
Ucapan yang di lontarkan oleh Ling dengan senyuman membuat Arya merasa kebingungan, tapi tiba-tiba Liam muncul dan menarik tangan Ling untuk segera masuk ke dalam asrama yang membuat Arya tidak bisa menanyakan sesuatu. Sebelum Liam masuk ke gerbang dengan Ling terlihat tatapan dingin dan membunuh di arahkan kepada dirinya.
Memberikan peringatan kepada Arya untuk tidak berbicara aneh-aneh atau masalah yang telah terjadi, seolah-olah pembicaraan itu adalah hal yang tabu atau harus di rahasiakan dari Ling.
Huli muncul dari sistem tidak lama setelah Liam dan Ling pergi masuk ke dalam asrama lebih dulu. Arya kemudian masuk ke dalam asrama dengan rubah kecilnya dan menceritakan mengenai masalah yang baru-baru ini terjadi dan kemungkinan yang terjadi pada saat dia pergi ke ruangan Schonheit. Host seperti Huli yang mendengarkan masalah itu tentu terkejut, karena dewanya tidak pernah sekalipun menceritakan atau menyinggung tentang iblis yang pernah bertarung di dunia tengah yaitu dunia manusia.
Huli hanya tau kalau iblis adalah musuh paling besar bagi dewa manapun, apalagi jika ada sistem yang dibuat oleh para iblis dan itu hanya karena ingin merebut dunia tengah yang ditinggali oleh manusia. Mengetahui fakta ini Huli tidak bisa membenarkan atau menyalahkan kedua belah pihak, tapi karena dia saat ini adalah seorang host sistem maka dia akan membela para dewa yang menciptakan dirinya, Karena itu sudah menjadi tugasnya.
Keesokan harinya Arya berangkat ke akademi tanpa di temani oleh Ling ataupun Liam, karena dikatakan dari siswa lain yang menitip pesan kalau keduanya telah pergi ke akademi lebih awal karena ada tes khusus di salah satu mata pelajaran yang sama mereka ikuti.
Entah itu benar atau karena Liam ingin menjauhkan Arya dari Ling tapi Arya memutuskan tidak masalah jika datang sendirian ke akademi, tapi di tengah perjalanan malah seorang gadis yang beberapa kali bertemu dengannya malah saat ini berlari menyusul langkah Arya dari belakang sambil dengan lantang mengucapkan nama Arya.
Seluruh siswa-siswi yang mendengarkan suara panggilan dari perempuan itu kepada satu orang nama dengan lantang, membuat keduanya diperhatikan oleh beberapa siswa-siswi yang akan masuk melewati gerbang akademi.
"Kenapa kamu memanggilku dengan begitu lantang? Apa yang kamu perlukan?" tanya Arya dengan tatapan kesal dan senyuman dingin karena malu orang-orang memperhatikan dirinya
"Aku hanya berpikir pasti kesepian jika hanya berjalan sendirian," ucap gadis itu dengan senyuman lembut terlihat gadis itu sedikit demi sedikit berubah walaupun begitu terlihat ada luka-luka baru di tangannya
__ADS_1
Bahkan ketika Arya mengeceknya dengan menggunakan sistem ada lebih banyak luka di bagian tertutup pakaiannya, dan terlihat juga dari sistem rasa suka gadis itu kepada Arya perlahan-lahan bertambah.
"Apakah kamu tidak ingin menceritakan luka barumu itu?" tanya Arya dengan menatap luka di tangan gadis itu
"Ini bukan apa-apa hanya saja aku sering ceroboh melakukan pekerjaan rumah jadinya terluka," ucap gadis itu dengan senyuman yang terlihat palsu di mata Arya, hanya gelengan kepala pelan dari Arya yang kemudian membawa gadis itu pergi ke ruangan perawatan untuk mengobati kembali luka yang berada di tangannya gadis itu.
