Kawin Gantung

Kawin Gantung
Berpisah Tanpa Kata


__ADS_3

Saat itu suasana kelas begitu ramai karena Bu Tini berhalangan masuk kelas dan hanya memberikan tugas di LKS. Free class mereka menganggap nya karena tugas yang diberikan begitu mudah dan tidak sampai setengah jam mereka malah asyik ngobrol dan banyak juga yang bermain di dalam kelas menimbulkan kegaduhan yang entah mengapa belum ada guru yang menegur kelas untuk tenang.


"Duhai Yola ku... Minum jamu di pinggir kali, di dekatmu nyaman sekali." Jodi mengeluarkan jurus rayuan mautnya yang sayangnya tidak pernah berhasil terhadap Yola.


"Wagelaseh gak ngeri anyut loe minum jamu di pinggir kali! Hahaha." Rara tertawa geli mendengarnya.


"Loe mah ganggu aje! Sono minta si Riko ngerayu loe!" Bentak Jodi sambil merengut ke arah Rara.


Jodi menjauh dari Rara dan Yola karena terlanjur malu gombalan nya tidak direspon oleh Yola sesuai harapannya.


"Ra, maaf ya kemaren Enyak gue kasar banget sama loe dan Enyak Halimah." Sesal Yola sambil tertunduk berbicara pelan disebelah Rara.


"Iye sayang banget ye Enyak loe saking sayangnya ampe gak rela berbagi loe sama gue." Rara berusaha tersenyum.


Sepulangnya dari rumah Yola kemarin Halimah banyak memberikan petuah bijak tentang arti kasih sayang seorang Ibu yang membuat Rohana begitu gigih mempertahankan Yola tetap berada di bawah asuhannya.


Sikap murung Rara jelas di pahami benar oleh Halimah yang juga sama-sama putri tunggal dalam keluarganya sehingga sangat berharap ada sosok lain yang menemani kesehariannya dalam bermain dan bersenda gurau setiap saat.

__ADS_1


Sementara di pihak lain Yola bingung karena setelah kepulangan Rara dan Halimah dari rumahnya Rohana bertindak cepat hendak meninggalkan kota ini demi menghindari Rara dan keluarganya. Terlalu berlebihan memang tetapi Rohana bak singa betina yang sekuat tenaga mempertahankan Yola sebagai anak kandungnya.


"Yo... Loe ngelamunin apaan? Kok gue ngomong dari tadi kagak di denger?" Rara mengayunkan tangannya di depan wajah Yola tanpa ada reaksi apapun dari sahabatnya itu.


"Loe tenang aje... Enyak gue kagak bakalan berubah sikap kok sama loe... Kita kan saudara tanpa ikatan darah." Rara menyenggol bahu Yola pelan sambil tersenyum.


Di luar dugaan ternyata Yola langsung memeluk Rara sambil terisak-isak menangis pelan hingga seragam sekolah Rara menjadi basah olehnya.


"Yo... Ingus loe tuh..." Canda Rara hendak mencairkan suasana.


"Ra, maaf... Hiks hiks hiks..." Belum mengucapkan kata perpisahan saja Yola sudah menangis.


Rara memutar bola matanya jengah dengan kelakuan Jodi yang berlebihan terhadap Yola.


"Loe kalau enggak ngerti apa-apa mendingan pergi dah jangan ganggu Yola." Usir Rara.


Jodi mulai mencerna arti tangisan Yola yang tidak disebabkan oleh Rara sehingga ia menurunkan ego nya.

__ADS_1


"Mm... Yola tadi ke ruang kepsek ngapain?" Jodi tidak bisa menyembunyikan rasa kepo nya setelah melihat Yola berhenti menangis.


"Aa... Itu minta keringanan SPP." Yola berbohong tanpa berani mengangkat wajahnya karena takut ketahuan telah membohongi sahabatnya.


Rara keheranan mendengarnya karena ia tahu persis kalau selama setahun ini setiap bulan dirinya yang telah melunasi SPP Yola dengan meminta pihak sekolah menutupi hal ini dari siapapun, termasuk Yola. Pihak sekolah hanya mengatakan kalau Yola mendapatkan beasiswa untuk melunasi SPP nya.


"Yo... temenin gue ke WC yuk?!" Ajak Rara yang bermaksud ingin mendengar kejujuran atas sikap aneh Yola.


Tanpa berbicara Yola menyanggupi ajakan Rara dan beranjak menuju WC sekolah meninggalkan Jodi yang melongo kebingungan dengan sikap Yola dan Rara.


Setelah berada di WC sekolah dan memastikan tidak ada siswi lain yang mencuri dengar curhatan mereka akhirnya Rara mendesak Yola untuk bercerita.


"Yo... Please jujur loe kenapa? Kalau emang kedatangan gue kemaren bikin Enyak loe marah besar sama loe, gue minta maaf banget kalau perlu nanti pulang sekolah gue minta maaf sama Enyak loe." Rara merajuk.


Yola semakin tercekat tenggorokannya sehingga tidak mampu berbicara dan kembali memeluk Rara sambil menangis.


"Yo..." Panggil Rara hendak menyadarkan isakan tangisan Yola.

__ADS_1


"Bentar Ra, gue enggak yakin bakal ada waktu lagi kita bisa dekat kayak gini." Yola menahan Rara agar tidak mengubah posisinya berpelukan.


Firasat Rara terbukti karena keesokan harinya Yola tidak pernah masuk sekolah lagi. Kemarin saat ia ingin ke rumahnya Yola menolak dengan alasan tidak mau membuat Rohana memarahi Rara.


__ADS_2