Kawin Gantung

Kawin Gantung
Akibat Viral


__ADS_3

Parodi yang di rekam oleh teman-temannya lalu di upload ke medsos itu ternyata menjadi viral sehingga secara tidak langsung sosok Rara di kenal sebagai pelakor. Sebuah status yang jelas tidak mengenakan tentu saja.


Jodi sudah bosan menjelaskan kepada semua temannya kalau dirinya sudah resmi putus sebulan sebelum serius berkomitmen dengan Rara. Ia juga ikut merasakan kesedihan yang di alami Rara bahkan ia masih sulit berbicara dengan Rara hingga sebulan setelah kejadian itu.


Dina terlalu pintar memainkan perannya sebagai sosok yang tersakiti dan memilih memutus urat nadinya sehingga Jodi terkesan masih memberi harapan kepada Dina. Sikap Jodi itu juga di duga sebagai pernyataan kalau mereka belum putus berpacaran.


"Gue kate juga ape loe dulu bandel sih bilang iseng mau nyoba pacaran sama si Dina." Cerocos Dodit yang menjadi saksi betapa Jodi terpaksa menjalani hubungan dengan Dina saat itu.


"Iye gue salah." Jodi mengakuinya.


"****** juga loe Di, gue naksir sama Rara dari awal sekolah loe halangi ternyata loe embat!" Andri memaki Jodi.


"Loe mau cari mati, hah?!" Jodi langsung menarik kerah baju Andri.


"Weits, santai bro!" Rafli berusaha menengahi agar tidak terjadi keributan.


"Dri, loe juga sih pake bangunin macan tidur." Dengus Dodit.


"Gue cinta sama Rara tapi kalau akhirnya si Jodi cuma bikin dia jadi pelakor jelas gue gak terima!" Andri masih nyolot melotot.

__ADS_1


"Ooh, jadi loe gak terima? Ayo kita selesaikan di lapangan!" Jodi tak kalah emosi dan menantang balik Andri.


"Man, istighfar, Man." Nasihat Dodit sambil mengusap bahu Jodi.


"Di, gue gak keberatan ye Rara jadian sama loe tapi gue gak rela kalau dia disakitin!" Bentak Andri tegas dengan tatapan menusuk.


"Siapa yang mau nyakitin bini sendiri?!" Jodi keceplosan. Untunglah semua temannya menganggap biasa anggapan bini sebagai pacar.


"Loe buktiin dong kalau Rara bukan pelakor!" Tantang Andri yang masih naik pitam.


"Gue juga masih nyari cara buat cari buktinya!" Jodi bersungguh-sungguh.


Tak lama kemudian Pak Sapto selaku guru matematika masuk ke dalam kelas. Beliau tidak suka suasana yang berisik jadi tidak ada satupun siswa yang berani berulah saat pelajaran beliau.


.


.


"Ra, tadi Rafli bilang katanya laki loe ribut sama si Andri." Rosa menyebarkan informasi yang ia dapat dari chat Rafli tadi.

__ADS_1


"Update bener..." Sindir Hilda yang memang mengetahui kedekatan hubungan Rafli dan Rosa seirama dengan Jodi dan Rara.


"Iiih, gak penting deh, Hil. Ra, loe..." Rosa menampik sindiran Hilda.


"Ra, loe lempar aja si Andri ke gue. Loe kan udah sama Jodi. Ganteng gila itu si Andri." Usul Siska yang mendapat toyoran dari Rosa dan Hilda.


"Apa sih loe pada berisik. Bel udah bunyi tuh." Rara mengalihkan pembicaraan.


"Ssstt... Ra, Jodi kesel katanya si Andri nyalahin dia karena loe di cap pelakor gara-gara video vi..." Rosa melanjutkan informasi yang tadi ingin ia sampaikan ke Rara.


"Ini semua kan gara-gara loe juga!" Bentak Rara sambil melotot ke arah Rosa.


"Wah, cari penyakit loe, Sa." Hilda menepuk pundak Rosa.


"Ta..." Rosa ingin membela dirinya.


"Diem!" Rara menggebrak meja. Hal ini membuat semua temannya terdiam.


Hati Rara masih sakit setiap mendengar sindiran beberapa temannya yang mengatakan dirinya adalah pelakor. Ia juga heran kenapa begitu besar pengaruh video tersebut sehingga membuat dirinya terkesan merebut Jodi dari Dina.

__ADS_1


Rara sempat mendiamkan Rosa dan Hilda yang terlibat dalam pembuatan video itu selama seminggu tapi ia pikir tak ada gunanya juga karena hanya akan membuat putusnya persahabatan mereka. Memikirkan hal itu kembali menggores rasa sakit di hati Rara hingga terasa sesak.


__ADS_2