Kaya Dengan Sistem Reputasi

Kaya Dengan Sistem Reputasi
Bab 9 Keluarga Fu dan calon pewaris takhta kerajaan


__ADS_3

Beberapa hari setelah tes selesai, sebuah surat sampai di mansion besar milik keluarga Fu. Di surat itu tertulis bahwa ketiganya berhasil di terima masuk ke akademi dengan nilai tertinggi, ketika mendapatkan nilai tertinggi.


Sistem memberikan hadiah kepada Arya berupa meningkat dua kali lipat kemampuan dalam menggunakan sihir dan alkimia, hal ini membuat Arya semakin merasa mudah dalam menggunakan sihir tingkat tinggi yang sebelumnya membuat dia selalu mimisan dan pingsan serta memudahkan pembuatan suatu ramuan tingkat tinggi dengan kegagalan yang kecil.


Semakin lama sistem semakin banyak memberikan bonus tapi juga tantangan yang tidak waras untuk Arya. Layar tipis di depannya memunculkan sebuah fitur baru untuk Arya, fitur yang sangat sering digunakan saat di kehidupannya sebelumnya yaitu berbelanja online, walaupun berbeda tapi itu tidak jauh dengan belanja online. Barang yang murah sampai mahal tersedia di fitur tersebut, membuat jiwa Arya menangis melihat setiap harga yang setara dengan gaji para pegawainya setahun.


"Huli, apakah di sistem tidak ada fitur diskon atau potongan harga?" tanya Arya dengan tatapan suram ketika melihat harga di layar tipis di depannya


"Potongan harga itu bisa dapatkan jika anda bisa menyelesaikan misi khusus yang tersembunyi,"


"Tapi itu jarang ada, karena misi tersebut sulit untuk ditemukan,"


"Dibandingkan itu, bukannya lebih baik kamu menyisir bulu ekorku?" ucap Huli dengan asik menyisir bulu ekornya, Arya langsung menatap dengan tatapan datar ke arah rubah kecil itu.


"Nanti akan aku lakukan kalau aku memiliki waktu," ucap Arya dengan gelengan pelan membereskan pakaian dan barang yang akan di bawa saat pergi ke akademi


"BRAKK.." tiba-tiba suara pintu terbanting terdengar membuat Arya dan Huli menoleh ke asal suara, siapa yang menyangka kalau orang yang membanting pintu adalah orang yang selalu sopan yaitu Ling.


Arya yang melihat wajah Ling yang gelisah langsung memintanya untuk menenangkan diri dulu dan menjelaskan apa yang membuat dia bersikap gelisah tapi Arya malah diseret oleh Ling ke ruang tamu. Mungkin ada tamu penting atau masalah yang terjadi di toko miliknya, itulah pikir Arya tapi tiba-tiba sebuah layar tipis muncul memberikan sebuah misi yang cukup untuknya memahami alasan Ling bersikap gelisah.

__ADS_1


Dibukanya pintu besar ruangan secara perlahan-lahan sampai memperlihatkan beberapa orang sosok yang dia kenali dan beberapanya lagi sosok yang asing, suasana canggung dan sunyi begitu terasa oleh Arya saat memasuki ruangan, sampai pada akhirnya sosok laki-laki yang menjadi wajah kerajaan ini memulai pembicaraan.


"Baiklah karena kalian semua telah berkumpul, aku akan mengatakan tujuanku ke sini,"


"Aku ke sini ingin meminta maaf dan berterima kasih kepada keluarga Fu," ucap putra mahkota dengan tatapan bersalah kepada keempat orang di depannya. Arya, Ling dan Liam yang mengetahui masalah yang terjadi beberapa hari yang lalu tentu bisa menghadapi masalah yang terjadi sedangkan Chen yang tidak mengetahui hanya bisa diam dan memahami situasi apa yang telah dilakukan oleh adik-adiknya yang kadang suka membuat masalah.


