Kawin Gantung

Kawin Gantung
Pertalite


__ADS_3

Aroma khas kopi hitam menguar dari mug kesayangan Rojak. Sensasi rasa menikmatinya ketika dalam kondisi panas mampu menghangatkan bagi yang meminumnya.


"Bang, biasa aja ngapa minum kopi ampe merem melek gitu." Ledek Rodiah yang geli melihat wajah suaminya.


"Ini namanya gue menikmati kopi tanda cinta dari elo." Elak Rojak sambil memainkan alisnya, menggoda Rodiah.


"Yaelaah... Kite udah tua gini masih aje di gombalin." Rodiah pura-pura jengah padahal dalam hati kegirangan.


"Gombal itu bukan cuma milik nyang muda." Rojak ngeyel.


"Malu ah kalau kedengaran anak kite." Rodiah menahan senyum manis madu nya.


"Kagak ngapa justru die jadi belajar gimane cara ngerayu bini nye. Hehehe." Rojak terkekeh.


"Wah iye bener tuh aye lihat sekarang anak ame mantu kite nempel mulu." Rodiah setuju dengan penuturan suaminya.


"Hahaha... Itu bocah sekarang udah kayak upil padahal dulu belom dijodohin ribut mulu ampe pengang kuping gue." Rojak membenarkan ucapan istrinya.


"Assalamualaikum..." Terdengar suara anak mereka mengucapkan salam.


"Walaikum salam... Eh, anak Enyak udah pulang." Sapa Rodiah riang menyambut kedatangan Jodi.


"Waduh! Ngapa muka loe betekuk gitu?" Rojak memperhatikan ekspresi wajah Jodi yang tidak seperti biasanya.


"Aye mau ngaso ya Beh, Nyak. Capek." Jodi tak mau menjawab pertanyaan Rojak tapi malah izin langsung masuk kamarnya.

__ADS_1


Jodi melepaskan tas nya di tempat ia biasa meletakkan nya. Lalu ia mengambil posisi rebahan di kasur sambil memandangi langit kamarnya dengan tatapan hampa.


#FLASH BACK ON#


Jodi selaku ketua kelas bermaksud hendak memanggil Bu Retno selaku guru Bahasa Indonesia di ruang guru.


"Assalamualaikum... Bu, maaf sekarang di kelas saya sudah mulai jam pelajaran pertama." Jodi menjaga sopan santun nya.


"Walaikum salam. Eh iya, saya hampir aja lupa kalau ada jam ngajar di kelas kamu." Retno langsung berdiri dan merapikan tas nya untuk di bawa ke dalam kelas.


"Di, kamu ada rencana melanjutkan kuliah kemana?" Retno yang juga wali kelas Jodi tertarik ingin mengetahui sekolah tujuan Jodi kelak.


Jodi yang mendapat pertanyaan seperti itu ragu untuk menjawabnya. Jujur ia ingin sekali melanjutkan kuliah sebelum ia menikah tapi sekarang kondisinya jauh berbeda. Ucapan Beni yang menginginkan kalau Jodi harus mampu bekerja untuk menafkahi istrinya jelas hal yang tidak bisa di anggap remeh.


"Ah, enggak Bu." Jodi menepis dugaan Retno yang sebenarnya sangat tepat.


"Oh iya, apa kamu jangan-jangan pengen kuliah di Jogja juga biar bisa barengan sama Rara?" Retno melanjutkan obrolan nya.


"Jogja? Siapa yang mau kesana?" Jodi melongo.


"Rara." Jawab singkat Retno.


Seketika hati Jodi mencelos dan terasa ada yang meremas jantung nya hingga ia merasa sakit.


Sebegitu enggak penting nya ya Ra, gue di mata loe ampe gak perlu cerita kalau loe mau kuliah ke Jogja?

__ADS_1


Ah, jadi selama ini gue cuma cinta sebelah tangan sama Rara? Batin Jodi resah.


Dada nya terasa sakit sehingga terasa sesak. Ia sekuat tenaga menyimpan air matanya karena tidak ingin terlihat lemah.


#FLASH BACK OFF#


Jodi mencoba untuk mencerna alasan Rara mengapa ia memilih hendak meninggalkan dirinya ketika sedang sayang-sayangnya?


Lama Jodi termenung hingga ia yakin, apa jangan-jangan Rara kesal karena gosip disebarkan oleh Dina? Ah, susah emang kalau punya mantan otaknya keteken sama noda membandel. Dengus Jodi yang sudah kehabisan cara menegaskan bahwa dirinya sudah tidak ada hubungan apapun dengan Dina.


Ketika ia keluar kamar terlihat Rojak sedang memegang gelas hendak meminum. Etapi kok airnya warna ungu?!


"Beh, aye juga lagi ruwet Beh, tapi tolong jangan putus asa gitu Beh minum pertalite..." Jodi berlutut dan memohon kepada Rojak yang sedang menahan tawa mendengar ucapan anaknya.


Tanpa sadar Rojak mulai meminum air yang membuat Jodi semakin kalut. Lalu Jodi dengan segenap tenaganya menepuk bahu Rojak hingga tersedak.


"Yaa Allah... Diiii.. loe apain babeh loe ampe bengek gitu???!!" Rodiah histeris.


"Babeh mau minum pertalite, Nyak. Bahaya!" Jodi tak kalah histeris dan khawatir luar biasa.


"Astaghfirullah aladzim... Itu air rebusan kembang telang ... bakal obat kolesterol Babeh...!" Pekik Rodiah tak terima.


Mendengar hal itu Jodi auto koprol.


__ADS_1


__ADS_2