
Sebulan setelah kejadian di cafe itu Jamilah selalu berupaya meminta maaf dan mendekati Rosa. Jamilah sadar kalau memaafkan tidak akan semudah membalikkan telapak tangan. Namun ia akan berusaha sekuat tenaga karena ini menyangkut kebahagiaan sang putra kesayangannya, Samudra.
Sementara itu hubungan antara Andri dan Siska memasuki babak baru karena tepat di hari itu Andri langsung menemui kedua orangtua Siska. Ada rasa canggung yang menyertai mereka yang biasanya bicara sesuka hati kini lebih menjaga sikap entah mengapa.
Seperti nya mereka semakin mantap menuju halal tahun ini juga. Siska pun kini berusaha bersikap jinak-jinak merpati karena biasanya ia bak singa betina yang akan menerkam boncabe. Ia juga jadi rajin membaca dan mempelajari ilmu tentang sakinah bersama mu dan seputar ilmu parenting karena Siska memang sangat menyukai anak kecil.
@Bengkel Mantan Jomblo
Dari rentetan kebahagiaan para anggota mantan jomblo hanya tersisa Dodit yang masih setia bertapa di basecamp mantan jomblo yang juga menjadi tempat ia mencari segenggam berlian demi melamar calon masa depannya kelak.
Lihat saja sejak pagi Dodit telah berjibaku dengan berbagai peralatan tempur di bengkel milik bersama para mantan jomblo.
Dari arah pintu gerbang bengkel tampak sepasang suami istri muda dengan perut mulai buncit beserta balita imut usia tiga tahun.
"Dit, gimana kabar loe?" Sapa Jodi yang hanya melihat sahabatnya sendirian.
"Para mantan jomblo sekarang sibuk dengan dunianya masing-masing." Adu Dodit dengan ekspresi lebay seraya menyindir pelopor mantan jomblo, Jodi.
"Hahaha... Loe ampe kapan pacaran sama oli? Eksotis kagak tapi makin buluk iya loe." Ledek Jodi puas menertawakan sahabatnya.
"Yang, jangan gitu ah." Tegur Rara yang sedang berdiri di sebelah kanan Jodi.
"Eh, mami... mana anak papi?" Dodit merasa mendapat peluang untuk membalas ledekan Jodi.
"Idih, hasil karya gue sama bini gue loe aku in." Jodi menoyor kepala Dodit sambil mengeratkan gendongannya kepada Dira.
"Mami lagi hamidun gini jadi makin ehem deh." Dodit melanjutkan aksinya.
"Loe cari mati, Dit!" Amarah Jodi pun keluar karena tak terima istrinya menjadi objek rayuan pulau kelapa Dodit.
"Dit, kayaknya kemarin loe sempet deket sama Vania deh." Pancing Rara.
"Haduh, gue males sama bocah." Sangkal Dodit.
"Loe nyang males apa die nyang udah nolak elo?" Selidik Jodi.
"Diraaa... Nak, tolongin papi lagi di bully sama mami dan mantan pacarnya." Dodit mengalihkan pembicaraan.
"Kampreto loe! Jauh-jauh loe dari anak gue, loe bawa aura negatif efek jomblo." Maki Jodi.
"Loe jangan seenaknya aja ya nuduh gue jomblo mulu. Lihat aja kalo Sam ampe akhir bulan ini masih gagal dapetin calon bini masa depan gue bakal gue rebut dia." Ancam Dodit.
"Jelek amat doa loe ketauan kagak ikhlas banget ngelepas Rosa." Sembur Rara tak mau sahabatnya tidak bahagia karena sebenarnya Rosa hanya mencintai Samudra bukan Dodit.
"Mending gue rebut sebelum mereka nikah daripada gue rebut pas nikah kek lagu dangdut Pelaminan Kelabu yang penyanyi nya Mansyur S,
Kau bagaikan rahwana
Menculik dewi shinta
Dari tangan sri rama
__ADS_1
Kursi pelaminan biru di malam pengantin
Janur kuning menghias di ruang tamu
Tapi bencana datang melanda
Dia istri ku tercinta tanpa seizin ku telah pergi
Ayah bundanya pun tak tahu kemana oh rimbanya'
Dodit malah asyik mendendangkan lagu dangdut klasik yang mungkin dirinya seusia dengan umur lagu tersebut.
"Makin gesrek nih bocah kelamaan ngelus motor jadi gitu." Jodi memiringkan jari telunjuknya ke arah kening.
Perdebatan unfaedah itu pun terhenti ketika Dodit menyadari kehadiran sosok pujaan hatinya datang seorang diri.
"Wah, bidadari surga ku datang." Dodit kegirangan menyambut kedatangan Rosa.
Rosa memutar bola matanya malas menanggapi gombalan receh Dodit. Ia memilih untuk memeluk Rara dan Dira lalu menyapa Jodi dan menghiraukan keberadaan Dodit.
"Masya Allah... Calon suami dilewatkan begitu saja." Dodit mendramatisir keadaan.