Putra mahkota meminta maaf sampai memberikan banyak hadiah, dari mulai uang sampai ke batu sihir langka milik keluarga kerajaan. Chen yang tidak paham dengan situasi tentu merasa enggan menerima maaf yang dilakukan oleh putra mahkota karena itu bukan kesalahan yang di perbuat oleh sang calon pewaris takhta melainkan salah anggota keluarganya yang kurang sopan.


Hanya tatapan tidak peduli diberikan oleh ketiga orang yang berada di samping Chen, karena mereka memang merasa tidak ada yang salah dalam perbuatan yang mereka lakukan. Chen dan putra mahkota terus bersikeras untuk saling sopan sampai Liam tiba-tiba berbicara secara blak-blakan.


"Kakak Chen, bukankah lebih baik menerima saja hadiah yang diberikan,"


"Jadi sangat layak untuknya meminta maaf atas kesalahan dan kebodohannya," ucap Liam yang blak-blakan hingga sebuah pedang di todongkan di lehernya oleh salah satu bawahan milik putra mahkota sampai darah milik Liam mengalir karena todongan pedang yang semakin maju, walaupun todongan pedang itu berada di lehernya tapi dia sama sekali tidak merasakan sakit ataupun takut mati


"Sudah aku katakan bukan mereka hanya orang bodoh yang mudah tersulut emosi hanya dengan sebuah kritikan,"


"Mereka juga hanya orang-orang yang haus akan pujian tapi ketika ada orang yang mengeritik pedang akan diarahkan,"


"Tidak heran banyak rakyat kecil yang menderita karena kerajaan itu sendiri," ucapnya lagi membuat pedang itu semakin menekan leher Liam sampai dihentikan oleh putra mahkota begitu juga dengan Chen yang meminta Liam untuk berhenti berbicara dan memperhatikan setiap perkataannya.

__ADS_1


Tidak lama dari itu suasana dari ruangan kembali sunyi karena kejadian yang baru saja terjadi. Arya kemudian membuka pembicaraan dengan kata-kata manis karena misi yang diberikan oleh sistem untuknya.


"Kami juga meminta maaf yang mulia karena berkata-kata kasar kepada anda,"


"Saya tau bahwa kerajaan memiliki banyak emas dan harta tapi saya dan keluarga saya tidak menginginkan itu semua,"


"Yang kami inginkan hanyalah anda menjadi investor atau orang yang menggunakan barang-barang dalam perdagangan kami,"


"Itu membuat kami cukup, dan juga saya harap anda bisa hadir di butik pakaian terbaru milik keluarga kami," ucap Arya dengan senyuman bisnis langsung di tolak oleh putra makhota karena dia merasa tidak enak hati dengan orang yang telah membantu dirinya berbaikan dengan tunangannya.


Setelah pembicaraan panjang dengan berbagai perdebatan dan argumen, keluarga Fu dan calon pewaris takhta kerajaan berhasil membangun kerja sama baru dan menjalin persahabatan dan Arya berhasil mendapatkan hadiah dari sistem berupa kemampuan teleportasi tanpa menggunakan sihir. Keesokan harinya Arya, Ling dan Liam pergi menuju ke akademi, tempat yang mungkin menjadi tempat baru ketiganya mendapatkan ilmu pengetahuan atau mendapatkan informasi.


Tempat yang mungkin menjadi awal baginya menggunakan sistem Reputasi yang telah di update untuk mencari relasi atau pertemanan baru karena di kehidupan sebelumnya. Banyak hal yang membuat dirinya merasa kalau hidup tidaklah seburuk itu ketika tiba di dunia ini, apakah karena rasa kasihan seorang dewa ataukah karena usahanya yang berusaha memperbaiki kesialan yang dia terima di kehidupan sebelumnya.


"Menurutmu apakah ketiga orang yang mendapatkan nilai terbaik saat pendaftaran bisa membantu kita dalam memperbaiki sistem akademi?"


"Tentu saja bisa aku yakin dengan itu, buktinya mereka bisa memperbaiki sifat putra mahkota yang angkuh dan sulit untuk nasehati,"


"Aku sangat berharap besar kepada mereka,"

__ADS_1


Kaya Dengan Sistem Reputasi


__ADS_2