
AkademiĀ Atticus adalah akademi terbaik dari seluruh kerajaan di barat, banyak bangsawan dan rakyat biasa yang ingin masuk ke akademi bergengsi ini karena tidak ada sistem kasta atau membeda-bedakan. Di akademi hanya fokus ke dalam bakat dan kemampuan yang dimiliki oleh setiap siswa-siswi oleh karena itu akademi ini bisa menjadi terbaik.
Akademi ini juga memiliki organisasi-organisasi yang bisa mengembangkan bakat dan minat para siswa-siswi selama menempuh pendidikan di tempat ini, salah satu induk organisasi di akademi ini adalah organisasi yang mengurus seluruh organisasi atau kegiatan di akademi organisasi ini dinamakan Schonheit. Itulah deskripsi yang menggambarkan akademi tempat Arya berada saat ini.
"Aku tidak menyangka dari banyaknya siswa yang kita temui saat pendaftaran ternyata hanya sedikit siswa-siswi baru yang di terima dan terlihat rata-rata dari mereka orang-orang yang memiliki ambisi yang tinggi," ucap Arya sambil menatap bangunan bertingkat di depan matanya membuat kedua orang yang tidak jauh darinya menepuk pundak Arya untuk tidak bertingkah seperti ayah yang baru keluar dari kandang
Arya, Ling dan Liam tidak sengaja bertemu dengan seorang anggota Schonheit dan Karena saat yang tepat ketiganya di cari oleh Schonheit, mereka bertiga diminta untuk menentukan siapa yang akan maju untuk menyampaikan sepatah atau dua patah kata mewakili seluruh siswa-siswi yang baru masuk ke dalam akademi, mengingat ketiganya adalah orang yang mendapatkan nilai yang sama tinggi di setiap tes yang di ambil.
Liam pastinya bukan orang yang tepat untuk mewakili pembicaraan mereka bertiga karena dia orang yang berbicara tanpa menggunakan filter pembicaraan, oleh karena itu Arya dan Ling yang sama-sama tidak ingin maju dan mewakili saling menunjuk. Sampai acara di mulai keduanya masih bersikukuh dengan pendapat masing-masing sampai pada akhirnya Liam maju ke podium secara diam-diam untuk mewakili semua murid.
"Baiklah saatnya kita dengarkan ucapan satu atau dua kata dari perwakilan siswa-siswi baru,"
"Liam Von Apollo, kami persilahkan," ucap seorang pembawa acara yang kemudian menyadarkan kedua orang yang sedang asik bertengkar dengan cara halus setelah mendengarkan nama yang di panggil untuk berbicara di depan podium
"Gawat, kita tidak mengawasi Liam,"
__ADS_1
"Dia pasti akan berbicara tanpa menyaring setiap ucapannya," ucap Ling dengan tatapan suram namun tanpa di sangka ternyata Liam malah lebih mahir dalam berbicara manis di depan banyak orang sampai membuat beberapa perempuan mimisan mendengarkan ucapannya yang menggoda. Dan hal ini membuat tamparan bagi kedua orang yang selalu bersama dengan Liam, karena pertama kalinya keduanya mendengarkan ucapan yang menggunakan rangkaian kata-kata manis. Rubah kecil tiba-tiba muncul keluar dari layar sistem karena penasaran dengan situasi yang dilihatnya melalui layar tipis di dalam sistem. Seketika Liam memiliki banyak penggemar setelah dia selesai menyampaikan ucapan perwakilan siswa-siswi baru.