"Amit-amit deh gue jodoh sama loe, Dit." Rosa mengusap-usap perutnya.
"Lho, kok usap perut? Ada yang udah naro saham?" Dodit mencari masalah.
Bugh
Rosa memukul keras perut Dodit. "Mulut loe tuh yang bikin jauh dari jodoh! Jangan coba-coba ya loe ganggu gue entar gue panggil camer gue yang super galak itu biar marahin elo!" Ancam Rosa.
"Iya, Mama Jamilah." Ucap Rosa tersipu malu.
"Hah, loe beneran mau jadi mantu dari camer galak?" Tantang Dodit.
"Iya, gue minta waktu dua bulan sama Mama Mila buat lebih dekat sama Sam terus baru dia lamar gue." Ucap Rosa dengan binar bahagia.
"Selamat ya Sa..." Rara memeluk erat Rosa.
"Iya gue lagi tunggu Siska katanya mau curhat persiapan nikahannya dia sama Andri." Rosa menyampaikan kabar gembira.
"Ciyeee auto gaspol nyusul dong loe." Canda Rara.
"Lihat aja nanti Siska boleh aja nikah duluan tapi gue bakal barengan nanti jadi bumil sama dia." Rosa memamerkan deretan gigi putihnya seraya mengusap-usap perut Rara.
"Dit, relaks bro! Hak Rosa buat milih siapa yang dia inginkan buat jodohnya." Jodi menahan langkah Dodit sambil menenangkan dirinya.
Jodi paham benar bahwa di balik sikap konyol Dodit sebenarnya ia sangat serius ingin mencoba menjalin komitmen pernikahan dengan Rosa.
Rara yang peka dengan kode yang diberikan oleh Jodi langsung membisikkan kata-kata ke telinga Rosa agar memotivasi Dodit agar tidak terpuruk.
"Sorry Dit, gue akan doakan semoga loe dapat jodoh yang lebih baik daripada gue." Rosa mengucapkan doa untuk Dodit.
__ADS_1
"Hm, gue bakalan minta sama author cerita ini biar bikin lapak sendiri tentang gue." Ucap Dodit.
"Yakin loe bakalan ada yang mau baca cerita percintaan loe?" Jodi menyipitkan matanya dengan pandangan meremehkan Dodit.
"Loe bukannya kasih dukungan buat gue. Gue yakin kalo author turutin nanti ujungnya loe semua bakalan eksis di lapak gue kok." Dodit sesumbar.
Eeeehhh ini kenapa mau END malah di kasih peer sama Dodit buat bikin lapak baru? Beraaaattt...
Dodit: Thor, please ngapa bikinin cerita buat gue yang happy ending yaaaa...
Author: Wani Piro?
Dodit: wani doa aja semoga author sehat dan bahagia selalu
Author: males Dit, loe kan doyan gombalin cewek jadi butuh energi ekstra buat bikin mood gue selalu happy sementara mood gue lagi anjlok kebanyakan begadang urus duo bocil
Dodit: eh, emang ngaruh apa author kudu bahagia kalo nulis?
Author: iya lah loe gak tau apa kalo udah cinta tuh author bakalan ampe ikutan nyesek kalo tokohnya gak bahagia
Dodit: lah, ini ngapa gue di bikin gak bahagia ending nya?
Author: iya loe kan setrong, Dit...
Dodit: ngeles aja nih kek emak-emak telat bayar cicilan daster
Author: ngeyel beud loe, males ah debat sama loe
Dodit: woy, mau kemana Thor? Tutup nih ceritanya yang bener
Author: Sono dulu loe jangan ngerengek minta lapak
Dodit: pelit
Author: Bodo amat
*******
Alhamdulillah berkat Rahmat Allah SWT yang telah memberikan kekuatan dan kesempatan untuk menciptakan dunia sendiri yang bisa membuat ku bahagia. Semoga para Readers kesayangan pun bisa merasakan nya minimal senyum dikit lah saat membaca cerita retjeh ini. Walaupun ceritanya super gaje, yang penting ceritanya selesai.
Banyak tantangan buat cerita gaje ini, terutama ketika pikiran ku lagi waras dan berusaha di buat gaje biar dapat ide gaje.
Melalui cerita ini pula diriku semakin tersadar tak mampu menjadi penulis kontrak platform ini yang harus update setiap hari dengan ribuan kata. Ulala mabok aksara pastinya.
Terimakasih banyak atas kebaikan semua Readers yang selalu kasih like, komen, vote dan gift untuk cerita antah berantah ini.
Jika ingin melanjutkan silaturahmi bisa follow Ig aku: iekyu85
Lophe lophe lah buat kalian yang luaaaarrr biasaaaaa.... ❤️❤️❤️
*****"
__ADS_1
Oh iya tolong bantu subscribe dan kasih love serta komen dong di platform Kabeem cerita ku yang judulnya "Ameera" Gratis kok ini gak aku lock sampai selesai ceritanya. Aku sengaja nulis disitu karena disini sepi pembacanya. Hehehe...