Tiba-tiba Arya penasaran kenapa dia tidak pernah menayangkan nama gadis itu dan tidak pernah juga gadis itu mengatakan siapa dirinya kepada Arya. Setelah Arya mengobati gadis itu, Arya langsung bergegas pergi ke kelas karena jam pertama akan dimulai, tidak sempat juga dia bertanya siapa sosok gadis yang beberapa kali muncul di hidupnya. Walaupun di layar tipis menunjukkan informasi mengenai gadis itu tapi nama yang tidak di sebutkan tidak akan pernah terlihat namanya.
Arya masih banyak memikirkan tentang gadis itu entah itu perasaan kasihan atau perasaan khawatir tapi dia cukup yakin kalau gadis itu pasti memerlukan bantuan sebenarnya, akan tetapi tidak ada satupun yang bisa menolongnya sejak kejadian dia di anggap sebagai seorang perempuan perusak. Karena melamun lama tanpa dia sadari kalau jam pelajaran telah berlalu dan berakhir begitu saja, tidak terlihat Ling hari ini mengikuti pelajaran yang sama dengan Arya.
Arya merasa curiga kalau Liam akan mengancam Ling, tapi dia merasa tidak mungkin karena Ling dan Liam memiliki kontrak bersama supaya untuk tidak mengkhianati dirinya. Disisi lain gadis yang dipikirkan oleh Arya dibully, di belakang bangunan akademi yang sepi dan hampir jarang dilewati oleh para laki-laki dan beberapa perempuan yang terlihat dari kalangan atas, sampai Liam muncul dan membunuh mereka semua yang melakukan pembullyan kepada gadis itu di depan matanya.
"Tidak mungkin bukan kamu tidak memiliki dendam kepada mereka,"
"Aku akan membantu dirimu tenang saja, aku tidak akan meminta imbalan apapun tapi sebagai gantinya kita buat kontrak," ucap seorang laki-laki dengan dingin ke arah gadis itu sedangkan Liam hanya bisa diam karena tuannya adalah atasannya dan tidak ada yang bisa menghalangi dirinya berbuat
Setelah pembicaraan singkat antara keduanya gadis itu berhasil membuat kontrak dengan tuan yang merupakan atasan dari Liam. Sebuah botol kecil diberikan kepada gadis itu untuk membalaskan dendamnya, dan dimintanya oleh sang tuan kepada gadis itu untuk menginjak tubuh orang-orang yang pernah melakukan pembullyan kepada dirinya.
__ADS_1
Rasa puas atau haus darah karena kejadian barusan membuat gadis itu telah memantapkan hati melakukan balas dendam kepada beberapa orang yang telah memukul atau menghinanya.
"Tuan, bukankah terlalu berlebihan hingga gadis itu menjadi tangan kanan anda? Dia bahkan terlihat sangat polos tidak mengetahui dunia," ucap Liam yang terlihat sedikit kasihan kepada gadis yang dia bantu barusan, tapi tuannya malah menatapnya dengan tatapan dingin dan mengintimidasi ke arah Liam supaya untuk tidak banyak berbicara atau ikut campur dengan kesenangan yang di sukai olehnya.
Sedangkan di sisi lain Arya merasakan ada sesuatu yang aneh dan buruk akan terjadi langsung bergegas menuju ruangan Schonheit untuk mencari tau ada informasi apa saja yang baru-baru ini terjadi.
"Kenapa kamu tergesa-gesa sampai ke sini? Apakah kamu memiliki masalah?" tanya Ling yang berada di dalam ruangan dewan kesiswaan dengan tatapan kebingungan di ikuti dengan kedua orang lain yang berada di dalam ruangan yang sama.
"Tidak hanya saja aku pikir hari ini ada rapat atau masalah yang mungkin terjadi sehingga aku tidak bisa menemukan Ling dimanapun," ucap Arya dengan senyuman kaku
Sistem mengaktifkan skill penenang hati supaya tidak terlihat meragukan atau mencurigakan dengan gerak-gerik yang ditunjukkan oleh Arya saat berbicara dengan orang-orang sekitarnya.
"Baiklah nanti saja berbicara antara keluarga,"
"Aku tadi berniat untuk memanggilmu, tapi karena kamu juga sudah datang,"
"Ada hal aneh yang baru-baru ini sekali terjadi,"
__ADS_1
Kaya Dengan Sistem Reputasi