"Aku tidak menyangka bocah kasar dan tidak terlihat seperti bersopan santun bisa mendapatkan banyak penggemar,"
"Apakah dia menggunakan sihir pemikat untuk memikat orang sampai mimisan?" tanya Huli dengan tatapan tidak percaya dengan apa yang dia lihat tentang laki-laki yang dianggapnya sebagai seorang bocah suka bertarung dan membunuh orang bahkan sampai tubuh orang yang dibunuh tidak bisa di ketahui
"Yah, mana ada yang mengetahuinya rubah kecil dan juga sihir seperti itu, seharusnya mustahil ada kecuali dia memiliki bakat tersebut," ucap Ling sambil mengangkat Huli dan mengelus-elus kepalanya yang berbulu lembut
Setelah selesai Liam langsung turun dari podium dan duduk di kursi kosong khusus mereka bertiga tempati, di ikuti oleh Arya dan Ling yang tadinya berdiri di belakang panggung.
"Bukankah kesan pertama itu harus bagus? Tentu saja aku menggunakan kata-kata yang baik dan dalam mencari informasi akan lebih berguna," ucap Liam membuat keduanya tercengang
Setelah upacara penyambutan siswa-siswi baru selesai mereka diperbolehkan untuk beristirahat, karena besok ada acara minum teh bersama yang telah menjadi tradisi di akademi untuk menyambut semua orang yang bergabung ke akademi. Layar tipis tiba-tiba muncul memberikan sebuah misi kepada Arya, hadiah dalam misi ini cukup special karena dia bisa bertemu dengan kepala akademi secara langsung tapi jika dia gagal maka dia akan dituduh sebagai seorang pembunuh.
Di sistem tidak di jelaskan sama sekali siapa yang akan terbunuh atau jenis kandungan racun apa yang akan membuat kematian terjadi. Arya memang sering kurang mengerti kenapa banyak misi-misi tidak jelas muncul dari sistem di berikan kepadanya, tapi Arya berusaha untuk hidup tenang dengan kemampuan yang dia miliki saat ini dan kesialan yang di kehidupan sebelumnya saat ini jarang terjadi di kehidupan yang diberikan oleh sistem.
__ADS_1
"Arya, kenapa kamu sering melamun seperti itu?" tanya Ling dengan khawatir
"Tidak apa-apa, aku hanya berpikir apakah para Schonheit tidak kesulitan mengurus acara ini, ini adalah acara yang besar," ucap Arya dengan senyuman lembut menatap taman akademi yang sedang di persiapkan acaranya
"Kalau begitu bagaimana kalau kalian mengajukan diri menjadi relawan? Aku rasa tidak buruk juga untuk kalian mengembangkan reputasi di akademi," ucap Huli yang masih di gendong oleh Ling
Sebuah layar tipis sistem muncul di hadapan Arya dengan sebuah fitur baru, fitur tersebut adalah fitur yang bisa melihat seberapa suka orang itu terhadap Arya, fitur ini bukan menilai perasaan cinta tapi menilai seberapa disukai Arya oleh orang-orang sekitarnya. Karena penasaran Arya mengaktifkan fitur itu dan bisa di lihat ternyata kedua orang yang begitu dekat dan menempelnya kepada Arya menyukainya dengan jumlah poin yang di atas angka sepuluh ribu mengingat mereka telah bersama-sama selama beberapa tahun jadinya Arya merasa wajar dengan hal itu.
"Kenapa kalian masih berada di sini dan tidak berisitirahat di asrama kalian?" tanya seorang laki-laki yang terlihat satu tingkat lebih senior dari mereka bertiga, berambut perak dengan mata emas ramah
"Kami sedang penasaran seperti apa pesta teh akademi yang dikatakan sebagai pesta terbaik itu di susun, oleh karena itu kami memutuskan untuk melihat-lihat," ucap Arya dengan senyuman lembut kemudian ketiganya di tawari untuk ikut dalam ikut menyusun pesta teh yang direncanakan, tentu saja Arya, Liam dan Ling tidak menolaknya karena ini adalah kesempatan mereka untuk meluaskan nama baik. Dibalik sistem yang selalu memperhatikannya.
"Arya Virendra, dia semakin berkembang bukan?"
"Aku rasa dia benar-benar orang yang layak,"
__ADS_1
Kaya Dengan Sistem Reputasi