orang ini kenapa gak ada niat bantu mikir tugas bareng sih? Awas aja nanti gak bakal gue tulis nama kalian di form pengumpulan tugas! Wina mendadak sebal karena akun medsos jauh lebih menarik ketimbang tugas. Emang iya. Hehehe
"Et deh, ini gue pusing ngerjain tugas ngapa loe pada maen hp? Bantuin..." Wina merengek persis anak kecil yang meminta jajan permen.
Mereka bertiga memang sedang mengerjakan tugas kelompok Bahasa Inggris di sebuah cafe langganan mereka. Seharusnya Dina ada bersama mereka tapi seperti biasanya Dina hanya akan datang di akhir pertemuan mereka lalu membayar tagihan makanan atau minuman sahabatnya tanpa ikut andil dalam mengerjakan tugas. Bossy gitu loh...
"Eh, ini igeh nya si Jodi bukan sih?" Wini tak mengindahkan rengekan Wina tapi malah tetap asyik dengan hp nya.
__ADS_1
"Wah iya bener tuh." Sindi tertarik untuk melihat apa yang menjadi objek perhatian Wini.
Wina yang kesal merasa lelah sendiri mengerjakan tugas yang seharusnya dikerjakan oleh 4 orang tiba-tiba menarik rambut Wini dan Sindi.
"Aduuuhhh..." Wini dan Sindi meringis bersamaan lantaran kekejaman Wina.
"Selow ngapa Winaaaa!!!" Sindi berteriak sehingga memancing perhatian beberapa pengunjung cafe yang kebetulan tidak terlalu ramai.
"Bantuin gue!" Wina melebarkan matanya ke arah Wini dan Sindi.
"Iya, iya sini mana yang mau gue bantuin?" Sindi yang ketakutan mulai mendekati laptop Wina.
"Siapa yang uwuw?" Wina mendadak ikutan melihat hp Wini.
"Ini lihat deh mereka ternyata lagi main ice skating." Wini menunjukkan foto Jodi dan Rara.
"Coba liat profil nya." Wina merebut hp milik Wini.
__ADS_1
"Idih, yang tadi abis ngamuk kek banteng ikutan kepo." Sindir Sindi yang masih dendam karena jambakan dari Wina tadi.
"Yasalam, ini Jodi kok bucin parah sih? Isi igeh nya sama Rara semua... Ck." Wina yang baru melihat akun igeh Jodi menggelengkan kepalanya.
Tring
Wina membuka hp nya dan langsung terduduk lemas setelah membaca chat dari Dina.
"Wina, loe kenapa lagi dah?" Sindi keheranan melihat perubahan ekspresi Wina.
"Dina gak jadi kesini." Ucap Wina lirih.
"Hah? terus yang bayarin ini semua, siapa dong?" Sindi panik.
"Kalau kita tinggalin KTP disini laku gak ya?" Wini bertanya tanpa dosa.
"Emang loe udah punya KTP?" Ketus sang Kaka, Wina.
__ADS_1
"Belom. Petugas kelurahan nya bilang blangkonya kosong." Wini menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Monmaap othor up hari ini sedikit karena mau hibernasi di rumah tanpa hp. Hehehe.